
Milano yang sudah merebahkan tubuh Mil yang tidak sadarkan diri di jok mobilnya, hanya diam sambil menatap nya, sebelum menutup pintu mobil di mana dirinya baru saja merebahkan tubuh Mil di jok penumpang.
Bagaimana Milano tidak diam, kerena dirinya merasa bingung harus mengantar Mil ke mana, mengingat lagi dirinya tidak tahu di mana tempat tinggal Mil.
Dan tadi saat ingin menghadiri acara makan malam, Milano lah yang di jemput olah Mil, karena tadi Milano menyuruh Mil untuk membawa mobilnya pulang.
"Ya Tuhan aku harus membawa dia ke mana?" tanya Milano lalu menutup pintu mobil di mana Mil berada.
Dan Milano memutari mobil miliknya untuk menuju kursi pengemudi.
Setelah hampir satu jam mengendarai mobilnya Milano akhirnya sampai tempat tujuan.
Di mana Milano yang tidak tahu harus membawa Mil ke mana, akhirnya membawanya pulang ke rumah yang di tempati mama Feli dan juga dirinya setelah tidak lagi tinggal di apartemen pribadinya, saat dirinya dan juga mama Feli sudah berbaikan.
Kemudian Milano membopong tubuh Mil yang masih tidak sadarkan diri masuk ke dalam rumah, ketika pintu rumahnya tersebut sudah di buka oleh asisten rumah tangganya yang mengetahui jika sang majikan sudah pulang.
"Mila siapa yang kamu bopong?" tanya mama Feli yang kebetulan baru keluar dari dalam kamar untuk mengambil minum.
Dan sebelum sang putra menjawab, mama Feli yang penasaran dengan wanita yang di bopong langsung mendekati Milano.
"Mila bukannya ini–"
__ADS_1
"Mil Ma," sambung Milano sebelum sang mama meneruskan ucapannya.
"Kenapa dengan dia?"
"Dia tidak sadarkan diri karena mabuk Ma, dan aku tidak tahu harus mengantar dia ke mana. Tempat tinggalnya saja aku tidak tahu, dan akhirnya aku membawa dia pulang," jelas Milano lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar tamu.
Tentu saja di ikuti oleh mama Feli dari belakang. "Kenapa dia bisa mabuk, bukannya kalian pergi menghadiri acara makan malam?"
"Ceritanya panjang. Lebih baik mama panggil Mbak untuk mengganti pakaian yang di kenakan nya. Aku begitu risih melihat nya,"
"Ya ampun Mila, lihatlah pakaian yang asisten pribadi kamu kenakan, ini sungguh sexy, dan mama perhatikan tubuhnya begitu indah, apa kamu tidak tergoda sama sekali?"
"Ma!"
Dan mama Feli berharap sang putra kembali normal seperti sedia kala, karena beberapa waktu lalu saat mama Feli mengantar Milano untuk melakukan terapi, dokter mengatakan mulai ada perkembangan namun belum signifikan.
"Ma, aku tidak ingin membahas sesuatu yang tidak aku suka,"
"Oke oke maafkan mama," sambung mama Feli yang tidak ingin sang putra marah kepada dirinya, jika terus membahas yang tidak di sukai oleh Milano.
Dan mama Feli pun keluar dari kamar tersebut, untuk menyuruh asisten rumah tangga nya, mengganti pakaian Mil dengan pakaian miliknya yang pasti muat di tubuh Mil.
__ADS_1
Selepas kepergian mama Feli dari kamar, Milano yang masih berada di sisi tempat tidur di mana Mil berada, menoleh ke arah Mil yang baru saja mengigau.
Dan benar saja saat sudah menoleh ke arah Mil, Milano mendapati Mil membuka sebelah matanya sambil mengigau.
"Sayangku Mila mendekat lah, aku ingin memelukmu," ucap Mil yang sedang mengigau.
Mendengar apa yang baru saja Mil katakan, Milano mencondongkan tubuhnya untuk membangunkan nya.
"Mil bang–"
Bruk!
Milano tidak jadi meneruskan ucapannya, saat tiba tiba Mil menarik tangannya dan jatuh tepat di atas tubuh Mil yang terlentang.
Dan Milano yang ingin beranjak dari tempatnya tidak bisa ketika Mil memeluknya dengan erat.
"Mila sayang kamu sangat tampan, dan aku sangat mencintaimu," Mila terus mengigau dengan sebelah mata yang terbuka.
Milano tidak mempedulikan apa yang baru saja di katakan oleh Mil, karena dirinya tahu persis jika Mil sedang mengigau.
Dan Milano yang sudah bisa melepas pelukan Mil, ingin berdiri dari tempatnya, namun Mil menarik tubuhnya kembali hingga Milano jatuh kembali di atasnya, dan kali ini bibir ke duanya saling menempel.
__ADS_1
Bersambung...................