
Saat makan malam Perusahaan Azkal dan Clara bertindak sesuai dugaan. Bersikap mesra bahkan di acara penting sungguh tak tahu malu.
"Liat deh Nee, Clara nggak malu duduk di dekat Azkal si brengsek itu!"
"Biarin aja Aca, biarin mereka aku nggak peduli"
"Tapi kok kelihatannya Si Azkal risih ya Nee?"
"Acaa, aku nggak peduli udahlah biarin aja"
Aca masih memantau situasi. Ia lebih menghawatirkan kedatangan Aron.
Beberapa saat kemudian, Aron datang. Ia melihat sekeliling hingga Neeha menengok ke arahnya.
Aron tersenyum dan duduk di meja yang sama dengan Neeha dan Aca. Banyak yang kebingungan namun orang-orang tetap menikmati acara kembali.
Bersikap biasa Neeha, anggap dia adalah orang yang kamu emang nggak kenal. Jangan terlalu kentara.
"Kamu Neeha kan?" tanya Aron yang membuat beberapa karyawan lainnya tercengang.
"Eh iya Pak" jawab Neeha.
"Pakaian kamu bagus"
Lah sebenarnya Pakaian Neeha lebih biasa dibandingkan yang lain. Aca semakin berspekulasi kalau Neeha menjadi incaran Aron.
"Enggak kok Pak biasa saja. Pakaian Bapak lebih bagus" Neeha meladeninya.
"Pak apa Bapak benar-benar sudah menikah?" tanya beberapa orang karyawan wanita yang terpesona dengan kegagahan Aron.
"Menurut kalian gimana?" tanya Aron balik.
Benar-benar pemain sejati, dia pasti mau ngelak.
Aron 37 tahun, sering terdengar desas desus memiliki seorang istri asing. Namun ia tak pernah membenarkan atau membantah.
Layaknya seorang Casanova, Aron begitu mudah berbaur dengan karyawan anak Perusahaan Rinto Grup tersebut. Sesekali Neeha ikut tersenyum dengan candaan yang dilontarkan Aron.
Saat akan pulang Aron segera menghampiri Neeha.
"Kamu pulang pakai Apa?"
"Aku eh saya dijemput suami Pak"
Suaminya?. Saya hampir lupa bahwa dia memiliki suami
"Jangan terlalu formal dengan saya, kamu juga bisa memanggil saya dengan panggilan akrab"
"Jangan pak saya sungkan"
"Tidak perlu sungkan. Kamu tahu kan saya hutang budi sama kamu"
"Nggak perlu dibesar-besarkan Pak saya Ikhlas. dan itu juga bukan karena saya saja"
Duuh mas Langit mana sih, udah dari tadi aku nyuruh segera jemput. Mana si Aca langsung capcus pulang lagi, katanya aku harus waspada.
"Tapi kamu adalah jantung Toko itu, saya dengar semuanya dari Zizi"
__ADS_1
"Terlalu berlebihan Pak. Saya hanya sekedar membantu"
Aron melepaskan jas yang ia pakai. "Kamu pasti kedinginan"
Saat akan memasangkan Jas di tubuh Neeha.
"Nee" sebuah suara melegakan yang memanggil Neeha akhirnya datang.
"Mas" Mata Neeha bersinar bagai bulan.
Langit dengan sigap memasang jasnya di tubuh Neeha. Aroma parfum yang diracik Neeha juga tampaknya dipakai Langit secara berlebihan. Aromanya semerbak menusuk hidung.
"Ayo kita pulang!"
Aron menyodorkan tangannya "Saya Aron"
"Saya Langit suami Neeha" Langit membalas uluran tangan Aron.
Ada percikan dari mata mereka berdua. Seperti, saling menantang dari dalam hati. Namun yang diperhatikan Neeha hanya Langit, bagaikan seorang Hero yang datang saat ia tersudut lalu menyelamatkannya dengan gagah.
Setelah berjalan agak jauh, Langit mempraktekkan saran dari Agung.
"Nee, mari berciuman!"
"Hah...ap..."
"Syuut....tadi saya lihat ada Azkal juga dan pacarnya"
Mereka berciuman dengan mesra. Ciuman yang begitu lembut bahkan pohon-pohon pun merasa iri.
Usai Mobil yang dikendarai Langit dan Neeha menghilang. Aron meminta bawahannya mencari tahu tentang Langit.
...************...
"Mas Langit pakai parfum yang aku kasih ya?"
"Biasanya saya juga pakai"
"Biasanya nggak sebanyak ini, mmmm wangiii, selera aku emang yang terbaik Mas" Neeha menikmati aroma jas Langit
"Kamu hanya ingin memuji diri sendiri"
"Makasih ya Mas" ujar Neeha tiba-tiba.
"Buat apa?"
"Tadi, Kamu bagai seorang pahlawan yang datang disaat saat genting tahu nggak mas" Neeha sumringah.
"Ooh"
"Kok oh doang sih Mas?"
"Saya memangnya harus jawab apa?"
"Nggak mau debat lagi sama Mas Langit. Pokoknya hari ini aku berterima kasih baaanget banget banget " Neeha menampakkan gigi-gigi putihnya.
...****************...
__ADS_1
"Wili" Aca menatap suaminya.
"Kenapa Beby?" Wiliam menatap istrinya.
Wiliam dan Aca tidak punya panggilan khusus, kadang sebut nama atau panggil sayang, atau Honey dan lainnya. Mereka hanya mementingkan kemesraan dan hubungan panas mereka.
"Sepertinya Neeha benar-benar jadi incaran Aron" Aca tampak khawatir
"Calm Down Beby, itu hanya kemungkinan. Bukannya Neeha itu sudah bersuami apalagi kita sudah atur rencana, aku dan rekan ku juga"
"No, aku nggak mau tenang kalau Neeha harus berurusan dengan penjahat kelas kakap seperti Aron" Aca berpangku tangan.
"Bukan kamu saja yang Gedeg dengan Aron. Dia punya banyak musuh"
"Apa yang harus aku lakukan buat Neeha" Aca gelisah sendiri.
"Kamu harus bikin dia tak terlalu dekat dengan si Aron itu, bagaimana juga rencana kita tidak bisa gagal. Rekan aku bahkan sampai ada yang dipecat karena dia"
"Ada yang dipecat?"
"Iya, jadi makanya kali ini kita tidak boleh gegabah. Atau yang ada hanya akan membuat kita yang memakan korban sendiri seperti rekan lama aku itu"
"Iya semoga Neeha nggak akan kemakan jebakan dari Aron"
"Iya, kami juga masih melakukan banyak penyelidikan. dan aku baru tahu fakta mengejutkan Aca" Wiliam duduk sambil berpangku tangan.
"Mengejutkan ?. fakta apa?. Apa Si Aron itu pernah bunuh orang?" Aca berdiri.
"Lebih parah dari itu"
"Apa?" Aca terbelalak
"Bukan membunuh secara langsung, dia suka merusak karir dan menghancurkan hidup seseorang dengan cara keji ya seperti pebisnis ilegal lainnya yang kamu tonton dari TV"
"Bukannya aku juga udah tahu hal itu" Aca kembali duduk.
"Fakta mengejutkan lainnya adalah, Rinto Grup " Wiliam tersenyum.
"Kenapa sama Perusahaan Papanya Neeha"
"Perusahaan yang merekrut aku ternyata bagian dari Rinto Grup, aku juga baru tahu baru-baru ini beby. Rinto Grup yang kita lihat bukanlah semuanya. Mereka lebih besar dan bisa dibilang tak tertandingi"
"Nama perusahaan kamu aja jauh. N aja kan. Eh tungguuuu..... nama Neeha diawali N Haaaa" Mulut Aca menganga.
Dibanding dengan kekuatan dari Aron, Rinto Grup punya koneksi yang lebih lengkap. Apalagi Bisnis Rinto Grup sudah legal dan sampai bekerja sama dengan Pemerintah bahkan negara lainnya.
Aca langsung terbayang Perusahaan besar yang hanya ada dalam bayangannya. Tanpa ia sadari pewaris tahta adalah Sahabat dekatnya yang bahkan juga tak tahu jati diri sendiri.
Aku pikir Neeha hanya anak manja seorang pemegang Perusahaan saja. Ternyata dia memang anak tunggal pewaris kaya raya.
Dari dahulu semenjak Aca mengenal Neeha. Ia selalu merasa bahwa Neeha memiliki sayap pelindung. Kejadian bahaya akibat kecerobohan Neeha selesai dalam kurun waktu singkat.
Bahkan semua mantan pacar Neeha tak ada yang berani meminta balikan. Atau menggunakan cara yang ekstrim. Ia berpikir itu karena perannya, ternyata tetap saja Papanya Neeha berperan penting.
Fakta itu sukses membuat Aca tercengang. Wiliam meminta Aca merahasiakannya dari Neeha, karena setelah bertemu pimpinan utama Rinto Grup Papanya Neeha. Mereka juga punya kesepakatan tersendiri.
Bersambung....
__ADS_1