
Neeha mencari makanan yang bagus dari internet. Sudah lama ia bersabar menunggu inisiatif dari suaminya.
Tetapi inisiatif itu tak kunjung ada. Kebiasaan monoton suaminya sudah tertular secara perlahan.
Kerjaan rumah, makan, tidur, bersih-bersih. Jika seperti itu saja, bagaimana bisa mereka melanjutkan kehidupan rumah tangga.
Karena Langit pulang sedikit terlambat malam ini. Neeha akhirnya memesan olahan Tiram.
Mas Langit, kamu harus tahu istri kamu lebih dari mantan kamu
Bunyi pintu di ketuk segera membuat Neeha berdiri dari sofa. Ia merapikan rambut dan berjalan ke depan pintu. Neeha menyambut Langit dengan senyuman hangat di depan pintu.
Langit melihat tubuh Neeha dari awal. Yes, sesuai dugaan Neeha. Baju dari mertuanya memang berbeda.
Langit melihat ke bawah, mengganti sepatunya. Baju piyama dari Ibunya. Oh tidak ingatan betapa indahnya leher Neeha. Setelah sendal pasangan di pakai ingatan mengenai Langit yang bisa-bisanya menggoda Neeha makin terasa.
Waktu itu Langit sengaja menggoda Neeha karena tidak ada perasaan di dalam pernikahan mereka. Sedangkan Kini, situasinya sudah berubah. Langit tahu bagaimana perasaan istrinya. Tidak mungkin ia berani menggoda atau Neeha akan bertindak lebih jauh.
"Kamu makan dulu Mas!" Neeha menurunkan tas hitam suaminya.
Neeha memastikan Langit duduk dengan mendorong tubuh suaminya yang kaku. Penutup di buka dan terlihat makanan yang dipesan tersebut.
"Paa perlu aku hangatkan dulu Mas?" Neeha mengisi air di gelas dengan gambar kucing.
"Tidak usah Nee!"
Mengapa Neeha memesan olahan tiram?.
"Saya sudah kenyang Nee" ujar Langit menolak halus.
Karena Neeha membuat ekspresi wajah yang manyun gak jelas. Langit akhirnya tetap memakan hidangan tersebut.
Neeha terus memperlihatkan Lehernya dengan sengaja. Tetapi Langit berusaha untuk fokus dengan hidangan.
"Kalau gitu aku duluan naik ke atas ya Mas"
Berikutnya Langit menaiki tangga Setelah lampu dimatikan. Di kamar, Neeha terlihat sibuk dengan ponselnya sendiri.
Langit mengambil handuk. Tubuhnya benar-benar butuh disegarkan.
"Mas Langit mau mandi?" tanya Neeha.
__ADS_1
"Iya"
"Jangan lama-lama ya Mas!"
"Iya"
Neeha membalik selimut mengelus kaki mulusnya. Berharap Langit akan tertarik. Namun tanpa memperhatikan tingkah laku istrinya yang selalu aneh usai menyatakan perasaan, Langit langsung masuk ke kamar mandi.
Banyak cara yang dilakukan Neeha sebelumnya. Seperti menyentuh dada Langit di balik bajunya. Dengan sengaja memainkan kaki di atas tubuh Langit, atau mencium kening Langit secara diam-diam berharap ada adegan romantis dari Suaminya bak film-film roman.
Namun Langit akan mengancam agar salah satu dari mereka tidur di bawah jika Neeha terus bertindak aneh. Sehingga godaan Neeha itu selalu berakhir dengan tidur layaknya mereka biasanya.
Dasar monoton kaku. Kalau gitu biarkan aku yang beraksi. Michele akan datang, aku harus lebih berani. Atau Mas Langit bisa terpaku sama mantannya lagi.
Langit keluar kamar mandi dan terduduk melihat Neeha menanggalkan pakaiannya. Tersisa Pakaian Dalam seksi bewarna hitam.
Neeha menaikkan rambutnya, dengan jelas sebagai memperlihatkan Lehernya yang amat indah.
"Panas ya Mas Malam ini?" tanya Neeha dengan suara pelan dan hembusan nafas.
"Panas?. Apa AC nya mati?"
Langit mengambil remote AC dan menurunkan suhu.
Neeha memakai piyama ketat sejenis tanktop tersebut. Tak kehabisan akal, Neeha mengambil sesuatu dari tasnya.
Apa lagi yang akan kamu lakukan Neeha. Hargai saya yang susah payah menahan diri ini.
Rupanya parfum dengan kemasan kecil yang ia beli saat mengunjungi Zizi. Parfum limited edition yang dapat meningkatkan gairah se**ual terutama bagi pasangan menikah.
Ia oleskan di pergelangan tangan dekat nadi agar aroma yang dihasilkan sempurna. Lalu ia mendekatkan tangannya yang satu lagi agar aroma parfum merata dan tidak terlalu menyengat.
"Mas aku tadi mampir di tempat Zizi, ada rekomendasi parfum ini. Kayaknya wangi menurut kamu gimana?"
Neeha menggoda Langit di ranjang. Aroma parfum tersebut memang membuat Langit lemah, Lelaki monoton itu sudah nggak nahan namun hatinya meminta agar tahan dahulu.
Bawahnya menegang, membuat Langit segera berdiri dari ranjang. "Neeha, saya lelah dari Kampus. Kamu ngapain ke toko parfum itu?. Menemui Aron?"
"Beli Parfum Mas" jawab Neeha. "Bukan Aron yang aku temui tapi Zizi"
"Kamu tahu Aron berbahaya kenapa memancing agar ia terus dekat dengan kamu?"
__ADS_1
Tidak sempat menjelaskan, Neeha sudah ditinggal suaminya. Langit kesal dan mengambil guling. Ia berniat keluar dari kamar dan ingin tidur di kamar bawah saja.
Neeha mengomel sambil membuang bantal yang biasa dipakai Langit ke pintu. "Bawa nih bantal kamu sekalian. Ngapain cuma bawa guling Mas!"
"Aku sukanya kamu Mas"
"Aku cuma ngomong sama Zizi"
"Aku bahkan beli Tiram biar kamu terang***g. Aku juga minta parfum ini yang harganya luar biasa"
"Aku lakuin biar kita...." Neeha mengacak selimut. "Biar kita ngelakuin itu loh Mas."
"Atau aku harus pakai vitamin dari Sera lagi"
"Ah gimana kalau mas Langit lupa lagi, waktu itu saja di bilang ingat tapi entah benar-benar ingat atau tidak"
"Aku takut kalau kamu ketemu Michele kamu ..."
Ternyata Langit duduk di depan pintu kamar mereka. Langit mendengar unek-unek istrinya sembari memeluk guling.
Saya harus melakukan hal ini Nee. Saya tidak mau kamu melakukan hal ini karena takut saya masih memiliki rasa pada Michele. Saya harus memastikan dahulu bahwa hubungan Saya dan Michele hanya masa lalu seperti apa yang kita harapkan.
...***********...
Aca mencoba Bicara Pada suaminya yang tak henti-hentinya menatap Laptop.
"Kamu nggak tidur Honey?" Aca dengan lipstik merahnya mengecup pipi Sang suami.
"Belum mengantuk, kamu tidur duluan ya!" Wiliam mengecup kening istrinya.
Aca akhirnya masuk ke kamar sendirian. Padahal biasanya Wiliam juga bisa bekerja di kamar. Namun sejak menjadi lebih sibuk, Suaminya lebih suka duduk menatap Laptop di meja ruang tamu.
Aca masuk ke kamar dan merapikan selimut, karena tidak bisa tidur. Aca menelfon Neeha, sekedar mendengar unek-unek baru dari Neeha membuatnya tenang.
Neeha tak menceritakan bagaimana ia ditolak mentah-mentah Langit. hanya tentang permintaannya pada Zizi saja.
Giliran Neeha bertanya tentang Aca, jarang sekali di jam selarut itu Menghubunginya duluan. Tidak mungkin hanya ingin mengobrol singkat, karena biasanya Aca pasti bermesraan dengan suaminya. Jawabannya akan selalu sama, Aca sangat suka dengan hubungan panasnya.
Wiliam yang tampan mengecupnya. Andai saja bibirnya yang dikecup, jangan harap Aca akan melepaskan Suaminya itu malam ini. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri panggilan.
Andai saja Mas Langit punya setengah gairah suami kamu Aca.
__ADS_1
Sementara pikiran Aca, Andai saja suaminya adalah orang setia seperti Langit. yang monoton, maka ia tak akan curiga diselingkuhi.
Bersambung....