
Mil menoleh ke arah Milano yang berada di sisi kanannya, dan berniat untuk bertanya kenapa menghentikan langkahnya.
Namun belum juga Mil bertanya, tiba tiba Milano memeluk pinggangnya, tentu saja membuat Mil seolah berhenti bernafas karena jantungnya seakan berhenti berdetak. Di peluk seseorang yang sangat di cintai nya.
Bibir berwarna senada dengan warna gaun yang di kenakan oleh Mil, mengembang sempurna saat dirinya begitu bahagia.
"Ya Tuhan akhirnya cintaku tidak bertepuk sebelah tangan," gumam Mil yang masih mengembangkan senyum sambil menatap Milano, yang sekarang mendekatkan wajahnya ke arahnya.
Tentu saja saat tahu Milano mendekatkan wajahnya, Mil langsung memejamkan matanya, dan memajukan bibirnya. Karena Mil yakin Milano akan mencium bibirnya.
"Ada apa dengan bibir kamu?" tanya Milano berbisik tepat di telinga Mil.
Tentu saja membuat Mil membuka matanya dan menjauhkan wajahnya, merasa malu dengan apa yang baru saja dilakukannya dan di pikirankannya jika Milano akan mencium bibirnya.
Dan Mil juga mencoba melepas tangan Milano yang masih memeluk pinggangnya, namun Milano semakin erat memeluknya dan kembali mendekatkan wajahnya ke arah Mil.
"Untuk malam ini kita berakting layaknya sepasang kekasih ok," perintah Milano dengan berbisik di telinga Mil.
__ADS_1
"Tapi untuk apa P–"
Belum juga Mil meneruskan ucapannya, Milano sudah menaruh jari telunjuknya di bibir Mil, untuk menghentikan ucapannya.
"Aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan, dengan syarat malam ini kita bersikap layaknya seperti sepasang kekasih oke," bisik Milano lagi, yang langsung membuat Mil menganggukkan kepalanya. "Dan dari sekarang kita memulai sandiwaranya," perintah Milano saat ada seorang wanita yang berjalan menghampirinya.
"Selamat malam Mila, bagaimana kabarmu, sudah lama kita tidak bertemu," sapa seorang wanita ketika sudah mendekati Mila dan juga Mil, dan wanita tersebut adalah Bery wanita yang sempat di jodohkan dengan nya oleh mama Feli.
"Aku baik baik saja,"
"Baguslah, dan akhirnya kamu datang ke acara ini,"
"Ternyata kamu masih mengingatku Mila," sambung Bery sambil mengukir senyum dan melirik ke arah Mil.
"Katakan saja kenapa kamu ada di sini?"
"Sabar dong Mila, sekarang aku menjadi brad ambasador salah satu rekan bisnismu, jadi kita akan sering bertemu nantinya, dan kita juga bisa menjalin hubungan seperti yang tante Feli rencanakan dulu,"
__ADS_1
"Maaf aku sudah memiliki kekasih, dan ini kekasih aku," sambung Milano sambil menunjuk ke arah Mil. "Dan aku permisi,"
Milano yang masih memeluk pinggang Mil pun langsung meninggalkan Bery untuk menemui rekan bisnis nya.
"Kekasih? Tidak mungkin. Pasti Mila hanya ingin membodohi aku saja, agar dia bisa menghindar dariku. Tapi aku akan selalu mendekati kamu Mila," ucap Bery yang tidak percaya dengan pernyataan Milano.
Makan malam berjalan dengan lancar, dan Mil terus berada di samping Milano, dan keduanya bersandiwara seperti layaknya sepasang kekasih.
Karena dari semua rekan bisnis Milano, hanya dirinya yang belum memiliki kekasih, dan setiap menghadiri acara makan malam seperti sekarang ini, Milano selalu mendapat ledekan dari rekan bisnisnya tersebut, bukan hanya itu Milano juga sering di jodohkan dengan beberapa kerabat dari rekan bisnisnya.
Dan itu mengapa Milano meminta Mil untuk berpura pura menjadi kekasihnya, agar dirinya terhindar dari ledekan dan perjodohan yang rekan bisnisnya selalu katakan jika sedang makan malam bersama.
Mil yang sekarang sedang duduk sendiri ketika Milano dan juga rekan bisnisnya sedang berbincang bincang di meja lain, menghembuskan nafasnya kasar karena merasa suntuk. Sebab Mil tidak tahu apa yang para wanita pasangan rekan bisnis Milano katakan.
Kemudian Mil beranjak dari duduknya dan keluar dari tempat perjamuan yang di adakan di sebuah restoran mewah dengan spot pemandangan yang begitu menyejukkan mata meskipun terdapat di tengah pusat kota.
Dan Mil yang sudah berada di luar tempat perjamuan duduk di salah satu kursi menghadap ke arah taman restoran tersebut, yang di penuhi dengan lampu warna warni yang begitu indah, kemudian Mil di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang duduk tepat di sampingnya.
__ADS_1
Bersambung.......................