
"Biarkan dia masuk, dan menyelesaikan masalah mereka," ujar paman Anton menghentikan langkah pimpinan anak punk yang ingin menuju ruangan di mana baru saja Milano masuk ke dalamnya.
"Bukan begitu, ruangan yang baru saja dia masuki bukanlah ruangan wanita yang tadi aku bawa ke rumah sakit ini,"
Jelas pimpinan anak punk tersebut, karena ruangan di mana ada wanita yang dirinya bawa, yang tak lain dan tak bukan adalah Mil, bersebelahan dengan ruangan yang baru saja Milano masuki.
"Ya ampun," Paman Anton menepuk jidatnya sendiri mendengar apa yang baru saja pimpinan anak punk tersebut katakan.
Milano yang baru saja masuk ke dalam ruangan langsung berhenti di depan pintu ruangan di mana dirinya sekarang berada.
Bagaimana tidak menghentikan langkahnya, saat beberapa perawatan yang ada di ruangan tersebut menatap ke arahnya.
Lalu Milano menautkan ke dua alisnya saat perawatan yang ada di dalam ruangan tersebut satu persatu tersenyum ke arahnya, dan mendekat ke arahnya.
"Syukurlah Bapak sudah datang," ujar salah satu perawat yang sudah mendekati Milano.
"Tentu saja aku akan datang untuk menemui istriku. Bagaimana keadaan istriku?"
"Ya seperti itu Pak, namanya juga wanita yang–"
Perawat tersebut tidak jadi meneruskan ucapannya, saat Milano sudah mendekati sebuah ranjang perawatan yang ada di ruangan di mana tempatnya berada.
__ADS_1
Dan Milano begitu terkejut saat mendapati bukan Mil sang istri yang ada di atas ranjang perawatan tersebut, melainkan seorang ibu hamil besar yang sedang meringis kesakitan , merasakan sakit saat sedang mengalami kontraksi.
"Pak, istri Bapak sedang menunggu kehadiran anda, jadi silakan temani istri Bapak, kami akan terus memantau proses pembukaan persalinan di sini," ujar salah satu perawat yang berdiri di sisi lain ranjang perawatan tersebut, di mana seorang ibu hamil terus meringis kesakitan.
"Maaf Sus, tapi dia bukan istriku," elak Milano.
"Kamu tega Mas, aku istri kamu. Ini hasil perbuatan kamu setiap malam, yang minta main jungkat jungkit," sambung ibu hamil.
Tentu saja ibu hamil tersebut bisa mengatakan hal seperti itu, karena tidak melihat wajah Milano, sebab dirinya sedang memejamkan matanya merasakan kontraksi.
"Tapi–"
Tentu saja membuat Milano mengaduh kesakitan, dan coba untuk melepas ke dua tangan wanita tersebut yang terus mencengkram punggungnya.
Sementara itu, paman Anton masuk ke ruang perawatan yang di tunjukkan oleh pimpinan anak punk.
Dan benar saja, paman Anton melihat Mil sedang terbaring di ranjang perawatan yang ada di ruangan tersebut, dengan selang infus yang sudah menempel di lengan kirinya.
Kemudian paman Anton mendekat ke arah ranjang, di mana Mil baru saja menyadari di ruangannya saat ini dirinya berada ada yang masuk, dan itu ternyata adalah sang paman.
"Paman,"
__ADS_1
Namun paman Anton hanya membalas panggilan Mil dengan senyum, dan mencium kening sang keponakan saat sudah mendekati nya.
"Apa kamu baik baik saja?"
Mil hanya menjawab pertanyaan sang paman dengan senyum, dan di akhiri dengan anggukan. Mengingat lagi tidak ada sesuatu yang terjadi kepada dirinya.
Melainkan Mil hanya kelelahan dan harus menjalani rawat inap untuk membantu mempercepat pemulihannya.
"Kenapa paman tahu, jika aku ada di sini?"
"Ceritanya panjang Mil, dan paman tahu apa yang terjadi antara kamu dan juga Mila,"
"Jangan pernah sebut namanya di hadapan aku Paman. Karena setelah kepulangan aku dari rumah sakit ini, aku akan mengurus surat perceraian ku dengannya."
"Mil. Jangan gegabah dengan semua ini, paman tahu apa yang sedang terjadi antara kamu dan juga mila.
Namun, asal kamu tahu. Kamu hanya sedang salah paham dengannya,"
"Salah paham?"
Bersambung.................
__ADS_1