
"Mil, siapa dia? Jenis susu sapi dari negara mana?" tanya seseorang yang baru saja menghampiri Milano dan juga Brian yang ada di ruang makan.
Milano yang tahu siapa pemilik suara tersebut, langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Untuk menghindari rentetan pertanyaan atas ucapan yang baru saja keluar dari bibirnya.
Yang pasti akan di tanyakan oleh Brian dan juga seorang lainnya yang sekarang duduk di sampingnya, yang tak lain dan tak bukan adalah Aris mantan asistennya yang sekarang memegang anak perusahaan Milano.
Kemudian Aris menoleh ke arah Brian, yang tentu saja sudah sangat di kenalnya.
"Kapan kamu pulang?"
"Belum lama tiba, cewek mana? Biasanya ke mana mana selalu di ikuti cewek cantik nan aduhai," ujar Brian yang tahu persis siapa Aris, playboy cap cicak yang suka gonta ganti wanita.
"Ada, masih di atas ranjang,"
"Dih biasanya juga cuma ***** ***** jangan sok tinggi kalau ngomong,"
"Itu kan biasanya sekarang sudah luar biasa, naik level lah. Kamu pikir aku adik kamu yang loyo, sama wanita saja langsung kabur," sambung Aris setengah meledek Milano yang masih asik menyantap makanan yang ada di hadapannya, meskipun mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Aris.
"Makanya cariin wanita yang aduhai,"
"Percuma buyung dia kena flu burung permanen,"
Brian pun langsung tertawa setelah mendengar apa yang baru saja Aris katakan, begitu pun dengan Aris.
__ADS_1
"Kalian berdua berisik, dan membuat nafsu makanku hilang,"
"Cie marah,"
"Diam kau!" seru Milano pada Aris yang duduk tepat di samping kanannya. "Untuk apa kamu pagi pagi datang ke rumah?"
"Membawa wanita cantik dengan tubuh aduhai, yang bisa membuat buyung milikmu berdiri tegak,"
"Aris!"
"Maaf aku hanya bercanda, tentu saja aku ingin melaporkan perkembangan perusahaan,"
"Baiklah, sekarang ikut dengan aku ke ruang kerjaku," ajak Milano pada Aris, lalu beranjak dari duduknya.
Namun Aris tidak menanggapi apa yang baru saja Milano katakan, karena kini tatapan matanya tertuju ke arah kamar tamu bari saja terbuka, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ruang makan.
Milano pun mengikuti arah tatapan mata Aris yang sedang mengagumi Mil.
"Mila dia siapa? Cantik sekali mahkluk ciptaan Tuhan," ucap Aris yang terus mengagumi kecantikan Mil.
"Tentu saja calon istriku, bagaimana cantik bukan?" sambung Brian.
Tentu saja membuat Milano melirik tidak suka ke arah sang kakak.
"Tentu, carikan aku satu yang seperti dia lah,"
__ADS_1
"Cari saja sendiri," sambung Brian yang sekarang beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah sang mama dan juga Mil.
"Ya ampun cantik sekali tuan putri satu ini," ucap Brian saat sudah menghentikan langkah Mil, karena dirinya berdiri tepat di hadapannya. "Kamu bagaikan mata air di gurun pasir, yang begitu berarti Mil," ujar Brian untuk merayu Mil.
"Kamu juga bagaikan oksigen yang memberi nafas kehidupan dalam diriku, dan kamu juga bagaikan matahari yang menjadi sumber tata surya di alam semesta ini, kamu–"
"Omong kosong," sambung Milano yang tiba tiba sudah berada di samping Brian dan memotong perkataan nya. Kemudian Milano menarik tangan Mil.
"Aku akan mengantar kamu pulang sekarang juga!"
"Tapi Mil belum sarapan Mila," ucap mama Feli sambil menarik satu tangan Mil untuk menghentikan langkahnya.
"Tidak perlu, di sini banyak buaya, aku tidak ingin asisten pribadi ku di makan buaya," sambung Milano yang langsung menarik tangan Mil untuk keluar dari rumahnya.
Dan setelah kepergian Milano mama Feli dan juga Brian langsung tos dan tersenyum senang.
"Rencana kita berhasil Ma, aku rasa Mila menyukai asistennya," ujar Brian yang memang di suruh mama Feli untuk memanasi sang adik.
"Dan sekarang bagaimana caranya agar adik kamu itu mau menikahi Mil,"
"Mil, siapa Mil? Jenis susu sapi dari negara mana?" tanya Aris yang sekarang mendekati mana Feli dan juga Brian, karena dirinya belum mengenal Mil.
"Ish kok susu sapi, Mil itu asisten pribadi Mila, dan tante rasa Mila itu menyukai Mil, tapi malu untuk mengatakannya, apa kamu punya cara untuk menyatukan mereka?"
"Tentu tante," jawab Aris sambil mengukir senyum.
__ADS_1
"Apa?"
Bersambung...........................