Suami Monoton Milikku Seorang

Suami Monoton Milikku Seorang
Masalah Dari Aron 2


__ADS_3

Neeha terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia meraba ke arah samping namun tidak didapatinya suami monoton yang akan menatapnya dengan tatapan romantis dan manis.


Neeha menyadari ruangan kamar itu tirainya tertutup. Alarm Ponselnya tidak berdering, dan itu aneh sekali.


Jam menunjukkan pukul 10 pagi.


Jam 10 pagi?. Meskipun Neeha anak orang kaya dan manja. Belum pernah ia tidur dan bangun sesiang itu kecuali libur sekolah. Itupun sudah 20 tahun yang lalu.


Neeha mendapati secarik kertas di meja.


Nee, saya pergi dahulu. Saya harap kamu tidak kemana-mana. Ada urusan penting yang harus saya selesaikan.


"Urusan penting?. Kenapa aku yang nggak boleh kemana-mana coba"


Ketika akan mandi, air mati. Neeha mandi dengan air yang ada dalam Bak mandi.


Cara yang digunakannya juga unik. Langit meletakkan Guci yang dipergunakan sebagai gayung.


"Ini kan guci jaman pra sejarah yang mas Langit simpan di tempat benda-benda koleksinya itu?"


Saat mau makan semuanya sudah disiapkan. Bahkan Neeha tak bisa menonton TV karena listrik yang mati.


Langit menyiapkan berbagai majalah populer dari luar. Majalah mode yang tidak terlalu disukai Neeha.


"Nggak, pasti ada yang aneh. Kenapa Mas Langit seolah menjauhkan aku dari dunia?"


Neeha mondar-mandir di dalam rumahnya. Rumah yang tampak sebagai dikotori agar Neeha membereskannya. Tidak biasanya, Langit tak akan membiarkan Neeha melakukan semua itu sendiri. Apalagi mereka sekarang saling mencintai.


...***********...


Neeha tak bisa menahan diri. Ia harus tahu apa yang terjadi sampai Langit bertindak sejauh ini.


Ponselnya disita, Laptopnya bahkan Semua yang harus hidup tak bisa karena listrik.


Maaf aku nggak bisa berdiam diri di rumah Mas. Kamu bikin aku khawatir.


Neeha hampir saja ditarik masuk ke mobil yang tak dikenal. Hingga beberapa lelaki kekar tak dikenal yang tinggal di seberang rumahnya menyelamatkan dengan sigap.


Orang-orang itu akhirnya diringkus polisi.


"Nona anda tidak apa-apa?" tanya salah seorang dari mereka yang menyelamatkannya.


"Aku nggak apa-apa. Siapa mereka?"


"Mereka pasti suruhan Perusahaan xxx Nona"


"Perusahaan Aron?"


"Iya Nona"


Neeha mendapati berita viral Dimana Dosen Memalsukan Disertasi. Dosen itu adalah Langit, Suaminya sendiri.

__ADS_1


Pantas saja Mas Langit nggak ngebolehin aku buka apapun dan harus berdiam diri di rumah.


"Kalian siapa?. Kenapa menyelamatkan aku?"


"Kami diminta mengawasi anda oleh Tuan Rinto Nona. Tak ada satupun bahaya yang disebabkan oleh orang lain yang boleh mengusik anda Nona"


"Jadi sejak kapan kalian tahu dan tinggal di sekitar sini?"


"Sejak anda mengetahui latar belakang Aron Nona"


"Sudah lama rupanya. Antar aku temui Papa!"


"Baik Nona"


...************...


Neeha masuk ke ruangan Tuan Rinto. Bukannya khawatir dengan dirinya sendiri. Neeha justru meminta Papanya mengurus masalah Langit.


"Sejak kamu jatuh cinta dengannya kamu sudah memindah dunia kamu Sama dia ya"


"Kita saling mencintai Pa. Aku juga dunianya Mas Langit. Makanya dia nggak bolehin aku keluar"


"Biar kamu nggak khawatir Nee"


"Tapi dikurung di rumah justru bikin aku tambah Khawatir Pa"


"Kamu tenang saja, Sepertinya Perusahaan yang mendukung Aron satu-persatu menarik diri"


"Aron juga bukan inti dari mereka. Banyak orang yang bisa menjalani bisnis itu. Aron juga tak secerdik yang Kita duga"


Rupanya semua bisnis ilegal akan dialihkan ke nama Aron. Semua agen luar negeri yang terlibat mengetahui hal itu sebelumnya.


Jika Aron bekerjasama, dipastikan akan memudahkan penyelidikan yang sudah berlangsung lama tersebut.


"Dia bikin Mas Langit dalam masalah. Ternyata masalah dia sendiri lebih berat ya Pa" Neeha meminum kopi Ameracano yang disiapkan untuknya.


"Kamu harus tetap waspada Nee"


"Papa tenang saja, kan Papa udah atur banyak orang kekar buat awasin aku"


"Karena Papa nggak mau kamu terluka. Mama juga bisa ngamuk kalau kamu sampai kenapa-kenapa" ujar Rinto.


Neeha memeluk Papanya dengan erat. Ia tahu keluarganya yang terbaik. Kini izinkan ia menjadi istri yang baik juga. Ia tak mau membiarkan Langit dalam masalah sendirian.


Tuan Rinto melihat kepergian putri kecilnya. Ia membayangkan Neeha yang dahulu begitu kecil dan manja. Neeha yang bermain-main di sofa dan bahkan mengacu di ruang rapat direksi.


"Putri kita sudah besar Ma. Dia bukan lagi putri yang manja dan kekanak-kanakan seperti dahulu" Tuan Rinto membalikkan beberapa file penting Perusahaan


***


Romi menarik Dara pergi ke Taman. Dimana kebetulan Neeha sudah berada disana.

__ADS_1


"Jangan ikut bersaksi Dara, Pak Langit itu Dosen kita!" Romi memperingati.


"Kalau Pak Langit bersikap curang, artinya dia tidak pantas jadi Dosen kita Romi" tukas Dara tidak mau mundur.


"Apa kamu nggak tahu selama ini Pak Langit sangat hebat dalam mengajar"


"Hebat?. Dia sama seperti Dosen lainnya kok"


"Kamu aneh setelah bertemu Kak Michele. Apa idolamu itu yang meminta melakukan hal tercela?"


"Bukan Kak Michele, Romi nggak tahu apa-apa" Dara kesal.


Neeha langsung mendatangi mereka usai mendengar nama Michele. Rupanya setelah didesak dan sedikit diperas bahwa ucapan mereka direkam.


Dara menjelaskan semuanya. Aron memintanya bersaksi bahwa selama ini Langit bukanlah Dosen yang profesional. Langit terlihat tak berbakat sama sekali.


"Makanya aku narik Dara kesini Buk Neeha. Aku takut dia terlibat"


"Bukan aku saja yang bersaksi. Banyak Mahasiswa lainnya juga kan" Dara protes pada Romi.


"Apa kamu akan menjadi seperti mereka?" Romi nggak kalah kuat.


"Apa kamu dibayar untuk membuat kesaksian palsu Dara?" Dengan tenang Neeha menyentuh bahu Dara


"Bukan aku saja Buk" Dara menurunkan tangan Neeha.


"Tapi seorang akademisi seharusnya peduli dengan perubahan. Meskipun hanya satu orang, bukankah kebenaran akan tetap jadi kebenaran"


Dara menangis, ia mengaku sudah mendapatkan tawaran besar dari Aron. Bahkan beasiswa ke luar negeri. Namun Neeha membuatnya sadar, tidak seharusnya akademisi dan orang yang ingin menjadi berpendidikan melakukan hal yang melanggar hukum.


...**********...


Neeha ingin menemui Langit tetapi ia justru melihat Michele disana.


Michele hanya ingin Langit tahu perbuatan Aron. Jangan sampai Aron terlibat masalah.


"Apa kamu masih mau melindungi Aron?. Aku tahu kamu istri simpanannya Michele"


"Bukan Neeha, aku hanya rekan..."


"Nggak ada rekan yang rela menjelaskan apa yang terjadi dengan wajah khawatir seperti kamu Michele"


Apakah Michele akan menyakiti Langit sekali lagi. Apalah Michele akan terus jadi istri simpanan dan membiarkan Aron melakukan hal buruk.


Hanya dengan memperlihatkan tindakannya juga bisa dipertanggungjawabkan. Barulah semua masalah mereka bisa dirajut satu-persatu.


Michele menangis, memang seharusnya dia tidak bisa melukai Langit lagi. Tidak bisakah dia berbuat sesuatu agar Aron tidak semena-mena dan sadar dengan semua perbuatannya.


"Neeha" Michele berubah serius.Sepertinya aku tidak harus menemui Langit. yang dia butuhkan adalah istrinya" Michele mengulurkan tangan berniat untuk berjabat.


"Aku tahu. dan aku yakin kamu adalah istri yang punya tempat untuk suami kamu. Bukan hanya istri simpanan yang tak berharga" Neeha membalas uluran tangan Michele.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2