
Neeha memeluk suaminya erat.
"Kenapa Nee?"
"Disertasi Mas Langit"
"Kamu bilang itu bisa diselesaikan Perusahaan. Saya juga yakin kampus punya jalan sendiri selama penyelidikan resmi"
"Gara-gara aku Mas. Nggak peduli berapa kali pun. Kalau saja aku tidak terlibat dengan Ibu dan membuat Aron salah paham. Pastinya..." Neeha terisak.
Langit menepuk lembut dan mengusap punggung istrinya.
"Saya tidak pernah menyalahkan kamu Nee. Saya yakin semua ini pasti juga akan terjadi"
"Tapi Mas" Neeha melepas pelukannya.
"Neeha, kamu adalah wanita yang saya cintai. Orang paling positif dan ceria yang mengisi hari-hari biasa saya yang tenang".
"Lebih tepatnya monoton Mas " tambah Neeha.
"Iya, kamu bilang ekspresi saya kaya taplak meja. Kamu sebaliknya"
Langit yang terjebak masa lalu dan Neeha sebaliknya. Neeha berlapang dada dengan masa lalunya serta berani menghadapinya. Neeha membuat Langit sadar bahwa selama ini Ia hanya pengecut kalau menyalahkan diri sendiri tentang apa yang terjadi.
"Mas Langit ingat itu semua ya" Neeha menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena Salting.
"Apapun dari kamu. Saya selalu mengingatnya. Karena saya mencintaimu"
"Aku jadi lebih sering mendengar Mas Langit mencintai aku. Rasanya masih aneh"
"Benarkah?. Kalau begitu saya akan lebih sering mengucapkannya. Kamu tahu kan saya suka mengulangi sesuatu. Kamu bilang itu tandanya saya monoton. Saya mencintaimu Nee"
"Ish dasar Monoton, tapi aku suka" ujar Neeha kini dengan aura cerianya yang kembali muncul setelah hilang beberapa saat.
"Kamu suka?".
"Iya Mas, kamu jadi lebih banyak bicara deh"
"Tentu saja karena saya mencintaimu Nee"
"Iih apa hubungannya Mas"
"Kamu gimana, kamu tidak mencintai saya?"
"Kok jadi tiba-tiba Mas?"
"Saya mencintai kamu Neeha. Bagaimana dengan kamu?" ulang Langit sekali lagi.
"Iya sama"
__ADS_1
"Sama apa?"
"Aku mencintai Mas Langit juga. iih malu ih" Neeha memukul manja suaminya.
Sebelum Langit mencium bibir Istrinya yang menggoda. Neeha membuatnya terdiam beberapa saat.
"Aku mau pertunjukan yang lebih romantis dari Michele. Nggak peduli berapa lama pun. Aku selalu kagum dengan konser romantis itu Mas"
"Saya bisa melakukannya untuk kamu Nee. Karena saya...."
"Mencintaimu" mereka bersamaan mengucapkan nya.
Akhirnya mereka saling bertatapan hingga akhirnya berciuman panjang. Ciuman lembut yang masih membuat jantung berdebar itu terus menemani sebelum malam hangat menutup hari melelahkan mereka.
...**********...
Aron ditahan di penjara....
Zizi mengunjunginya untuk menjelaskan bahwa Toko tidak disita karena Zizi tak pernah memakai Dana pemberian Aron untuk Toko.
Aron sangat berterima kasih kepada Zizi. Karena membuat Toko Ibunya tak tersentuh Dana kotor darinya.
"Satu lagi pak, Ibu bilang kapan pun Pak Aron ingin kembali, pak Aron bisa kembali. Toko kita siap menunggu"
Aron sadar bahwa memang Ibunya tak pernah membencinya. Ibunya menunggu kapan ia bisa sadar dengan semuanya. Sayang sekali ia sadar setelah benar-benar hancur.
Michele kemudian datang. Ia tak pernah berniat pergi, ia akan mengurus museum lama tempat mereka bertemu.
"Mengejar karir dan meninggalkan orang yang aku cintai?. Cukup sekali aku melakukan kesalahan itu Aron"
"Michele tapi..."
"Aku akan menunggu kamu, setahun...5 tahun.... kapanpun itu. Aku akan menunggu kamu kembali. Sama seperti Ibu kamu, aku nggak akan pernah menyalahkan apa yang terjadi selama kamu mau kembali dan berubah"
Michele membaca surat yang ingin disampaikan Neeha dan Langit. bagaimana masa lalu Aron hingga membuatnya menjadi serakah akan kekuasaan.
Neeha menjelaskan bagaimana cerita-cerita Ibu pemilik toko dahulu. yang tak sempat disampaikan Neeha. Ditambah dengan perkataan Langit "Masa lalu itu bukan untuk dilupakan atau juga untuk dihindari sehingga menjadi belenggu. Namun Masa lalu bisa dijadikan pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama bahkan berusaha menjadi lebih baik"
Siapa sangka mereka akhirnya menangis. Semua orang pernah melakukan pilihan yang salah. Bahkan orang yang salah juga masih punya kesempatan dan tempat untuk kembali.
Aron sudah tidak berhubungan dengan Perusahaan ilegal yang di luar negeri tempat mantan istri asingnya. Semua petugas penyelidikan mendapatkan beberapa bukti akibat Aron yang tertangkap.
Meskipun Aron sudah dijadikan kambing hitam. Tak menutup kemungkinan penyelidikan dari agen Luar Negeri sesuai dengan pemeriksaan Wiliam dan rekannya berhasil. Karena hukum di luar Negeri sudah lama mengincar dan menunjukkan Bisnis tersebut ke jalan kehancuran. Kapan waktunya masih belum dipastikannya.
Sementara itu....
Sidang resmi penyelidikan Disertasi berakhir. Tak ada kejanggalan dalam karya dari Dosen tetap bernama Langit itu.
Bahkan semua Profesor yang berjabatan penting ikut mengambil sesi wawancara. Hanya untuk menjelaskan kepercayaan mereka pada Langit dan betapa hebatnya sistem pemeriksa setiap Dosen yang berhak mengajar di Kampus itu.
__ADS_1
"Bahkan Profesor ikut tampil di TV. harusnya aku juga tampil nih" Agung menutup Ponselnya.
"Lah bapak kan nggak terkait Pak" Romi tiba-tiba muncul di sebelahnya.
"Kamu benar-benar kepo banget ya Romi"
"Bapak juga kan selalu kepo Sama urusan Pak Langit" Romi tak mau kalah.
"Saya kan sahabatnya"
"Lah saya Mahasiswa yang paling mempercayainya Pak"
Perdebatan duo kepo itu terus berlanjut. Hingga disibukkan dengan urusan masing-masing.
Bertepatan dengan hari jadi Kampus...
Akhirnya konser dimana Langit sebagai salah satu yang tampil disana. Dara ikut berpartisipasi sebagai panitia dan mengusulkan Langit tampil.
Dara salah karena sempat berpikir menjebak Langit. Faktanya Langit tak pernah marah meskipun Dara mengakui sempat tergugah.
Langit membawakan lagu dengan tema Aku mencintaimu.
Sehabis turun dari panggung Langit memeluk Neeha. Begitu lama hingga banyak Kamera mengabadikan momen mereka.
"Aku tahu lagu kamu romantis. Tapi nggak di acara ini juga Mas"
"Dulu hanya angkatan saya yang tahu. Sekarang karena banyak angkatan dan jurusan yang hadir ditambah lagi mereka akan menyebarkannya di media sosial. Saya yakin tak ada yang pernah melakukannya"
"Saya bilang apa Neeha. Langit kalau sudah cinta ya begitu" Agung datang.
"Apa sih Lo Gung. Nyanyi sana!"
"Gue nggak bisa nyanyi Ngit" ujar Agung mengelak. "Kecuali untuk Ajeng seorang"
"Ajeng pasti minta ampun kalo Lo nyanyi Gung. Bisa pecah gendang telinganya"
"Ya udah aku ikut nyanyi juga" Neeha bersiap naik panggung.
Langit menahan lengan istrinya. Ingatan suara cempreng Neeha di mobil atau senandung rocker yang amat memekakkan telinga membuat Langit bergidik ngeri.
"Jangan Nee"
"Kenapa Mas?. Dara ada sebagai penanggung jawab acara. Pasti dia bisa atur"
"Langit bilang suara kamu hampir kaya kaset rusak. Lebih parah dari saya dong..." Agung menutup mulut karena keceplosan. "Sepertinya ada yang butuh bantuan deh" Agung kabur secepat kilat.
"Kaset rusak Mas" Neeha menatap suaminya berapi-api.
"Nee, meskipun begitu saya bersedia mendengarnya. Cukup untuk saya saja. Suara kamu hanya untuk saya. Orang yang mencintaimu"
__ADS_1
"Kalau gitu ya udah"
Mereka saling berangkulan menikmati acara tersebut....