
Polisi tersebut langsung menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja Mil katakan.
Dan Mil pun langsung menutup mulutnya merutuki apa yang baru saja di katakan nya.
Milano yang berdiri tepat di samping Mil menoleh ke arahnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja Mil katakan.
"Ya ampun. Ini mulut kenapa los dol sih, aku benar benar akan memberi pelajaran pada Dino yang sudah meracuni otakku ini," batin Mil yang sekarang melepas tangannya yang masih menutupi mulut.
"Pak. Maaf aku salah bicara. Maksud aku, tadi kita tidak sedang melakukan apa pun. Aku hanya membersihkan ke dua matanya yang pedih karena aku mengolesi minyak angin terlalu banyak di keningnya Pak. Jika Bapak tidak percaya tanya saja orangnya," bohong Mil sambil menunjuk ke arah Milano sebisa mungkin agar polisi tersebut tidak membawanya ke kantor polisi.
Kemudian Mil mendekatkan wajahnya ke arah Milano yang menunjukkan wajah tanpa ekspresi.
"Pak Mila. Ayo dong benarkan ucapan aku barusan. Aku tidak ingin ke kantor polisi," bisik Mil di telinga Milano.
"Aku tidak bisa di bohongi Mbak. Karena kami melihat sendiri apa yang kalian lakukan paham!"
"Tidak Pak. Aku tidak paham," sambung Mil sambil nyengir kuda.
Tentu saja membuat polisi tersebut sekarang beralih menatap ke arah Milano sambil menggelengkan kepalanya karena mendengar apa yang baru saja Mil katakan.
"Apa benar yang tadi si Mbak bilang Mas?" tanya polisi tersebut pada Milano.
Milano mengangkat ke dua bahunya. "Seperti yang Pak polisi lihat,"
__ADS_1
Mil menatap tidak percaya ke arah Milano, setelah mendengar jawaban dari nya.
Kemudian polisi tersebut menyuruh rekannya yang lain untuk menggelandang Milano dan juga Mil ke kantor polisi.
"Ish kenapa Pak Mila seakan pasrah sih di bawa ke kantor polisi," ucap Mil kesal saat ke duanya berjalan bersama menuju mobil polisi yang berada tepat di depan warung makan dan juga rumah tersebut.
Namun tidak mendapat jawaban dari Milano yang kini melangkahkan kakinya lebih cepat meninggalkan Mil.
"Uh dasar menyebalkan. Aku tidak ingin masuk penjara hanya karena berciuman ya,"
"Tidak Mbak, paling hanya di nasehati dan di beri bimbingan, bisa juga di nikahkan," ucap salah satu polisi yang sedang memegangi tangan Mil.
Mil menghentikan langkahnya saat mendengar apa yang baru saja polisi yang sedang memegangi tangannya katakan.
"Di nikahkan?"
"Ya sudah ayo cus pak ke kantor polisi," sambung Mil begitu antusias dan segara menuju mobil polisi dan tersenyum senang.
*
*
*
__ADS_1
Tentu saja Mil dan juga Milano di tempatkan di ruangan khusus dan tidak di campur dengan pasangan lain yang ikut terjaring razia setelah ke duanya tiba di kantor polisi.
Saat polisi mengetahui siapa Milano, pemilik perusahaan Justin Corp yang terkenal.
Milano tidak menjawab pertanyaan dari polisi yang di tujukan padanya. Dan hanya Mil yang menjawab pertanyaan tersebut.
"Pak sudah lah jangan banyak bertanya. Lebih baik bapak nikahkan kami saja. Tadi kan pak polisi itu mengatakan padaku, paling ujungnya aku akan di nikahkan iya kan?" tanya Mil sambil menunjuk salah satu polisi yang ada di ruangan tersebut, yang tadi menggiring nya menuju mobil.
"Kami tahu siapa Bapak ini," ucap polisi yang sedang menginterogasi Milano dan juga Mil. "Mana mau pemilik perusahaan Justin Corp menikahi cacing kremi seperti anda,"
"Heh Pak, mereka tahu sendiri apa yang terjadi di lapangan jika aku dan juga–"
"Kami sudah menyelidiki kenapa kalian ada di sana. Dan ternyata mobil Pak Mila ini mati. Lalu kalian meneduh di warung makan itu, setelah meneduh tiba tiba Pak Mila jatuh pingsan dan di suruh masuk ke dalam rumah oleh pemilik warung dan rumah di mana kalian berada," jelas polisi tersebut memotong perkataan Mil, dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kerena tadi sudah terlebih dahulu menginterogasi pemilik rumah makan.
"Tapi pak. Anak buah Bapak melihat sendiri apa yang kami lakukan,"
"Ya ampun kamu jadi wanita gatel amat ingin di nikahi oleh pak Mila. Ingat pak Mila tidak mungkin mau menikahi kamu!"
"Aku akan menikahinya," sambung Milano.
Tentu saja membuat semua yang ada di ruangan tersebut begitu terkejut dengan ucapan Milano.
Tidak terkecuali Mil, yang langsung menatap ke arah Milano yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Pak Mi–" Mil tidak jadi meneruskan ucapannya karena tiba tiba jatuh pingsan.
Bersambung..................