
"Mila, kamu tidak akan punya papa baru lagi," ujar mama Feli di sela sela tangisnya saat masih di dalam pelukan Milano.
"Maksud mama apa, bukannya mama dan juga Om Anton akan menikah sebulan lagi?" tanya Milano.
Karena memang sang mama dan juga paman Anton akan melangsungkan pernikahannya bulan depan.
"Apa kamu ingin mana menikah di kantor polisi, dan melewati malam pertama di dalam penjara,"
Mendengar ucapan sang mama, Milano langsung melepas pelukan sang mama, dan saat sudah berhasil melepasnya Milano lalu memegang ke dua bahunya agar mama Feli menghadap ke arahnya.
"Kenapa mama bicara seperti itu. Membawa bawa kantor polisi segala? Tolong jelaskan padaku Ma," pinta Milano yang masih tidak paham dengan perkataan sang mama.
"Dia–" mama Feli tidak jadi meneruskan ucapan nya, saat tangisnya yang baru saja berhenti, kini kembali menangis lagi.
Apa lagi ada dua polisi yang memang sedari tadi ada di depan kamar jenazah, dan kini ke dua polisi tersebut menahan ke dua tangan paman Anton satu persatu.
"Baik Pak. Sekarang sudah saatnya anda pergi ke kantor polisi," ujar salah satu polisi tersebut.
Tentu saja membuat Milano langsung menatap ke dua polisi tersebut bergantian, setelah mendengar apa yang baru saja di katakan nya.
Begitu pun dengan Mil, yang benar benar tidak mengerti dengan ucapan salah satu polisi tersebut yang sedang memegangi lengan paman Anton.
Dan Mil yang sedari tadi berdiri di samping Milano, kini melangkahkan kakinya menuju ke arah paman Anton.
__ADS_1
"Paman, ada apa ini?"
Namun paman Anton hanya menanggapi pertanyaan Mil dengan senyuman.
"Paman tolong jawab pertanyaan aku?" tanya Mil lagi sambil menarik baju yang paman Anton kenakan.
"Maaf, kami akan segera membawa tersangka ini ke kantor polisi," sambung salah satu polisi.
Tentu saja membuat Mil begitu terkejut dengan kata tersangka yang baru saja dirinya dengar.
Lalu Mil menatap polisi yang baru saja mengatakan jika paman Anton tersangka.
"Maksudnya?"
"Pak Anton sudah membuat dua orang kehilangan nyawa. Dan beliau melakukannya dengan sengaja, di lihat dari rekaman CCTV yang ada di jalan layang dalam kota,"
Dan Milano yang baru saja mendengar penjelasan pak polisi, kini mendekati sang istri lalu memeluk bahunya.
"Apa pak polisi bisa menjelaskan dengan detail?" tanya Milano yang sudah bisa menangkap penjelasan pak polisi barusan.
"Baiklah, aku akan menjelaskan dengan detail pada kalian. Pak Anton sudah dengan sengaja menabrakkan mobil yang di kendarai pada mobil yang melaju di depannya, hingga mobil tersebut terjatuh dari jalan layang, dan ke dua penumpang yang ada di dalam mobil, meninggal dunia di tempat kejadian,"
Pak polisi tersebut menjelaskan dengan detail kronologi dari kejadian tersebut, dan menetapkan paman Anton sebagai tersangka.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan pak polisi menetapkan paman Anton menjadi tersangka. Karena CCTV yang ada di tempat kejadian jelas adanya, jika paman Anton dengan sengaja menabrakkan mobil yang di kendari pada mobil yang ada di depannya.
Dan paman Anton juga tidak mengelak dengan apa yang baru saja di katakan oleh pak polisi.
"Paman. Apa yang di katakan oleh pak polisi benar?" tanya Mil.
Dan paman Anton langsung mengangguk di akhiri dengan senyum dari ke dua sudut bibirnya, seolah Paman Anton tidak menyesal dengan apa yang telah di lakukannya.
"Paman bahagia telah melakukan ini. Karena paman ingin melihat kamu bahagia tanpa ada bayang bayang bibi kamu dan juga anaknya,"
"Maksud paman?"
"Mobil yang di tabrak beliau hingga ke dua penumpang yang ada di dalam meninggal, adalah mantan istri dan juga anaknya," jelas pak polisi tersebut.
Tentu saja membuat Mil begitu terkejut lalu menatap paman Anton dengan tatapan tidak percaya, jika paman Anton yang sangat baik padanya bisa melakukan hal tersebut pada bibi Maria dan juga Angel.
"Paman. Paman tega berbuat ini pada bibi dan juga putri paman. Paman sungguh kejam!"
"Angel, bukanlah putriku,"
Bersambung...............
Hay gaes ada rekomendasi novel karen di bawah ini yuk merapat.
__ADS_1
Judul Makmum Pilihan Micheal Emerson Kayra SkySal