
Mereka dalam perjalanan menuju ke kediaman Tuan Rinto. Mobil dikendarai Langit, perjalanan mereka diiringi lagu galau yang dinyanyikan Neeha dengan berantakan.
Sabar Langit, saya harus sabar menghadapinya. Jika lagu galau seperti ini bisa dinyanyikan 3 oktaf lebih tinggi. Kalau lagu rock saya mungkin akan mengalami gangguan pendengaran.
Langit menahan diri, dia tidak bisa langsung menggoda Neeha seperti sebelumnya. Pengakuan Neeha cukup membuatnya menjadi orang yang lebih berhati-hati lagi.
"Kalau dipikir-pikir, Mas Langit belum pernah ke rumah aku kan?"
"Untung Kamu berhenti bernyanyi Nee"gumam Langit.
"Mas Langit bilang apa?"
"Tidak ada. Iya ini pertama kalinya saya datang Nee"
"Aku bahkan pindahan sendiri, Mas Langit cuma nunggu sambil duduk manis di rumah. Bahkan Mas Langit nyuruh aku bawa lagi. Akhirnya nyumbangin semuanya aku memang kaya dan baik hati" Neeha menyombongkan.
Seulas senyum muncul di wajah Kaku Langit. Meskipun Neeha menyombongkan prilakunya, tetap saja dia kaya dan baik hati.
"Neeha saya ingin bicara sesuatu"
"Bicara apa Mas, memangnya kamu harus berhati-hati seperti itu?"
"Michele mungkin akan kembali"
Ekspresi Neeha berubah, dengan santainya Langit menyebut nama Michele.
"Jadi udah selama berhari-hari kita di rumah Mas Langit nggak bisa ngomong tentang mantannya Mas yang mau balik??"
"Saya juga mempertimbangkan perasaan kamu Nee"
"Mas Langit alasan, terus kenapa mesti di rumah ini?"
"Aku tetap aja kesal Mas. Mau mas Langit mempertimbangkan perasaan aku atau enggak"
Akhirnya mobil di tiba di halaman depan. Seorang Satpam mengambil alih untuk memarkirkan mobil.
"Setelah saya pikir-pikir tentu saja renovasi rumah kita sangat cepat Nee, rumah kamu sangat mewah"
Neeha tak membalas ucapan Langit dan memeluk Mamanya tergesa.
Saat makan malam bahkan membahas bagaimana Neeha yang kini mengetahui statusnya sendiri tak bersemangat. Apalagi Saat yang lain asik bercerita mengenai cucu. Neeha pamit undur diri untuk ke kamar.
"Ada yang tidak beres Langit?"
"Neeha pasti ngambek sama saya Pa"
Mengetahui bahwa putrinya marah karena berita tentang Michele. Tuan Rinto menyuruh Langit membujuk Neeha.
...****************...
"Neeha lupakan saja ya, Saya bahkan menuruti semua keinginan kamu. Persyaratan yang kamu inginkan"
"Setelah aku pikirkan lagi. Aku udah tahu Mas"
__ADS_1
"Kenapa wajah kamu nggak cemberut lagi. Apa kamu masih ingin Saya..."
"Syuttt" Neeha menempelkan jari telunjuknya di mulut Langit.
Langit melepaskan jari Neeha "Pasti kamu melakukan sesuatu Ya?"
Neeha mengangguk, "Mas Langit harus tahu, aku sudah membocorkan rahasia pernikahan kita?
"Apa?" Langit berdiri dari duduknya "Kamu ingkar janji kesepakatan kita Nee"
"Ya mau gimana lagi udah terlanjur jatuh hati sama Mas Langit "
"Kamu bocorkan sama siapa?"
"Sama Mama, Papa, Ayah dan Ibu seharusnya juga udah tahu Mas"
"Jadi kesepakatan kita bukan rahasia lagi?"
"Iya, tapi Mas Langit tenang saja, aku akan minta waktu biar Mas Langit nggak dinikahkan lagi sebelum sekitar 1 tahun. Aku akan mendapatkan hati Mas Langit"
"Neeha kamu sangat berterus terang sekali"
"Kenapa mesti ditutupi Mas?. Nggak ada yang memalukan tentang cinta" Neeha yang optimis.
"Kamu tidak takut saya mungkin tetap tidak bisa mencintai kamu Nee. Apa kamu tidak malu reputasi seorang putri tunggal pewaris kaya raya ternodai hanya karena suaminya yang tidak mampu mencintainya" Langit tersenyum.
"Aku udah terbiasa menanggung malu, dipermalukan. yang jelas Mas Langit beri aku waktu buat bikin Mas Langit jatuh cinta"
"Bagaimana jika saya tidak bersedia" goda Langit, ia tak mungkin jatuh pada Neeha.
Iya, saya hampir lupa bagaimana menangani masalah Michele kembali?. Bahkan wanita ini menjadi agresif tidak seperti biasanya. Mengapa saya harus terlibat dengan kamu Neeha. Mengapa kamu harus mencintai saya. dan lagi, mengapa kejadian malam itu sangat sulit saya ingat.
...****************...
Seorang pelayan mengetuk pintu.
"Udah mau tidur, siapa sih yang ngetuk?"
"Nee, cepat bukain pintu!"
"Mas Langit aja!"
"Kenapa saya?" Langit melihat Neeha tak mau beranjak.
Akhirnya, terpaksa ia harus membukakan pintu. Seperti ucapan Tuan Rinto mertuanya seorang Pria Besar harus tahu kapan waktu mengalah dan bersabar.
Pelayan itu mengantarkan seduhan teh. meletakkannya di meja samping tempat tidur Neeha.
"Siapa yang ngasih Teh?" tanya Neeha.
"Nyonya bilang dia akan bantu kalian jadi lebih erat" Usai menyampaikan pesan dari Nyonya Rinto, pelayan itu pergi.
Neeha langsung bangun, ia menghirup aroma dari teh. Itukan teh racikan Ayah mertuanya. Gawat, bagaimana jika Langit meminumnya dan lupa kembali, bukankah itu artinya ia yang harus mengingatnya sendiri lagi.
__ADS_1
"Aku akan buang ke kamar mandi Mas".
"Nee, itu dikasih Mama, kenapa kamu buang?"
"Ini yang bikin Mas Langit...."
"Bikin saya apa?. Eh iya seingat saya habis minum teh ini saya merasa panas tapi setelahnya apa ya?"
"Berarti Mas Langit lupa karena vitamin itu?"
Selagi Langit kebingungan, Neeha mengetes teh itu untuknya sendiri. Ia meminum segelas saja, meminta Langit menunggu reaksi yang terjadi padanya.
Karena menurut Neeha tak ada reaksi. Ia akhirnya meminum semua isi teko untuk 2 orang tersebut.
"Kok nggak ada reaksi?"
"Kamu tunggu dulu lah!"
Benar saja, Neeha langsung merasa panas. Hanya panas, dan agak pusing namun ia tidak merasakan efek samping seperti Langit.
Neeha menaikkan baju piyamanya.
"Apa yang mau kamu lakukan Nee?"
"Cuma panas Mas" Neeha tertawa.
Langit menurunkan baju Neeha. Ia memegang dua tangan Neeha yang kini kepanasan.
Apa dia ingin berinisiatif menggoda saya di ranjang. Bagaimana juga saya ini laki-laki. Cinta nggak cinta nafsu kan ada.
"Neeha baiknya kamu cuci muka atau mandi sekalian!" Langit berusaha membantu istrinya.
Neeha mencium bibir Langit. Neeha memberitahu bahwa teh itu berbahaya.
"Neeha kamuu? Mengapa kamu sangat tidak sabaran Nee. Ceroboh sekali bagaimana jika kamu..."
"Andai ada vitamin itu juga. Mungkin aku udah ngelakuin hal yang sama buat Mas Langit. Atau ...." Neeha tertidur.
Lanjutannya adalah bagaimana jika kamu tertidur karena teh itu untuk mengatasi Stress. Tapi vitamin apa maksudnya.
Untung saja Langit adalah Dosen sejarah, Ahli arkeologi yang memang sangat suka menghafal. Hanya nama vitamin saja, Heuh sudah pasti ia mengingatnya.
Langit mencari tahu di internet dan terkejut dengan fakta yang ia dapatkan. Selain itu, karena Neeha terus memeluk dan mengusap, menyentuh dadanya yang bidang. Langit mengingatnya, kejadian malam itu, semuanya.
...************...
Langit meminta maaf atas dirinya. Neeha hanya ingin Langit mengizinkannya untuk mendapatkan hatinya.
"Jadi Mas Langit izinin aku mengejar Mas Langit dengan senang hati?" Neeha memeluk Langit, dada bidang suaminya memang berguna dan nyaman untuk dipeluk.
"Kalau kamu berpikir begitu, maka anggap saja iya!" ujar Langit.
Tidak bisa dikatakan juga kalau saya senang hati. Hanya saja saya tidak keberatan asalkan kamu mampu menerimanya. Bahwa saya memang tidak bisa mencintai siapapun lagi
__ADS_1
Bersambung....