
"Sudah berapa lama kamu menjalin kasih dengan Mila?" tanya seorang wanita yang baru saja duduk di samping Mil.
Dan Mil yang menoleh ke arah wanita tersebut, langsung mengetahui siapa wanita tersebut yang tadi berbincang dengan Milano saat akan memasuki tempat perjamuan.
"Aku Bery, siapa namamu?" tanya Bery lagi memperkenalkan diri sambil menyodorkan satu gelas minuman ke arah Mil.
Dan Mil pun segera mengambil gelas tersebut, sambil mengukir senyum.
"Terima kasih, aku Mil. Dan aku sudah lama menjalin kasih dengan Pak Mila,"
Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Mil, Bery langsung menautkan ke dua alisnya, merasa janggal dengan ucapan Mil.
"Pak?" tanya Bery penasaran. "Kalian sepasang kekasih bukan? Kenapa memanggil Pak?"
"Itu panggilan kesayangan aku pada Mila," bohong Mil sambil memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Bery yang seolah sedang menginterogasi.
Kemudian Mil meminum minuman yang ada di tangannya yang baru saja di berikan oleh Bery padanya.
Dan Mil langsung menautkan ke dua alisnya setelah meminum minuman tersebut yang rasanya begitu aneh di lidah Mil.
Tentu saja aneh karena Mil belum pernah meminum minuman keras, karena minuman yang ada di tangannya adalah minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi.
Yang sengaja Bery berikan pada Mil, agar dirinya lebih mudah menginterogasi Mil tentang hubungannya dengan Milano jika kesadarannya tidak sepenuhnya sempurna.
__ADS_1
"Minuman apa ini, kenapa rasanya tidak enak?" tanya Mil sambil menunjukkan gelas yang ada di tangannya ke arah Bery.
"Itu minuman terbaru di restoran ini, memang di awal rasanya tidak enak, namun saat kamu sudah menghabiskan semuanya, sensasinya akan berbeda dan rasanya akan enak sekali, asal kamu tahu ini minuman favorit di restoran ini," bohong Bery lalu meminum minuman yang ada di tangannya hingga tersisa.
Tentu saja Bery langsung menghabiskan minuman yang ada di tangannya, kamera minuman keras yang ada di tangannya hanya memiliki kadar alkohol rendah di banding yang berada di tangan Mil.
"Kenapa tidak di minum, minumlah,"
"Tidak, aku tidak menyukai nya," sambung Mil yang ingin menaruh gelas yang ada di tangannya ke atas meja yang ada di hadapannya, namun langsung di tahan oleh Bery.
"Minumlah, aku merasa tersinggung karena kamu tidak meminum, minuman yang aku berikan," ujar Bery dengan nada yang di buat sedih.
Dan entah mengapa Mil langsung mengikuti ucapan Bery, dan menegak habis minuman yang berada di tangannya tanpa ada sisa.
"Bagaimana rasanya enak bukan?" tanya Bery.
Namun tidak mendapat tanggapan dari Mil, yang sekarang mulai merasakan pusing di kepalanya.
"Apa kamu baik baik saja?" tanya Bery lagi sambil menepuk punggung Mil.
"Iya aku baik baik saja, tapi aku merasa pusing setelah menghabiskan minuman itu," jelas Mil sambil menunjuk gelas yang ada di atas meja tepat di hadapannya.
"Itu perasaan kamu saja mungkin,"
__ADS_1
"Entahlah," sambung Mil yang sekarang memijat keningnya sendiri.
"Oh ya Mil, aku ingin bertanya sekali lagi, kamu dan Mila sudah berapa lama menjalin hubungan, dan aku merasa aneh dengan panggilan sayang kamu ke Mila. Masa panggilan sayang Pak, seperti memanggil atasan saja,"
"Ya karena Pak Mila itu–"
Mil tidak jadi meneruskan ucapnya saat tiba tiba rasa pusingnya bertambah, dan membuatnya langsung menjatuhkan kepalanya ke arah atas meja yang ada di depannya.
"Mil, apa kamu baik baik saja?" tanya Bery sambil menggoyangkan tubuh Mil, namun tidak ada tanggapan. "Dasar baru satu gelas sudah tumbang, kalau begitu percuma aku melakukan semua ini, dasar menyebalkan," ujar Bery karena tidak mendapat informasi apa pun dari Mil.
Kemudian Bery beranjak dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan Mil, namun baru saja membalik tubuhnya tiba tiba Milano sudah berada tepat di belakangnya.
"Apa yang kamu lakukan pada Mil?" tanya Milano saat melihat Mil sudah menjatuhkan kepalanya di atas meja, karena memang sadari tadi dirinya sedang mencari Mil yang tidak berada di tempat perjamuan.
"Aku tidak melakukan apa pun aku hanya memberi dia minum, dan ternyata dia begitu lemah, baru satu gelas sudah kehilangan kesadaran,"
Setelah mendengar penjelasan Bery, Milano menghampiri Mil dan coba untuk membangunkan nya, namun tidak ada pergerakan dari Mil.
Lalu Milano mengambil gelas yang ada di atas meja di mana Mil menjatuhkan kepalanya, dan Milano langsung mencium gelas tersebut, lalu menatap ke arah Bery.
"Apa kamu sudah gila ini minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi," seru Milano yang langsung mengangkat tubuh Mil.
Bersambung.........................
__ADS_1