
Paman Anton yang sudah tiba di hotel tempat Milano dan juga Mil menginap, langsung meminta kunci pass cadangan kamar di mana ke duanya berada pada petugas hotel.
Awalnya petugas hotel tidak ingin memberikan nya, namun paman Anton bersikukuh dan berbohong jika ini darurat, dan akhirnya petugas hotel tersebut memberikan kunci pass cadangan pada paman Anton.
Paman Anton pun segera menuju kamar hotel di mana Milano dan juga Mil yang berada di lantai lima belas.
Namun baru saja paman Anton keluar dari lift di lantai lima belas, dirinya melihat Milano berlari menuju salah satu lift yang ada di lantai lima belas tersebut.
Paman Anton pun dengan segera menghampiri Milano yang sedang menunggu pintu lift terbuka.
"Mila,"
Mendengar suara paman Anton, Milano yang terlihat begitu cemas, menoleh ke sumber suara sambil menautkan keningnya.
"Om Anton."
"Apa kamu baik baik saja?"
Mendengar apa yang di katakan oleh paman Anton, tentu saja Milano begitu bingung. Karena seolah oleh paman Anton mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya
"Aku baik baik saja. Hanya saja Mil, Om," ujar Milano penuh dengan kesedihan.
"Dia tidak melakukan sesuatu padamu kan?"
"Kenapa Om Anton berkata seperti itu?" tanya Milano balik tanpa menjawab pertanyaan paman Anton.
__ADS_1
"Mil salah paham dengan kamu. Dia pikir kamu lah yang menyebabkan ke dua orang tuanya meninggal dunia dalam kecelakaan beberapa tahun lalu,"
"Orang tuanya?" tanya Milano yang penasaran. Karena yang dirinya tahu memang ke dua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Tapi yang membuat Milano penasaran dari perkataan paman Anton adalah, perkataannya yang mengatakan dirinya penyebab kecelakaan ke dua orang tua Mil.
"Nanti Om akan menjelaskan semuanya padamu. Om ingin tahu di mana Mil sekarang berada?"
"Mil pergi Om. Dan tidak tahu ke mana, karena tadi mengancam aku untuk tidak mengikutinya," jelas Milano.
Ketika Milano mengingat lagi apa yang tadi terjadi.
Saat Mil mendorong tubuhnya dan menodongkan pisau makan ke arahnya.
Dan saat Milano sedang fokus ke lengannya yang tergores. Mil dengan segera berlari meniggalkan Milano, dan keluar dengan terburu buru sambil melempar pisau makan yang ada di tangannya ke sembarang arah.
"Om lebih baik kita pergi mencari istriku sekarang juga. Aku takut terjadi sesuatu padanya," ujar Milano saat pintu lift di hadapannya terbuka.
Karena dirinya yakin sang istri tidak sedang kedatangan tamu bulanan, melainkan ada sesuatu yang di sembunyikan nya.
"Tapi bagaimana dengan lengan kamu?"
"Aku baik baik saja. Saat ini aku hanya ingin segera menemukan istriku,"
"Baiklah,"
__ADS_1
Paman Anton pun dengan segera mengikuti Milano yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam lift.
*
*
*
Paman Anton dan juga Milano sudah berkeliling untuk mencari keberadaan Mil, namun sudah hampir dua jam mencari ke duanya tidak menemukan keberadaan Mil.
Dan paman Anton yang mengendarai mobil, melajukan mobilnya menuju apartemen di mana Mil dan juga dirinya selama ini tinggal. Karena paman Anton yakin Mil pulang ke apartemen.
Namun saat sudah tiba di apartemen di mana Mil tinggal.
Paman Anton dan juga Milano tidak mendapati ada Mil.
Tentu saja membuat Milano begitu kuatir, lalu menjatuhkan bokongnya dengan kasar di atas sofa ruang tamu yang ada di unit apartemen Mil dan paman Anton berada.
"Om sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa istriku bisa berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini?" tanya Milano sambil meraup wajahnya dengan kasar.
"Baiklah, Om akan memberi tahu yang sebenarnya. Dan maaf selama ini Om dan juga Mil sudah membohongi kamu,"
"Membohongi aku?"
Bersambung......................
__ADS_1