Suami Monoton Milikku Seorang

Suami Monoton Milikku Seorang
Masalah Dari Aron


__ADS_3

Mendengar suara Isak dari sahabatnya membuat Neeha menjadi was-was.


Tidak biasanya Aca bersikap demikian. Aca adalah orang yang paling positif dan mengutamakan Suaminya lebih dari sisi positif yang dimiliki Neeha. Namun kali ini, tampaknya Wiliam berbuat hal fatal.


Sebelum menemui Aca. Informasi yang didapatkan Neeha dari Zizi membuatnya menunda pertemuan mereka.


Neeha meminta Aca datang ke rumahnya saja seusai Bekerja. Ia harus memastikan sesuatu dahulu.


...********...


"Gimana Zizi?"


Zizi berulang kali memastikan bibir nya mengucapkan hal yang tepat. "Mmm parfum yang Mbak tanya pernah diambil Pak Aron Mbak"


"Aron?" Neeha membelalakkan matanya


"Iya Mbak, pak Aron meminta para karyawan merahasiakannya. Tapi untungnya aku mendapat kesaksian"


"Kesaksian bagaimana Zizi?"


"Karena Ibu selalu bilang apapun yang berkaitan dengan parfum harus ada pencatatan transaksinya apalagi harga parfum Limited itu cukup mahal Mbak. Itu juga ilmu dari Mbak Neeha kan"


"Iya juga ya" Neeha bangga.


"Ah aku sudah pastikan tidak ada satupun pelanggan wanita yang membelinya Mbak"


"Kamu yakin, gimana kalo buat keluarganya kan kita nggak tahu"


"Lebih tepatnya parfum itu hanya diambil pak Aron dan Mbak Neeha saja" Zizi ragu-ragu menyampaikan fakta tersebut.


Neeha berpikir sejenak kemudian mengangguk menyentuh pundak Zizi "Makasih ya, aku yakin Ibu bangga karena sudah begitu mempercayai kamu pada toko ini"


Zizi tersenyum, memang ia seharusnya tidak berpihak pada Aron sejak awal. Ia tahu Ibu pemilik sangat menyayangi putranya namun fakta yang tak boleh dilewatkan adalah kecewa dengan jalan yang dipilih putranya.


...*********...


Langit masuk ke rumah dan mencium banyak sekali aroma makanan. Perutnya sudah meminta dan bergegas ke meja makan seusai menukar sendal.


"Kamu pesan makanan Nee?"


"Iya Mas"


"Ini terlalu banyak"


"Bukan buat kita aja Mas"


"Apa kamu mengundang banyak tamu?"


"Lebih tepatnya Aca yang akan datang Mas"


"Haa, makanya kamu meninggalkan makanan yang kita buat pada Agung"


"Iya Mas, tapi sebelumnya aku menemui Zizi dahulu"


Sebelum Langit mencecarnya dengan dugaan menemui Aron. Terlebih dahulu Neeha menjelaskan kecurigaannya.


"Jadi kamu menjadikan saya bahan percobaan Parfum itu?"


"Kebetulan saja Mas. Lagipula memang parfum itu diperjualbelikan namun karena harga ya banyak yang nolak"

__ADS_1


"Kalo gitu malam ini..." Langit mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Neeha.


"Mas Langit buruan mandi!"


Dengan ogah-ogahan Langit menaiki tangga menuju kamar mereka. Sehabis mandi Langit mendapati istrinya itu sudah duduk di sofa melihat televisi.


Langit segera duduk dan memandang wajah Neeha. Ia berniat mencium bibir Istrinya yang tak berhenti bicara mengomentari acara Televisi.


Namun sekitar 2 inci sebelum mencumbui bibir Neeha. Bunyi bel membuat Langit membuang nafas. Neeha meninggalkannya karena Aca yang menekan bel sambil terisak.


...**********...


Belum sempat menyeruput teh yang terhidang. Aca langsung menangis di pelukan Neeha.


"Wili, Wili ..." ucapnya.


"Wili kenapa Aca?. Dia mukul kamu?" Neeha panik mengusap-usap punggung sahabatnya.


"Wili selingkuh Nee..."


Seorang pria romantis seperti Wiliam. yang selalu mengutamakan perasaan Aca diatas segalanya. Mana mungkin Wiliam selingkuh. Neeha tak bisa mempercayai ucapan sahabatnya meskipun Aca sudah hilang kendali.


Setelah selesai menangis dan perlahan tenang. Beberapa foto yang ditunjukkan Aca nampak sangat nyata dan disertai dengan bukti lengkap. Hal itu sudah menjelaskan bagaimana perasaan Aca yang terluka.


"Apa penjelasan Wili?" tanya Neeha.


"Dia nggak ngaku Nee, dia malah nyuruh aku tanya kamu. Urusannya apa coba?"


Neeha meminta Aca tinggal di rumahnya dahulu. Ia akan menemui Wiliam.


"Biar saya antar kamu Nee" usul Langit.


Tidak mungkin bahkan ia membiarkan suaminya berduaan dengan Aca dalam kondisi demikian. Azkal yang sangat ia percayai saja bisa luluh dengan Clara. Meskipun Neeha tahu Langit berbeda, tapi tetap saja ia tak boleh melakukan hal demikian.


Sehingga, Neeha memutuskan untuk mengundang Wiliam ke rumahnya.


"Aku nggak mau ketemu dia Nee. Kamu tahu nggak aku bahkan memesan hotel sebelum kesini"


"Kenapa Aca?"


"Karena aku nggak mau ketemu dia"


" Lagipula Aca, kalau Wili datang. Kamu bisa mendengar apa yang aku bicarakan tanpa ditutupi"


"Tapi Nee"


"Udah Aca, kamu selalu bantu aku menyelesaikan banyak masalah. Aku nggak akan berpihak pada Wili kalau semua foto itu terbukti"


Neeha berusaha meyakinkan Aca dengan menurunkan kewaspadaan. Menawarkan banyak makanan yang ia pesan Sebelumnya.


Bahkan Langit sampai gigit jari karena tiap makanan dicicipi Aca sebelum dirinya. Langit tidak boleh makan dahulu karena Aca sedang sensitif perasaannya.


yang punya rumah saya, tapi saya nggak bisa mencicipi makanan yang terhidang di meja makan rumah saya sendiri.


************


Wiliam duduk di sofa sambil melihat Laptopnya yang sangat jarang mati. Layar Laptop tersebut menampilkan jalannya grafik yang hanya dipahami oleh Wiliam.


Rupanya itu bagian dari rencana musuh. Membuat satu-persatu masalah.

__ADS_1


"Jadi ini ada kaitannya dengan Aron ya" ujar Neeha dengan tenang.


Neeha sepertinya paham dengan apa yang terjadi. Jika terus dibiarkan, mungkin satu-satu dari orang terdekatnya akan terkena imbas.


Aca yang sedari tadi menguping di balik pintu kamar tamu keluar tergesa. Langit juga berhenti makan setelah mendengar kesimpulan istrinya.


...************...


"Jadi Aca dan Wili akan pulang kan?" tanya Langit.


" Langit bukannya tamu harus ditawarkan untuk menginap ya?" protes Aca.


"Iya Aca, Mas Langit suka bercanda ya kan Mas?"


"Saya tidak bercanda Nee"


Neeha menarik lengan suaminya menjauh.


"Mas Langit jangan gitu dong"


"Nee, kalau mereka menginap kita tidak bisa leluasa untuk..."


"Untuk apa Mas?" Neeha menaikkan alisnya menunggu jawaban.


"Tidak bisa .." Langit menyatukan dua jemarinya.


Aca kemudian mendekat dan tersenyum "Udah kalian nggak usah berdebat lagi. Aku mau pulang Sama Wili"


"Tapi Aca".


"Nee, sekarang masih jam 7 malam. Aku nggak akan ganggu malam romantis kalian." Aca melirik Langit.


Setelah Aca pergi, Neeha menatap suaminya tajam.


"Kenapa Nee?"


"Mas Langit benar-benar ya. Memang mesum"


"Saya mesum dengan istri sendiri apa tidak boleh?" Langit memberikan lirikan aneh pada Neeha.


"Mas Langiiit..." Neeha duduk di sofa.


"Lah kenapa nggak langsung ke kamar Nee"


"Baru jam 7 Mas, aku mau nonton dulu. Nggak ada kerjaan juga karena aku udah nganggur"


Langit ikutan nimbrung duduk di sofa. Ia bahkan tiduran di paha mulus Istrinya.


"Nanti mau ya Nee?" tanya Langit


"Dasar suami monoton. Kamu jadi cerewet tau nggak Mas?"


"Biarin, saya cerewet sama kamu saja"


Langit bermanja-manja dengan Neeha. Tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Mereka saling mencintai.


Neeha hanya sesekali memainkan wajah suaminya. Pikirannya jauh sebenarnya terusik dengan kejadian Aca.


Entah apa lagi, rencana yang akan dicoba oleh Aron. Ia takut jika hal itu membahayakan orang disekitarnya bahkan membuat konflik yang diada-adakan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2