SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Tetaplah Disini


__ADS_3

Mil dan juga Milano yang masih berada di atas ranjang perawatan saling pandang, ketika tahu siapa yang baru masuk di ikuti oleh mama Feli dan juga Aris dari belakang.


"Di bilangin tidak percaya. Pak Mila sedang sakit. Aku tanya ada urusan apa mencarinya. Bapak ini tidak mau menjawab pertanyaan aku," ujar Aris pada pria yang ada di hadapannya, yang tak lain dan tak bukan adalah penjual gado gado di mana Mil dan juga Milano tadi makan siang.


Karena penjual gado gado yang tadi di suruh Milano untuk datang ke kantornya.


Tidak menemukan Milano, dan menganggap Milano membohonginya dan tidak ingin memberikan uang yang sudah di janjikan Milano pada dirinya.


Dan akhirnya penjual gado gado tersebut di beri tahu jika Milano berada di rumah sakit, tanpa pikir panjang penjual gado gado tersebut langsung mendatangi rumah sakit tersebut.


Penjual gado gado tersebut membalik tubuhnya, karena melihat Mil dan Milano yang ada di atas ranjang.


"Di bilangin tidak percaya. Sebenarnya ada apa sih Pak?" tanya Aris lagi.


"Bayar semua dagangannya, dan berikan uang dua kali lipat padanya. Sebagai tanda terima kasihku pada Bapak itu," perintah Milano pada Aris. "Karena aku bisa anu,"


"Anu. Oh ya Tuhan," sambung mama Feli yang langsung menyuruh Aris keluar dari ruangan tersebut dan melaksanakan perintah Milano.


Selepas kepergian Aris, mama Feli melangkahkan kakinya menuju ranjang perawatan sang putra sambil mengukir senyum.


"Sayang tetaplah di tempat," ucap mama Feli saat Mil akan turun dari ranjang perawatan Milano.


Dan Mil pun langsung mengikuti perintah mama Feli.


"Mama tahu kamu pasti lelah setelah anu, iya kan. Jadi istirahatlah bersama dengan Mila," ujar mama Feli yang sekarang sudah berada di sisi ranjang perawatan sang putra.


"Ma. Anu itu apa?" tanya Mil yang tidak mengerti apa yang baru saja mama Feli katakan.

__ADS_1


"Kamu itu tidak akan tahu, jadi diam saja, dan cukup jawab pertanyaan mama,"


"Mama mau tanya apa?"


"Barusan kamu anu pasti di atas kan? Bagaimana rasanya, enak?" tanya mama Feli yang mengira keduanya baru saja melakukan making love, karena tadi Milano sempat mengucapkan kata anu.


"Iya tadi aku berada di atas Ma,"


"Asek," sambung mama Feli sambil menepuk tangannya sekali.


Milano yang tahu apa yang sedang sang mama pikirkan hanya menggelengkan kepalanya.


"Terus?"


"Apanya yang terus Ma?"


"Ya ampun Ma, anu. Anu dari tadi, mana aku paham. Mama kalau bicara yang benar ngapa," ujar Mil.


"Kamu tadi bilang kan ada di atas, terus setelah itu rasanya bagaimana?"


"Ya tidak ada rasanya, cuma tadi aku sudah berharap Pak Mil akan mencium aku. Tapi bukannya di cium malah di peluk doang, dan saat tadi Pak Mila ingin mencium ku Mama sudah keburu masuk ke dalam, jadi ya gatot," jelas Mil dengan polosnya.


Membuat Milano menepuk jidatnya sendiri mendengar ucapan Mil yang tidak bisa di rem.


Dan mama Feli hanya melongo, karena pikirannya sudah yakin jika Mil dan Milano sudah anu, namun kenyataannya tidak.


"Sudahlah. Lebih baik mama keluar dari ruangan aku," sambung Milano.

__ADS_1


"Apa kamu mengusir Mama?"


"Tentu. Apa mama ingin mengganggu aku di sini?"


"Jadi kalian mau anu?"


"Apa aku harus memberi tahu mama, tidak bukan? Lebih baik mama keluar,"


"Oke mama akan keluar. Tapi anu ya," ujar mama Feli sambil tersenyum lalu meninggalkan ruang perawatan sang putra.


"Anu, anu. Kalian membahas apa sih?" tanya Mil saat mama Feli sudah keluar dari ruangan tersebut.


"Entah. Aku juga tidak paham," jawab Milano lalu mencekal tangan Mil saat ingin turun dari ranjang. "Mau ke mana?"


"Turun lah. Agar kamu bisa beristirahat. Apa kamu lupa dokter menyuruh kamu untuk beristirahat,"


"Tetaplah di sini. Aku ingin beristirahat sambil memelukmu," sambung Milano yang sekarang menarik tangan Mil untuk mendekat lalu membawanya ke dalam pelukan.


*


*


*


"Sial, sial sial!" ucap kesal Angel ketika baru tiba di rumah, saat mengingat lagi Milano dan juga Mil akan segera menikah.


"Sayang ada apa. Muka di tekuk begitu, seperti mama dong bahagia. Apa kamu ingin tahu kenapa mama bahagia?" tanya bibi Maria dan berjalan mendekati Angel yang baru saja pulang kerja.

__ADS_1


Bersambung.................................


__ADS_2