
Dino dan Dina akhirnya keluar dari kamar hotel di mana Mil berada. Saat Q sang putri terus membuatnya tidak bisa berkutik lagi, dengan pertanyaan yang baru saja di lontarkan nya.
"Karmila,"
"Ya ampun. Mereka bilang akan pergi. Kenapa kembali lagi. Dasar menyebalkan!" kesal Mil yang ingin bersiap siap.
"Atau Mil," ucapnya lagi.
Dan Mil yang baru menyadari jika suara tersebut bukanlah, suara Dina atau pun Dino, langsung membalik tubuhnya untuk menghadap seseorang yang baru saja memanggilnya.
Alangkah terkejutnya Mil, saat melihat siapa yang baru saja memanggil namanya, dan juga sudah masuk ke dalam kamar hotelnya.
"Kalian?" tanya Mil dengan terkejut.
Pasalnya Mil, tidak pernah mengundang bibi Maria dan juga Angel ke hari pernikahannya, namun sekarang ke duanya sudah berada di dalam kamar miliknya.
Apa lagi saat ini, Angel sengaja mencabut kunci kamar hotel dimana Mil berada yang masih menempel di pintu.
Dan otomatis pintu kamar hotel tersebut terkunci sendiri, dan tidak ada satu pun orang yang bisa masuk ke dalam kamar Mil tersebut.
Mil yang merasa curiga dengan sang bibi dan juga sepupunya, kini berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Aku tidak mengundang kalian. Jadi pulanglah!" perintah Mil.
Tentu saja tidak di hiraukan oleh bibi Maria yang kini bertolak pinggang sambil tersenyum sinis ke arah Mil.
"Mil, atau Karmila?"
"Tentu saja Karmila si buruk rupa Ma," jawab Angel yang kini mendekati sang mama.
Tentu saja mendengar ucapan bibi Maria, Mil begitu terkejut. Dan akhirnya dia mengelak apa yang baru saja di ucapkan oleh sang Bibi.
"Aku bukan Karmila. Tapi aku Mil,"
Aku sudah tahu siapa kamu. Karmila yang buruk rupa, sebelum beberapa bulan lalu melakukan vermak wajah,"
Mil menautkan ke dua alisnya saat mendengar apa yang baru saja sang bibi katakan.
"Sudah kamu jangan terkejut, aku sudah tahu siapa kamu yang sebenarnya," ucap bibi Maria yang memang tahu siapa Mil yang sebenarnya.
"Iya Mil tersayang, aku juga sudah tahu siapa kamu," sambung Angel.
"Kalian bicara apa, siapa Karmila?" tanya Mil yang memang ingin menyembunyikan siapa dirinya yang sebenarnya, karena Mil yakin sang bibi hanya ingin mengecoh dirinya.
__ADS_1
Bibi Maria hanya menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja Mil katakan.
"Sudahlah, aku sudah tahu semua. Dan aku juga tahu biaya operasi kamu itu tidak sedikit. Dan aku juga tahu uang itu dari mana. Jangan kmu pikir uang itu adalah uang paman kamu itu," jelas Bibi maria. "Asal kamu tahu uang itu adalah uang Milano Justin,"
Mendengar calon suaminya baru saja di sebut, Mil langsung menatap wajah sang bibi meskipun dengan enggan.
Dan bibi Maria yang tahu tatapan Mil ingin meminta penjelasan, langsung tersenyum sinis.
"Oh iya aku lupa, uang itu memang di berikan oleh Milano Justin untuk kamu, eh maksudnya untuk Karmila. Untuk menebus kesalahannya karena telah membuat ke dua orang tua Karmila meninggal dunia,"
"Maksudnya?" tanya Mil yang benar benar penasaran dengan apa yang baru saja bibi Maria katakan.
"Ya ampun, apa kamu lupa. Kecelakaan yang merenggut ke dua orang tua kamu itu. Dan kecelakaan itu di sebabkan oleh Milano Justin,"
"Apa!"
"Tidak usah terkejut. Sudah saatnya kamu tahu, siapa yang sudah membuat orang tua kamu meninggal dunia,"
"Apa bibi sedang bercanda. Dan maaf aku tidak akan pernah percaya dengan apa pun yang di ucapkan bibi. Paham!"
Bersambung.................
__ADS_1