
"Mila hentikan, sakit tahu!" teriak Dino saat Mil masih mencubit perutnya, padahal dirinya hanya bercanda mengatakan apa yang baru saja di katakan nya.
"Bicaramu tidak lucu tahu, apa jangan jangan kamu suka merayu wanita di belakang Dina, jika itu sampai terjadi awas saja kamu Dino! Aku bikin milikku lesu untuk selamanya,"
"Aku hanya bercanda Mila, tidak mungkin aku mendua, aku sangat mencintai Dina melebihi nyawaku sendiri,"
"Bagus itu, oh iya sekarang panggil aku Mil saja ya," sambung Mil lalu menyantap makan siangnya yang tertunda.
"Kenapa aku harus memβ"
"Jangan banyak bicara, nanti aku jelaskan," sambung Mil memotong perkataan Dino dan kembali menyantap makan siangnya.
"Ok cantik," ujar Dino yang langsung mendapat lirik kan tajam dari ke dua bola mata Mil.
Setelah menyantap makan siang, Mil menceritakan semuanya pada Dino yang masih setia menunggu dirinya.
Kenapa dia ingin menyembunyikan indentitas nya dan bagaimana dirinya bisa bekerja di perusahaan Justin Corp.
"Oke aku paham sekarang, jadi dengan menyembunyikan indentitas, selain ingin mendapatkan Milano, kamu juga ingin membalas dendam pada bibi dan juga sepupu kamu itu?" tanya Dino setelah mendengar apa yang baru saja Mil jelaskan padanya.
Dan Mil pun langsung menganggukkan kepalanya. "Ingat tetap jaga rahasiaku dari siapa pun," ujar Mil mengingatkan Dino.
"Rahasia kamu aman bersama dengan diriku sayang," sambung Dino sambil tersenyum ke arah Mil.
__ADS_1
"Kupret," ucap Mil lalu beranjak dari duduknya dan menoyor kepala Dino. "Impas, eh belum deh, kan kamu sering menoyor kepala ku seenak jidat,"
"Cie mau balas dendam juga nih?"
"Iya lah," jawab Mil lalu meninggalkan tempat makan di ikuti Dino dari belakang.
Mil yang sudah sampai di lobi perusahaan, dengan segera melangkahkan kakinya menuju lift, saat melihat jam dinding yang terpampang nyata di dinding lobi perusahan, sudah melewati jam makan siang.
Lalu Mil berlari menuju ruang kerjanya, saat baru saja keluar dari lift, dan Mil melirik ke arah meja kerja Angel yang memang terdapat di samping kanan pintu masuk ruang kerjanya. Dan Angel pun sudah berganti pakaian dengan riasannya kembali sempurna.
"Awas kau," ujar Angel sambil menunjukan kepalan tangannya ke arah Mil, dan Mil pun langsung menunjukkan jari tengah nya ke arah Angel. "Sialan! Tunggu saja pembalasan aku!"
Namun Mil tidak lagi menanggapi apa yang Angel katakan, karena dirinya langsung masuk ke dalam ruang kerjanya yang menyatu dengan ruang kerja Milano.
Mil yang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya, langsung menuju ke arah meja kerja Milano, yang sedang fokus dengan laptop yang ada di hadapannya.
"Makan siang atau yang lain?" tanya Milano tanpa menatap sang asisten.
"Makan siang Pak," jawab Mil. "Sekarang apa yang harus aku lakukan Pak?"
"Buatkan aku kopi,"
"Siap laksanakan," sambung Mil.
__ADS_1
Kemudian Mil melangkahkan kakinya menuju mini pantry yang berada tidak jauh dari sang atasan berada.
Mudah bagi Mil, jika hanya membuat kopi, apa lagi dirinya sudah mengetahui kopi yang biasa di minum Milano. Dari selembaran kertas yang tadi di berikan oleh mama Feli untuk dirinya.
Dan tidak berselang lama Mil kembali mendekat ke arah Milano, sambil membawa secangkir kopi hitam dengan setengah sendok teh gula.
Lalu Mil meletakkan cangkir berisi kopi tersebut tepat di samping kanan meja Milano.
"Ada yang bisa aku bantu lagi pak?" tanya Mil.
"Tidak, hanya saja tadi Angel mengatakan jika kamu sudah berbuat kurang akar padanya, apa itu benar?"
"Benar pak," jawab Mil. "Namun aku melakukan itu untuk menjaga diri, karena dia dulu yang memancing aku untuk membuat keributan," jelas Mil membuat Milano dengan segera menegakkan kepalanya dan menatap ke arah Mil.
"Apa aku harus percaya dengan apa yang kamu lakukan?"
"Percaya atau tidak itu urusan Bapak. Jika tidak ada yang bisa aku bantu lagi, aku permisi dulu Pak, masih banyak berkas yang harus aku pelajari,"
"Tunggu dulu," ucap Milano menghentikan langkah Mil, yang ingin meninggalkan meja kerjanya.
Bersambung............................
Oh iya ada yang nanyain giveaway novel Hanya PEMUAS,
__ADS_1
Sabar ya, nanti pasti di umumkan kok tenang saja π€π€π€π€
Yang sudah ngikutin novel aku sejak lama pasti tahu, jika aku tidak pernah ingkar janji dan selalu nempatin janji, jadi sabar ya gaes πππππ