Suami Monoton Milikku Seorang

Suami Monoton Milikku Seorang
Sifat Asli Langit


__ADS_3

Selama makan malam, Langit berusaha tetap tenang. Neeha yang kekanakan terus menyinggung betapa baiknya ia membelikan tas-tas tersebut.


"Pokoknya aku pasti akan pakai semuanya Mas"


"Iya terserah kamu, kan kamu yang punya"


Bel berbunyi...


"Siapa lagi yang datang malam-malam begini?. Jangan- jangan Teman kantor kamu lagi?"


"Biar aku lihat Mas"


Ternyata itu adalah kurir yang mengantarkan pesanan sebuah sepeda. Dengan boncengan di belakangnya.


Kurir tersebut meminta maaf karena datang pada malam hari. Langit menandatangani tanda terima lalu memasukkan Sepeda itu ke garasi.


"Buat siapa Mas?"


"Buat kita"


"Kita?"


"Iya, kamu lebih tepatnya Nee"


"Aku kan nggak bisa naik sepeda Mas"


"Kamu harus bisa, libur berikutnya kamu belajar naik sepeda"


"Belajar sama siapa?"


"Ya saya lah"


"Hah, enggak, kan sepedanya ada boncengannya Mas, jadi..."


"Jadi saya yang akan duduk diboncengi. Kamu yang mengendarai"


"Kok aku Mas?. Harusnya aku yang dibonceng Mas. Malu lah kamu sebagai lelaki Mas"


"Saya gak perlu malu sama kamu. Lagipula, Kamu harus olahraga, karena kamu nggak mau lari saya berbaik hati buat beli sepeda, khusus agar kamu bisa mengendarainya"


Beneran ya Mas Langit. Kamu cuma mau nyushin aku kan.


"Neeha"


"Hah?"


"Hah Hah melulu kamu dari tadi. Kamu senang kan saya belikan sepeda ini"


"Senang Mas"


"Kok ekspresi kamu nggak enak gitu?"


"Ekspresi aku emang gini Mas"


Mas Langit aja yang punya ekspresi datar kek taplak meja aku nggak masalah tuh.


******


Neeha meminta ada jadwal tambahan pada atasannya. Atau pekerjaan yang membuatnya tidak bisa santai saat libur.

__ADS_1


"Tidak bisa, Bahkan kantor tidak mengharuskan karyawan untuk lembur. Mengapa kamu ingin tambahan kerja saat ada waktu santai ketika libur" Neeha mengulangi jawaban yang dilontarkan atasannya beserta ekspresi dan gerakan yang sama persis.


"Ya lagipula udah senang kok kamu minta yang sudah Nee?" Aca menyeruput Ice americano yang ia pesan.


"Kamu harus tahu Aca, Mas Langit itu nggak pernah biarin aku hidup santai pas libur. Olahraga, beli bahan makanan, kerja beres rumah seharian"


"Bukannya dia ngelakuin itu karena kamu harus lebih fit ya"


"Iya aku tahu, tapi dia mau nyuruh aku dibonceng dia dengan alasan olahraga tahu gak. Aku pikir nih ya, dia cuma mau balas karena waktu itu aku yang dibonceng"


"Nggak usah berpikir berlebihan Nee. Masa sih cuma buat balas kamu"


"Aku emang harus berlebihan sama Mas Langit. Aku nggak tahu apa yang dia pikirin. Kadang marah kadang bisa sweet juga"


"Ouu jadi dia bisa sweet"


"Nggak tahu deh aku bingung"


yang mana sebenarnya sifat asli Mas Langit. Apa dia yang menyapa tetangga dengan ramah. Atau Dia yang bahkan bisa cium aku karena marah. Atau dia yang berusaha menggoda aku tiap ada kesempatan. Atau dia yang selalu bersikap datar,dingin dan kaku tidak peduli dengan semua hal. Entah yang mana kepribadian dia sebenarnya.


"Nee?"


"Hah?"


"Kok kamu jadi ngelamun Nee?"


"Enggak Aca, aku tiba-tiba kepikiran sebenarnya Mas Langit itu orang yang kayak gimana"


"Kamu penasaran sama suami kamu ya?"


"Enggak gitu Aca, aku harus siap siaga dong dengan kejadian kedepannya. Kalau kamu dulu Ca, Kamu tahu kepribadian Suami kamu dari siapa?"


"Oo gitu. Makasih ya Ca, aku udah tahu siapa orangnya"


****


Neeha mengunjungi klinik Bidan Ajeng. Kebetulan Ajeng membuka praktek di rumahnya.


"Keren ya Ajeng kamu bisa kerja di rumah"


"Ah enggak juga, kadang suka sumpek kalau nggak ada yang datang. Makanya aku lebih sering pergi ke Rumah Sakit Universitas"


"Oo pantas saja waktu itu kamu ada disana"


"Iya, Neeha. Biasanya pasien yang datang akan mengabarkan kedatangan mereka dahulu. Jarang banget orang baru yang datang berobat"


Ajeng kemudian membawa Neeha masuk ke rumahnya. Setelah lama berbasa-basi, Neeha sampai ke tujuan awal ia datang.


Ajeng lalu membawa sebuah album foto semasa mereka kuliah. Tak lupa foto jaman SMA mereka.


"Jadi kalian dekat dari pas kuliah?"


"Iya, Kita memang satu SMA. Tapi ketika itu kita belum saling mengenal. Aku hanya tahu kalau Langit dan Agung adalah duo dalam bidang olahraga"


"Duo?"


"Mereka benar-benar terkenal saat SMA. Karena berhasil meraih berbagai kejuaraan olahraga kaya Sepak bola, lari maraton, tenis walaupun kejuaraan hanya di tingkat antar SMA sedaerah aja"


"Tapi kok Mas Langit ambil jurusan sejarah ya?"

__ADS_1


"Kamu mungkin bisa tanya dia langsung. Setahu aku Langit itu hobi olahraga tapi dia suka banget sama benda pra sejarah gitu. Tengkorak, batu dan lainnya"


"Mm kalau menurut kamu, Mas Langit itu orangnya kaya gimana sih Ajeng?"


"Kenapa?. Kamu ada masalah sama Langit?"


"Enggak, aku cuma penasaran aja" Karena Ajeng kebingungan. "Ok, jadi Mas Langit itu kadang aneh Ajeng, biasanya dia bersikap datar tapi kadang-kadang kok nyebelin, yang paling nyebelin adalah dia beli sepeda demi kebaikan aku padahal aku nggak bisa mengendarai sepeda. Ngeselin banget kan?"


"Hahahh"


"Kok kamu ketawa sih Ajeng?"


"Ternyata bener kata Agung ya?"


"Hah?"


"Kamu itu sedikit kekanakan. Tapi manis"


"Maksud kamu?"


"Iya, karena sifat kamu ini. Langit jadi lebih sering ngomong sama Agung. Aku nggak tahu banyak hal. Tapi semoga kamu bisa mengembalikan sifat asli Langit lagi"


"Mengembalikan?. Bukannya Mas Langit emang tipe yang kaku dan dingin ya. Kaya Ayah Mertua"


"Iya itu memang sifatnya Langit dan bawaan lahir. Tapi Langit juga bisa perhatian kok. Sama orang yang dicintainya, bahkan dia bisa jadi bawel juga"


"Mas Langit?"


Tapi kadang-kadang emang Mas Langit itu cukup bawel juga sih


"Iya, Langit itu sebenarnya tipe yang cukup jahil. Mungkin hidupnya monoton gitu-gitu aja. Tapi kalau dia udah menetapkan hatinya. Nggak ada yang bisa lolos"


"Kok gitu sih Ajeng?"


"Langit jadi aneh kalau dia jatuh cinta. Kamu harus tahu faktanya gimana bisa hubungan Langit dan Michele menjadi cukup fenomenal. Terutama gimana Langit ngejar Michele. Ee nggak pa pa kan aku bahas Michele?"


"Teruskan saja Ajeng, aku mau dengar"


"Langit dan Michele ada di jurusan yang sama. Langit benar-benar jatuh cinta dia ngelakuin segala hal buat dapatin hati Michele, mulai dari ngirim bunga tiap hari, bikin puisi dan lainnya"


"Ternyata Mas Langit bisa bersikap kayak gitu juga ya"


"Iya, dan keunggulan sekaligus kekurangan Langit adalah dia terlalu setia. Terlalu setia dan tulus sampai-sampai dia nggak bisa mencintai wanita lain selain Michele. Kamu tahu kan penyebab mereka putus?"


"Tahu Ajeng".


"Langit benar-benar nggak bisa ngelupain Michele, Neeha"


Jadi itu alasannya dia nggak buang barangnya. Dia nggak bisa ngelupain Michele, bahkan marah hanya karena aku nyebut namanya.


"Jadi itu alasannya dia nggak bisa jatuh cinta lagi"


"Bukannya nggak bisa Neeha, Tapi Langit memutuskan untuk tidak jatuh cinta lagi. Maka dari itu Aku berharap kamu bisa mencairkan hati Langit!" Ajeng menggenggam tangan Neeha


"Mmm semoga ya Ajeng, semoga" Neeha tersenyum.


Tapi kamu nggak tahu kalau aku dan Mas Langit juga cuma pura-pura nikah harmonis. Kita bakalan pisah dan Mas Langit nggak peduli sama aku, bahkan berharap aku cepat jatuh cinta dengan orang lain.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2