SUAMI MASA DEPAN

SUAMI MASA DEPAN
Benci


__ADS_3

Acara pernikahan Mil dan juga Milano berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apa pun.


Milano begitu bahagia saat sudah menyandang status sebagai suami Mil, wanita yang sudah membuat hidupnya berubah dan menjadi lebih berwarna.


Milano yang baru saja tiba di dalam kamar hotel bersama dengan Mil sang istri, langsung menghampiri Mil yang sedang duduk di pinggiran ranjang.


Senyum terukir dari ke dua sudut bibir Milano yang sekarang berdiri tepat di hadapan Mil, sambil memegang ke dua bahunya.


"Singkirkan tanganmu!" seru Mil.


"Sayang ada apa dengan kamu. Dari tadi aku perhatikan, kamu begitu acuh padaku," ucap Milano.


Mengingat lagi dari acara mengikat janji suci sehidup semati, hingga acara resepsi. Mil tidak sama sekali berbicara, dan acuh saat Milano mengajaknya berinteraksi.


Bukan hanya itu, Milano merasa ada yang berbeda dengan sikap Mil.


"Aku bilang singkirkan tanganmu!" seru Mil lagi.


Saat tangan Milano masih memegangi ke dua bahunya.

__ADS_1


Sekarang Mil, menyingkirkan ke dua tangan Milano dengan kasar.


Tentu hal itu membuat Milano begitu bingung dengan perubahan sikap Mil yang sekarang sudah menjadi istri sahnya.


"Sayang ada apa dengan kamu? Tapi jangan di jawab. Biar aku yang menjawab. Pasti kamu sedang kedatangan tamu bulanan kan, hayo ngaku saja," ujar Milano sambil tersenyum ke arah sang istri yang sedang memalingkan wajahnya karena memang tidak ingin melihat Milano. "Kalau begitu malam ini aku tidak bisa membuka pabrik dong sayang. Tapi tidak apa apa, jik nanti kamu sudah siap. Aku akan mengobrak abrik pabrik kamu. Dan mulai sekarang persiapkan dirimu oke,"


Mil tidak merespon perkataan Milano, namun saat ini dirinya langsung menatap tajam ke arah Milano dengan wajah datar.


Kemudian Mil beranjak dari duduknya, lalu mendorong tubuh Milano dengan kencang hingga pemilik tubuh mundur beberapa langkah ke belakang.


"Menyingkir dari hadapanku!" perintah Mil.


Namun bukannya menjawab pernyataan yang dilontarkan oleh Milano, Mil segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.


Dan baru saja melangkah beberapa kali, Mil menghentikan langkahnya saat tahu Milano mengikutinya dari belakang.


"Diam di tempat. Atau aku akan keluar dari kamar ini," perintah Mil dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Tentu saja hal itu membuat Milano benar benar bingung dengan perilaku sang istri.

__ADS_1


"Ya ampun, apa wanita jika sedang datang bulan sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat? Jika iya, aku harus memperbanyak sabar untuk menghadapi istriku tercinta," ucap Milano di akhiri dengan tersenyum.


Lalu Milano berpikir untuk sejenak, jika dirinya pernah melihat artikel bagaimana cara mengembalikan mood wanita yang sedang datang bulan.


"Baiklah sayang. Aku akan segera kembali," ucap Milano lagi yang langsung keluar dari kamar, berniat untuk membelikan beberapa coklat untuk Mil, agar mood nya kembali membalik.


Mil yang sudah berada di dalam kamar mandi mengguyur seluruh tubuhnya di bawah pancuran air shower, dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya.


Perasaan cinta untuk Milano yang selama ini memenuhi hatinya kini tidak ada lagi.


Dan perasaan itu sekarang di gantikan dengan perasaan benci, saat dirinya mengetahui siapa Milano yang sebenarnya.


Mil mematikan air shower yang sedari tadi terus mengguyur tubuhnya.


Lalu Mil tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya, mengingat lagi apa tujuan selanjutnya, kenapa dirinya mau melangsungkan pernikahan dengan Milano, meskipun sekarang tidak ada lagi rasa cinta untuknya.


"Kamu harus menyusul ke dua orang tuaku Mila!" teriak Mil dengan kencang.


Entah memiliki pikiran dari mana, Mil yang sekarang sangat membenci Milano, berencana untuk menghabis nya.

__ADS_1


Bersambung..................


__ADS_2