SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Vermak


__ADS_3

"Cantik, dan kamu kalah cantik dari dia," ujar bibi Maria setelah mengamati foto Mil yang ada di ponsel sang putri.


"Ah mama," Angel menghentak hentakan kakinya di atas lantai setelah mendengar apa yang di katakan oleh sang mama. "Kenapa mama malah berkata seperti itu, itu sama saja mama menyakiti hatiku tahu!" kesal Angel dan memajukan bibirnya.


"Oh sayang maafkan mama, tentu saja mama berbohong mengatakan dia cantik. Tentu lebih cantik anak mama di banding dia, kamu tahu wajah dia itu tidak orisinil, lihat hidungnya, bibirnya, garis pipinya sepertinya seluruh wajah dia tidak orisinil," jelas bibi Maria sambil memperbesar foto wajah Mil.


"Maksud mama, wajah cantik dia hasil vermak?" tanya Angel dan bibi Maria langsung menganggukkan kepalanya.


"Dan ini keuntungan kamu untuk menyingkirkan dia dengan cara yang halus,"


"Maksud mama?"


"Kamu tinggal cari wajah asli dia sebelum melakukan operasi, mama yakin jika seseorang mengubah penampilannya, karena dia tidak percaya diri dengan wajah aslinya, dan bisa jadi wajah asli dia jelek,"


Angel tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya, mendengar semua yang di katakan oleh sang mama.


"Oke Ma, aku akan mencarinya, dan aku akan menunjukkan wajah aslinya pada pak Mila, agar pak Mila tidak tertarik padanya. Karena hanya aku wanita yang akan menjadi pendamping pak Mila,"


"Dan mama akan selalu mendukung kamu untuk mendapatkan pak Mila, dan mama akan membantu kamu mencari indentitas asli wajah asisten pak Mila,"

__ADS_1


"Terima kasih Ma,"


"Sama sama sayang, mama akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan kamu,"


Angel pun langsung memeluk bibi Maria dengan erat, dan ke duanya yang masih saling berpelukan menoleh ke arah pintu rumah yang baru di buka dari luar oleh paman Anton.


Membuat bibi Maria langsung melepas pelukannya, dan berjalan


menghampiri sang suami.


"Bagus, kamu masih ingat jika punya rumah dan juga keluarga," sindir bibi Maria pada sang suami yang sudah lama tidak pulang ke rumah.


Tentu saja bibi Maria langsung diam dan tidak mengatakan apa pun lagi, karena benar dirinya memang mata duitan, tapi bagaimana pun dirinya adalah seorang wanita yang menginginkan kasih sayang.


"Menyingkir lah dari hadapanku!" perintah paman Anton pada sang istri yang ada di hadapannya, lalu menyingkirkan tubuh bibi Maria, saat tidak ingin menyingkir.


"Ma," Angel menghampiri sang mama setelah kepergian sang papa ke dalam kamar.


"Mama ingin makan malam di luar sepertinya ada restoran baru, apa kamu ingin menemani mama?" tanya bibi Maria sebisa mungkin untuk menutupi kesedihan hatinya pada sang putri.

__ADS_1


"Oke mama Sayang,"


*


*


*


Seminggu lebih berlalu Mil bekerja di perusahaan Justin Corp. Dan dalam waktu yang singkat dirinya tidak lagi kesusahan menjalani pekerjaannya.


Dan Mil pun tindak menunjukkan obsesinya pada sang atasan, hanya saja mulutnya kadang kadang tidak bisa di kontrol. Dan Angel pun sekarang bersikap baik padanya, namun Mil terus waspada dengan kebaikan sang sepupu.


Dan malam ini adalah, malam di mana sang atasan meminta Mil untuk menemaninya menghadiri acara makan malam yang di adakan oleh klien perusahaan Milano.


Tentu saja Mil berdandan dengan semaksimal mungkin, karena ini kali pertama dirinya akan makan malam bersama dengan pria yang selalu memenuhi hati dan hidupnya, meskipun dalam acara resmi.


Mil yang menggunakan gaun warna maroon sebatas lutut tanpa lengan, dan memperlihatkan punggung mulusnya, berjalan bersama dengan Milano memasuki tempat acara.


Namun langkah Mil reflek terhenti saat Milano tiba tiba menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Bersambung...........................


__ADS_2