SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Cemburu Ya?


__ADS_3

Keesokan harinya Mil yang baru tiba di perusahaan Justin Corp merasa heran.


Bagaimana tidak heran, karena semua karyawan yang di lalui nya terus menatap tidak suka ke arah dirinya.


"Ya ampun aku sungguh tidak percaya asisten pribadi pak Mila ternyata cantik rupanya saja. Tapi hatinya busuk,"


Suara bisik bisik namun terdengar jelas di telinga Mil, membuatnya langsung menghentikan langkah.


Kemudian Mil, menatap seseorang yang baru saja menggosipkan dirinya, lalu mendekatinya.


"Jika ada yang ingin kamu katakan. Katakan saja, aku ada di sini. Jangan bisanya bergosip!" seru Mil pada karyawan wanita yang baru saja membicarakan dirinya. "Kenapa diam!"


Bukannya menanggapi apa yang baru saja Mil katakan. Karyawan tersebut malah menarik tangan rekannya lalu meninggalkan Mil tanpa mengatakan apa pun.


"Bisa bisanya mereka mengatakan yang tidak tidak tentang aku," gerutu Mil dan kembali melangkah kan kakinya, tidak peduli lagi dengan tatapan semua karyawan yang ada di lobi perusahaan Justin Corp.


"Mil!" teriak seseorang memanggil Mil, membuatnya langsung menghentikan langkahnya, tahu pemilik suara yang baru saja memanggilnya.


Lalu Mil membalik tubuhnya untuk menatap ke arah sumber suara tersebut.


"Dino. Ada apa?" tanya Mil, saat Dino menghampiri nya dengan terburu buru.


"Ikut denganku," ajak Dino dan menarik tangan Mil untuk mengikutinya.


"Dino ada apa. Lepaskan tanganku!"


"Kamu harus melihat ini,"


Dino yang sudah berada di kantin perusahaan, mendudukkan Mil di salah satu kursi.


"Kamu tunggu di sini,"

__ADS_1


Setelah menyuruh Mil untuk menunggunya, Dino segera berlari menuju setiap sudut kantin tersebut dan mengambil selembaran poster yang terdapat di dinding.


"Itu bukannya foto aku dan paman," ujar Mil saat melihat sepintas lembaran poster yang baru saja di ambil oleh Dino.


Dan Dino yang sudah mengambil lembaran poster tersebut, kembali menghampiri Mil.


"Lihatlah Mil," ujar Dino dan menunjukkan lembaran poster tersebut ke hadapan Mil.


"Wanted pelakor!"


Mil membaca tulisan yang berada di lembaran poster tersebut. Dan poster tersebut terdapat editan pria dan juga wanita yang sedang tidur bersama, di mana wajah nya di ganti dengan wajah dirinya dan juga paman Anton.


"Banyak sekali poster ini Mil. Hampir di setiap gedung perusahaan ini,"


"Pantas saja semua orang tadi terus menatapku. Jadi karena ini," ucap Mil dengan santainya.


"Kenapa kamu terlihat santai Mil?"


"Kamu harus cari pelaku siapa yang sudah menyebarkan poster ini lah. Masa kamu diam saja. Katanya kamu bukan Mila tapi Mil,"


"Aku sudah tahu siapa orangnya. Kamu tenang saja aku bisa mengatasinya,"


"Tahu? Siapa? Angel? Apa dia sudah tahu jika kamu tinggal bersama paman Anton? Dan dia mengira kamu selingkuhan paman Anton?"


"Ya ampun aku harus menjawab pertanyaan kamu yang mana dulu Dino. Kamu bertanya bagaikan wartawan. Satu satu kan bisa," ujar Mil saat Dino memberondong pertanyaan untuknya.


"Aku sungguh tidak sabar Mil. Karena kamu sesantai ini menghadapi ini. Tidak seperti kamu dulu terkena maslah sedikit langsung nangis, ingusan lagi,"


"Sudah aku katakan aku bukan–"


"Iya aku tahu jangan katakan lagi akan bosan mendengar," sambung Dino memotong perkataan Mil tahu apa yang akan di katakannya. "Lebih baik kamu jawab pertanyaan aku saja,"

__ADS_1


"Iya. Semua yang kamu katakan itu benar,"


"Bahaya Mil,"


Mil mengerutkan keningnya mendengar apa yang baru saja Dino katakan.


"Bahaya kenapa?"


"Jika pak Mila percaya dengan berita hoek ini, maka kamu akan susah mendapatkannya. Eh tidak apa lah itu artinya suatu kebetulan untukku. Jika dia tidak mau dengan kamu, kamu bisa kok jadi istri ke dua untukku,"


"Ogah, kamu bengkok,"


"Biar bengkok tapi bisa bikin merem melek Mil,"


"Bodo amat!" seru Mil yang langsung beranjak dari duduknya untuk segera ke ruang kerja, saat jam di ponselnya sudah menunjukkan saatnya bekerja. Dan Mil yakini Milano sudah berada di ruang kerjanya.


Mil yang melewati meja kerja Angel tersenyum sinis ke arah Angel yang kebetulan sedang menatap dirinya.


Lalu masuk ke dalam ruang kerjanya, tidak peduli dengan wajah Angel yang begitu kesal dengannya, dan Mil juga tidak peduli dengan lembaran poster yang sudah di sebar oleh sepupunya tersebut.


Mil yang baru saja ingin duduk di kursi kerjanya, dirinya urungkan saat telepon interkom berbunyi, dan itu panggilan Milano untuk dirinya.


Dan tanpa mengangkat sambungan telepon interkom tersebut, Mil bergegas menuju mega kerja atasannya tersebut.


"Selamat pagi Pak Mila. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Mil saat sudah masuk ke ruang kerja Milano dan berdiri tepat di depan meja kerjanya.


"Apa karena om om hingga kamu telat masuk kerja?" tanya Milano tanpa menatap ke arah Mil.


Karena saat Milano sudah berada di ruang kerjanya tidak mendapati Mil di ruangan nya, dan tadi Milano juga sempat melihat selembaran poster Mil.


"Cie Pak Mila cemburu ya?"

__ADS_1


Bersambung..........................


__ADS_2