
Setelah beberapa hari, akhirnya Kaki Neeha sembuh total. dan sudah beberapa hari ini juga Neeha merepotkan Langit.
Sebenarnya, beberapa kali Langit memergoki Neeha berpura-pura sakit saja. Padahal luka di kakinya sudah mengering tapi terus saja meringis kesana kemari, lalu berjalan pincang saat berhadapan dengan Langit.
Menghadapi sikap aneh istrinya. Langit hanya bisa berpasrah diri. Ia harus meladeni sikap manja istrinya sementara. Nanti kalau dia bosan pasti akan berhenti juga, pikirnya.
Di kantor...
Neeha duduk berhadapan dengan Aca. Seperti biasa, mereka mengobrol masalah pekerjaan dan kehidupan rumah tangga.
"Tapi Nee, aku harus kasih tahu kamu sesuatu"
"Apa Aca, Kok kamu jadi serius gitu. Aku ngeri nih"
"Kayaknya Jordi curiga sama pernikahan kamu"
"Pushhh....
Neeha memuncratkan minuman yang baru saja ia seruput dan belum tertelan. "Hah..."
"Hati-hati dong Nee!"
"Kamu tahu dari mana ca?"
"Dia selalu bertanya seolah menyelidik tentang kamu.. Seolah dia mau aku ngasih tahu kalau kalian itu nikah memang tanpa cinta.. Lagian aku juga salah waktu itu sempat lupa sama pertanyaan pancingan Jordi. dan aku jawab kalau cinta bisa dipupuk. Kayaknya itu awal mula kecurigaan dia deh Nee. Gimana dong.. Maafin aku Nee"
"Iya iya, kamu ngomong gak ada jeda Aca. Lagian kan kamu emang gak sengaja"
"Jadi gimana dong Neeha, tapi kamu harus ingat aku cuma sekali itu doang salah. Setelah itu pas dia nanya aku cuma bilang cinta gak harus diumbar-umbar Nee"
"Tapi kenapa dia jadi curiga. dan hubungannya sama dia apa coba?"
"Nee, kamu jangan pura-pura gak tahu deh. Udah jelas si Jordi itu suka sama kamu"
"Pushh...." Lagi-lagi Neeha memuncratkan minuman dari mulutnya.
" Ish Neeha" Aca menyodorkan tisu.
"Jadi gimana Ca, pantas saja akhir-akhir ini sikap Jordi jadi aneh. Dia kayak inisiatif ngebelain aku padahal gak perlu waktu aku debat sama Si Sera dan Lasmi"
Sera dan Lasmi adalah duo yang selalu ingin menjatuhkan Neeha. Karena mereka pikir Neeha masuk Perusahaan karena koneksi orangtuanya.
Meskipun berkali-kali hal itu terbantahkan oleh kemampuan Neeha yang mumpuni. Tetap saja mereka merasa iri dan kepo dengan kehidupan Neeha, termasuk kehidupan pernikahan Neeha.
"Mungkin kamu harus tunjukin kemesraan di depan dia Nee!"
"Caranya?"
"Caranya.." Aca memutar otak, beberapa kali memejamkan dan membuka matanya.
"Ngapain sih Ca, risih juga ngelihat mata kamu"
"Kamu beneran nggak suka Jordi?"
__ADS_1
"Enggak Ca"
"Kenapa, kan bisa jadikan dia sebagai cinta kamu buat alasan cer..."
Neeha menutup mulut sahabatnya." Jangan sembarang ngomong Aca!" Neeha melihat sekeliling "Lihat-lihat tempat dulu dong!"
"Iya-iya maap. Kenapa kamu nggak mau sama Jordi?. Aca menurunkan suaranya hampir seperti berbisik "Dia kan termasuk kategori tampan di Perusahaan"
"Selama pengalaman kerja bareng dia. Aku kayaknya nggak Tahan deh Ca"
"Kenapa ?. karena dia tempramen?. Kan tempramen bisa luluh sama cinta tulus wanita cantik kaya kamu" Aca menyentuh dagu sahabatnya, menggoda.
"Bukan itu aja Aca, itu hanya salah satunya. Dia cuma melihat wanita dari kecantikan saja. Aku pernah mergokin dia marah sama seorang anak magang hanya karena fisiknya, bukan aku mengina ya. Ini yang aku lihat"
"Terus?" Aca Penasaran.
"Iya, soalnya ternyata yang salah bukan akan magang itu, tapi dia gak minta maaf sedikitpun"
"Ya ampun, ternyata dia punya sisi yang kaya gitu juga. Aku pikir cuma tempramental aja yang harus dikhawatirkan"
"Enggak Aca, dia mengingatkan aku sama Azkal si bajingan Hina itu. yang pernah dipuji sama selingkuhannya kalau Azkal nggak pemarah, Azkal baik hati, padahal itu karena dia cantik. Eh salah dia cantik dibawah aku"
"Iya Nee, Dia cantik dibawah kamu"
"Terus Jordi itu tipe yang nggak mau percaya kalau nggak lihat bukti secara langsung dan parahnya mau main hakim sendiri. Pernah dia berantem sama kliennya kalo nggak salah"
"Iya aku juga pernah dengar, cuma perusahaan menutupi hal tersebut karena dia bawa keuntungan lain kan"
"Iya, bahkan dia mau berantem sama Mas Langit di depan gerbang karena dia bilang Mas Langit yang but kaki aku luka"
"iya itu dia. Jadi kok malah kita ngebahas masalah itu sih Aca"
"Iya ya, bukannya kita harus bahas cara kamu" Aca menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ahaa... kan udah tadi. tunjukin kemesraan kamu"!"
"Iya, tapi caranya gimana?" Neeha meminta pencerahan.
"Iya, kamu muji betapa baiknya suami kamu kek!. Betapa romantisnya suami kamu gitu!"
"Mmm bener ya, otak kamu memang encer buat masalah ginian Aca"
"Eh-eh masalah lain juga kali Nee, Aku adalah orang pertama yang bilang bahwa mantan pacar kamu pada gak berguna"
"Kalo gitu aku harus ajak Mas Langit kerjasama. Nggak mau lagi gagal kayak waktu itu pas ada Azkal dan selingkuhannya"
"Boleh Nee, itu lebih baik. dan lagi, aku dukung Kamu sama suamimu Nee. Moga kalian langgeng ya hehe" Aca tersenyum lebar.
"Kamu aja nggak pernah ketemu langsung sama dia Aca. Udah yakin aja"
"Pernah kok, waktu pesta pernikahan kalian. dan lagi dia orangnya kaya apa aku udah tahu dari caranya memperlakukan kamu"
****
Sesuai rencananya bersama Aca. Neeha pergi menemui Langit di kampus tempatnya mengajar.
__ADS_1
Kebetulan Neeha bisa pulang cepat hari ini. Ia memasuki gerbang kampus. Terlihat masih banyak mahasiswa yang bersiliweran meskipun hari mulai gelap.
Benar-benar jiwa muda. bebas dan penuh mimpi
"Halo, boleh tanya kamu tahu ruangan Dosen Langit ada dimana?"
"Raungannya ada di lantai 5 gedung Itu" Mahasiswi yang tampak terburu-buru menunjuk sebuah gedung.
"Ooh makasih ya"
Neeha berjalan menuju gedung tersebut. Lantai 5, tulisan Lift sedang diperbaiki membuat Neeha harus menarik nafasnya panjang.
"Sepatu high heels yang dipakainya harus dibawa menaiki tangga ke lantai 5. Dengan susah payah akhirnya ia sampai di ruangan tersebut. Ruangan Dosen seperti di lantai 3 dan 4 yang baru saja ia lewati.
"Akhirnya, sampai juga hah heh..." Nafasnya tersengal.
Neeha melihat dari pintu, pandangannya mengedar ke seluruh ruangan. Ia melihat Langit, sedang berbicara dengan dua mahasiswa bimbingannya Dara dan Romi.
"Nyari siapa?"
Suara lelaki yang sukses membuat Neeha kaget setengah mati. Dia adalah Agung, suami Ajeng sekaligus sahabat Langit.
"Meha?" Agung menyodorkan tangannya.
"Neeha Pak, bukan Meha" balas Neeha sambil menyodorkan tangannya.
"Eh iya saya lupa, mau nyari Langit?"
"Iya, Pak"
"Jangan panggil Pak. Saya Agung, nggak ingat saya?"
"Suaminya Ajeng?" Neeha membelalakkan matanya.
"Iya benar sekali"
Ajeng yang terlihat dewasa memiliki suami yang terlihat urakan. Bau keringat dan pakaian yang amat lusuh. Setahunya dosen ilmu olahraga tidak terlihat seperti itu.
"Kok kamu menatap saya kaya gitu?"
"Eh enggak kok Pak. Maksudnya Agung" Neeha tersenyum canggung.
....
Saat Agung dan Neeha mengobrol di depan pintu. Jiwa kepo Romi meronta. " Itu Pak Agung ngomong sama siapa?. cantik banget apa Pak Agung selingkuh?"
Dara dan Langit segera reflek melihat ke pintu. Langit segera mengakhiri sesi bimbingan gratisnya pada dua mahasiswa itu. Ia membereskan barang-barangnya dan berdiri.
"Bapak sudah mau pulang?" tanya Dara.
"Kan memang sudah dari tadi harusnya saya pulang" Langit berlalu.
"Dosen yang terbiasa disiplin memang luar biasa" Dara mengangkat jempolnya.
__ADS_1
Bersambung...