SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Pengin Anu


__ADS_3

Brian dan juga Mil sekarang menoleh ke arah Milano yang baru saja mengejek ucapan sang kakak.


"Eh ada adik tersayang. Bagaimana kabarmu adikku tersayang? Lama kita tidak bertemu, dan setelah bertemu aku sungguh bahagia,"


Brian sekarang menghampiri Milano yang berdiri tepat di depan pintu masuk kamar tersebut.


Kemudian Brian merangkul bahu sang adik, dan mendekatkan wajahnya ke telinga Milano.


"Asisten kamu sungguh bikin aku pingin anu. Boleh untuk aku tidak? Kamu tidak ada hubungan dengan dia bukan? Tadi sih mama menyuruh aku untuk mendekatinya, tapi tadi aku pikir pikir dulu karena belum melihat wajahnya, namun saat aku sudah melihatnya, aku sungguh tertarik, boleh ya aku jadikan dia kakak iparmu?"


Milano menyingkirkan wajah Brian untuk menjauh setelah berbisik di telinganya.


"Tidak boleh, asisten aku harus single!"


"Kamu cari asisten lain saja untuk menggantikan Mil oke?"


"Tidak!" seru Milano yang sekarang mendekat ke arah Mil.


Dan setelah mendekatinya Milano langsung meraih tangan Mil.


"Aku akan mengantar kamu pulang sekarang juga,"


"Tapi Pak aku–"


"Ini perintah!" sambung Milano memotong perkataan Mil lalu menarik tangan nya, menuju pintu kamar tersebut.


Namun saat melewati Brian, sebelah tangan Mil di cekal oleh Brian yang menghentikan langkah Milano dan jiga Mil.


"Jangan kasar seperti itu dong dengan wanita, wanita itu harus di perlakukan lemah lembut, bukan seperti ini. Main tarik tarik saja, kamu kira Mil ini apaan,"


Brian pun melepas tangan sang adik yang masih memegang sebelah tangan Mil.

__ADS_1


"Brian!"


"Panggil yang sopan adikku sayang,"


"Bodo amat, dia asisten aku, jadi jangan keluarkan jurus rayuan kamu yang bikin aku ingin muntah,"


"Cie iri ya, karena tidak bisa merayu wanita," ledek Brian yang sekarang menarik tangan Mil untuk mendekat.


Namun Milano sekarang tidak ingin meladeni apa yang baru saja sang kakak katakan.


Dan Milano kembali menarik tangan Mil agar mendekat ke arahnya, dan Brian yang tidak ingin kalah menahan tangan Mil.


Hingga ke duanya saling menarik tangan Mil. Membuat pemilik tangan menjadi bingung dan langsung berjongkok.


"Ya ampun Tuhan. Apa yang sedang kalian lakukan?!" tanya mama Feli yang sudah berada di dalam kamar tersebut sambil berteriak.


Brian dan juga Milano yang mendengar teriakan sang mama segera melepas tangannya masing masing.


"Keluar kalian berdua dari kamar ini!" Perintah mama Feli.


"Mila keluar!" perintah mama Feli memotong perkataan Milano.


"Sana kamu keluar adikku sayang,"


"Kamu juga keluar Brian!"


"Kok aku juga Ma, a–"


"Brian keluar!" perintah mana Feli juga pada putra sulungnya tersebut.


Akhirnya ke duanya mengikuti perintah mama Feli dan keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Setelah ke dua sang putra keluar dari dalam kamar tersebut, mama segera menghampiri Mil, yang masih berjongkok di tempatnya.


"Mil. Kamu tidak apa apa kan?" tanya mama Feli dan membantu Mil beranjak dari tempatnya dengan memegang ke dua bahunya.


"Tidak tante,"


"Maafkan ke dua anak tante ya, mereka jika sedang bersama selalu seperti tom and Jerry,"


"Iya, tidak apa apa tante,"


"Kalau begitu mari kita keluar dan sarapan dulu," ajak mama Feli yang sekarang memeluk lengan Mil.


"Tapi tante aku belum membersihkan badanku,"


"Tidak usah kamu tetap cantik kok,"


"Tapi tante a–"


"Oke tante akan menunggu kamu di sini," ujar mama Feli memotong perkataan Mil.


Sementara itu Brian dan juga Milano yang sudah duduk di kursi makan masih beradu argumen tentang Mil.


"Sudahlah kamu cari asisten baru, biarkan Mil aku jadikan istri oke lah oke,"


Namun sekarang Milano tidak lagi menanggapi perkataan sang kakak, dan fokus pada makanan yang sudah berada di depannya.


"Aku akan carikan asisten lain untuk kamu, bagaimana? Lagian juga kamu tidak mungkin menyukai Mil kan? Buyung kamu aja loyo, bagaimana bisa menyukai seorang wanita,"


"Diamlah. Mil sampai kapanpun akan menjadi asisten pribadiku mengerti, dan selama dia jadi asistenku, dia tidak boleh memiliki hubungan dengan siapa pun."


"Dasar egois, dia seorang wanita butuh cinta dan juga kasih sayang, memang seperti kamu,"

__ADS_1


"Kenapa dengan aku? Aku juga bisa memberi kasih sayang dan cinta untuk Mil," ujar Milano tidak menyadari dengan ucapannya sendiri.


Bersambung.........................


__ADS_2