
Mil yang memang belum benar benar tersadar terus mengeratkan pelukan nya dan mulai menyesap bibir Milano yang entah mengapa hanya diam terpaku dan tidak ingin melepas bibir nya.
Tentu saja Milano tidak ingin melepas bibirnya yang sedang di sesap oleh Mil.
Karena ini pertama kalinya Milano di cium oleh seorang wanita setelah sekian lama.
Dan kali ini Milano merasakan getaran panas di tubuhnya, yang entah dari mama asalnya.
Detak jantungnya berdetak tidak seirama bersamaan dengan getaran panas yang terus mengaliri aliran darahnya.
Bibirnya yang tadi tidak membalas ciuman Mil, kini mulai balik mencium bibir Mil, tanpa menyadari jika mama Feli sudah berada di depan pintu.
Namun mama Feli tidak berniat untuk mengganggu apa yang sedang di lakukan oleh sang putra. Dan mama Feli malah mengukir senyum lalu keluar dari kamar tersebut, namun sebelum itu mama Feli mengambil kunci kamar tersebut dan mengunci sang putra dari luar.
Bukan tanpa alasan mama Feli melakukan hal tersebut, karena mama Feli berharap sang putra kembali normal seperti sedia kala.
Siapa tahu dengan Mil sang asisten Milano bisa menegakkan senjatanya dengan sempurna.
Karena mama Feli tadi melihat persis sang putra mencium Mil dengan begitu bergairah.
__ADS_1
"Ta Tuhan. Meskipun aku seperti ibu yang tidak benar dengan membiarkan anakku berbuat tidak senonoh pada seorang wanita. Tapi aku berharap Engkau mengampuni dosaku ini, karena aku melakukan ini demi putraku agar senjatanya berfungsi dengan sempurna. Jadi maafkan aku yang Tuhan," ujar mama Feli sambil menatap pintu yang baru saja dirinya kunci, lalu dengan segera meninggalkan nya.
Sementara itu Milano yang masih berada di atas tubuh Mil, terus mengeksplor bibir Mil, saat pemilik bibir sekarang hanya diam dan kembali kehilangan kesadaran.
Meskipun tangan Mil sudah tidak lagi memeluk tubuhnya, entah mengapa Milano enggan untuk melepaskan bibirnya, saat hawa panas di tubuhnya menghantarkan getaran getaran lain yang membuat Milano benar benar bukan seperti dirinya.
Milano menautkan ke dua alisnya dan melepas bibirnya dari bibir mila. Ketika merasakan salah satu bagian tubuhnya bereaksi.
Kemudian Milano turun dari atas tempat tidur dan berdiri tepat di sisi ranjang.
Lalu satu tangannya meraba sesuatu yang selama ini lemas tidak berdaya, namun sekarang bisa berdiri tegak dan juga kokoh.
"Ya Tuhan apa aku–"
Milano tidak jadi meneruskan ucapannya, karena sekarang ke dua tangannya langsung melepas ikat pinggang yang terpasang di celananya.
Lalu membuka pengait celana yang digunakannya, untuk melihat langsung jika yang keras dan juga berdiri di bawah sana adalah adik kecilnya yang sudah lama tidak berdaya dan bersembunyi di balik celana segitiga.
Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Milano saat sudah melihat langsung adik kecilnya memang sudah berdiri tegak, bukan hanya berdiri tegak, namun juga ingin merasakan kehangatan saat gelayaran aneh di tubuhnya ingin merasakan sesuatu yang lebih.
__ADS_1
Karena sang pemilik buyung tersebut otaknya sudah berkelana, mengingat kembali jika sering melihat kaset biru untuk merangsang senjatanya.
Milano menoleh ke arah Mil yang masih memejamkan matanya sambil telentang.
Membuat Milano langsung menelan ludahnya sendiri, saat melihat ke dua paha Mil, karena gaun yang di kenakan nya naik ke atas dan memperlihatkan ke dua paha mulus nya hingga bagian atas.
Bukan hanya itu, tapi sebelah tali gaun yang di gunakan Mil pun turun ke bawah, dan memperlihatkan buah melon bagian atasnya yang begitu menggoda untuk di mainkan.
Milano coba untuk memalingkan wajahnya, dan coba untuk mengatur nafasnya yang sudah memburu saat buyung miliknya di bawah sana semakin menegang.
Namun entah mendapat dorongan dari mana, bukannya menjauh untuk menenangkan buyung nya, Milano malah naik ke atas tempat tidur dan langsung mengungkung tubuh Mil di bawahnya.
Milano mendekatkan wajahnya ke arah wajah Mil, ingin merasakan bibir manisnya kembali.
Dan baru saja Milano menempelkan bibirnya, Mil tiba tiba membuka ke dua matanya secara perlahan saat kesadarannya mulai kembali.
Lalu Mil mendorong wajah yang ada di atas wajahnya untuk melihat lebih jelas siapa pemilik wajah tersebut.
"Pak Mila?"
__ADS_1
Bersambung................