
"Pak Mila!" seru Mil sambil menggeser tubuhnya, dan alhasil karena tadi Mil berada di tepi tempat tidur, membuatnya langsung terjatuh. "Aw sakit," ujar Mil saat sudah berada di atas lantai.
Tentu saja Milano langsung turun dari tempat tidur sambil menahan tawa.
"Aku sedang sakit Pak, tega sekali Bapak menertawakan aku," kesal Mil, saat melihat wajah Milano.
Dan Milano tidak menanggapi perkataan Mil, karena sekarang langsung membantu Mil beranjak dari tempatnya.
"Yang mana yang sakit?"
"Semuanya lah Pak," jawab Mil sambil memegangi pinggangnya.
"Kalau begitu aku tidak jadi membuktikan padamu dong,"
"Pak sudahlah jangan bercanda lagi, lupakan yang aku katakan tadi, aku yang salah mengatakan hal tadi, padahal aku tahu Pak Mila tadi menyosor aku,"
"Kamu pikir aku bebek, nyosor ada ada saja," seru Milano. "Lebih baik kamu tidur, ini sudah sangat larut,"
"Tidak mau, nanti Pak Mila berbuat yang tidak tidak lagi saat aku sedang tidur,"
Mendengar apa yang di katakan oleh Mil, Milano hanya melirik nya sekilas sambil mengambil ponsel miliknya yang berada di kantong.
"Lagian aku haus Pak, mana bisa aku tidur dalam keadaan haus," ujar Mil.
Namun lagi lagi tidak mendapat tanggapan dari Milano yang sekarang sedang menghubungi seseorang dari balik ponselnya.
"Sebentar lagi pintu ini akan terbuka,"
"Tuh kan, sebenarnya Pak Mila kan yang mengunci pintu kamar ini, kalau suka sama aku katakan saja Pak, jangan main kunci kunci seperti ini. Pasti aku akan menerima Pak Mila kok, karena dari dulu aku sudah mencintai Pak Mila,"
__ADS_1
Mil langsung menutup mulutnya setelah ucapannya kebablasan, dan Milano yang mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Mil langsung melirik ke arahnya sambil memasukkan ponselnya ke dalam kantong celana, saat sudah selesai menghubungi seseorang.
Namun Milano tidak mengatakan apa pun karena dirinya langsung menuju ke arah pintu, yang sepertinya sedang di buka.
Dan benar saja pintu tersebut di buka olah mama Feli, saat tadi Milano menghubungi nya dan berpura pura sudah puas menikmati tubuh asisten pribadinya.
"Mila akhirnya kamu, oh Tuhan terima kasih," ucap mama Feli sambil mengukir senyum ke arah Milano saat ke duanya berhadapan hadapan di depan pintu.
Milano yang tidak ingin meladeni ucapan sang mama langsung meninggalkannya, tanpa mengatakan apa pun.
Dan setelah kepergian sang putra, mama Feli langsung menghampiri Mil, yang sekarang sedang duduk di pinggiran tempat tidur.
"Mil,"
"Iya tante," sahut Mil sambil memegangi pinggangnya yang masih terasa sakit.
"Sakit tante," jawab Mil.
Tentu saja mama Feli langsung mengukir senyum dan duduk di samping Mil.
"Ya ampun maafkan Mila ya, apa ini pertama kalinya kamu melakukannya? "
Mil yang tidak tahu arah tujuan yang di tanyakan oleh mama Feli langsung menganggukkan kepalanya, yang Mil pikir mama Feli bertanya tentang dirinya yang baru sekali jatuh dari tempat tidur, apa lagi tempat tidur yang ada di kamar tersebut cukup tinggi.
Kemudian mama Feli langsung memeluk tubuh Mil sejenak sebelum melepaskannya.
"Tante ingin tahu, berapa kali tusuk hingga milik Mila bisa menyembur? Mudah mudahan durasinya lama,"
"Tusuk apa tante?"
__ADS_1
"Tusuk kue apem,"
"Apa malam malam ada yang jualan kue apem?"
"Ish kamu bagaimana sih. Barusan kamu dan juga Milano habis main tusuk menusuk kan?"
"Tidak, aku bukan kriminal tante. Lagian di sini juga tidak ada senjata tajam," jawab Mil yang tidak tahu apa yang sedang mama Feli katakan.
"Ya ampun bukan itu Mil, tapi M L,"
"Oh game online itu? Aku tidak suka main game itu tante,"
Dan mama Feli pun langsung menepuk jidatnya mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Mil.
"Bukan itu, tapi kamu dan juga Mila baru saja main kuda kudaan kan? Jangan di jawab," ucap mama Feli yang langsung menyatukan jari telunjuk dan jari ibu untuk membentuk huruf O, lalu jari telunjuk yang sebelahnya di keluar masukan di huruf O tersebut.
Mila yang baru mengerti arah pembicaraan mama Feli, langsung menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun tante, aku dan Pak Mila tidak melakukan apa pun,"
"Terus kamu bilang sakti, apanya yang sakit?"
"Pinggangku tante, tadi jatuh dari atas tempat tidur ini,"
"Ya ampun tante kira, buyung Mila sudah bisa berdiri tegak dan tidak mati suri," ucap mama Feli dengan kecewa.
"Maksud tante?"
Bersambung......................
__ADS_1