
Hari Dimana Pameran Museum Dilaksanakan....
"Romi, ngapain sih kita tiba-tiba ikut. Kamu juga biasanya nggak hadir kalau ada kuliah umum. Emang ada absennya apa?" Dara merengut.
Dara awalnya tak berniat datang. Namun Romi mengajaknya ingin memastikan sesuatu.
"Ini kesempatan kamu. Untuk melihat mantannya Pak Langit secara langsung" ujar Romi.
"Kamu tahu dari mana?"
"Aku nggak sengaja dengar obrolan Pak Agung sama Pak Langit. Pernah menyinggung tapi kapannya aku lupa"
"Iya-iya, aku pernah dengar desas-desus tentang pasangan di jurusan kita. dan senior wanita yang berhasil. Dia panutankuu"
"Panutan?. Kamu nggak tahu apa yang terjadi sampai pak Langit sekaku dan dingin itu karena mantannya " Romi menasehati.
"Aku mengagumi kehebatannya Romi. Apapun masa lalunya itu urusannya. Pokoknya aku harus dapat tanda tangan Mbak Mikel"
"Kamu keturunan Pak Agung ya. Nyebut nama orang salah-salah. Michele bukan mikel "
"Bacaannya?"
"Tetap Michele. sejak kapan Ch dibaca K?"
Dara berlalu dan gabung bersama teman-temannya. Begitupun Romi yang gabung dengan temannya yang lain.
.....
Usai pameran museum selesai. Michele melanjutkan serangkaian kegiatannya juga selesai. Seperti diwawancarai serta menjelaskan berbagai macam benda.
Michele mengajak Langit bicara empat mata.
"Apa kamu tidak penasaran bagaimana kabarku Ngit?"
"Tidak, kamu kembali dengan kesuksesan yang kamu impikan. Artinya sudah diketahui"
"Hanya karena aku berhasil, bukan berarti aku baik-baik saja"
Michele menunggu tanggapan Langit. Namun tidak ada, Langit yang dulu dikenalnya hangat berubah dingin seperti awal-awal mereka kenal.
"Bagaimana kabarmu Ngit?"
"Saya baik. Panggil saya Langit."
Michele tersenyum " Baiklah kamu merasa kita tidak akrab. Langit, apa kamu ikut ke acara kita malam ini?."
Acara jumpa reuni, Langit kebetulan keluar dari grup itu karena terus menyinggung hubungan masa lalu mereka.
"Saya harus pulang. istri saya menunggu di rumah"
...**********...
Belum sempat kabur pulang, Langit terpaksa harus ikut karena teman-temannya yang lain kebetulan datang ke pameran.
__ADS_1
Sebuah pesan singkat yang sudah diduga Neeha sebelumnya masuk. Benar saja, pasti Michele tak akan melewatkan kesempatan ini untuk terus memepet Suaminya.
Rupanya sedari siang Neeha tak mempermasalahkan Langit ikut pameran karena ini. Ia sudah berdandan di salon memakai pakaian modis.
....
Semua teman angkatan yang mengetahui hubungan Langit dan Michele menggoda mereka. Memang bukan rahasia umum lagi hubungan romantis Langit dan Michele yang harus kandas dengan banyak rumor.
"Kamu kembali sama seperti sebelumnya. Apa rumor dan gosip itu salah?"
"Apa kalian berniat rujuk?"
Michele hanya tersenyum, menandakan ia menunggu Langit yang merespon. yang menggoda tersebut memang bukanlah orang yang akrab dengan Langit, bisa dibilang hanya kenal nama saja.
"Saya sudah menikah, apa kalian tidak bisa menghormati saya?" Langit mengangkat jari manisnya yang diikat cincin pernikahan.
Tak lupa Agung membela dan mengatai teman-teman angkatan yang sok akrab. Pantas saja mereka tidak diundang.
Eh Bukannya berhenti. Mereka justru menyerang Agung. Sebagai lelaki yang duluan menikah. Mengapa masih belum memiliki keturunan.
Langit menahan tubuh Agung. "Tahan Gung"
Namun meskipun sudah diperlihatkan cincin. Mereka tak percaya, malah meminta Langit kembali mengadakan konser romantis untuk Michele.
Michele hanya bisa menarik mereka agak jauh agar tak terjadi peristiwa yang tidak mengenakkan.
"Apa mereka ajudan yang dibayar Michele?.ngeyel sekali dari tadi" bisik Agung.
"Kenapa Lo yang marah Gung. Niatnya mau ngebela gue Kan?"
.....
Kehebohan terjadi saat sosok wanita cantik memasuki aula terbuka tersebut. Rambutnya disanggul, gaunnya bewarna merah nyala dengan pernak pernik yang ditaksir hampir ratusan juta.
Neeha sengaja memilih gaun merah nyala sama seperti sebelumnya. Warna merah cenderung menarik perhatian secara alami.
Dengan acuh tak acuh Neeha melewati banyak orang yang menatapnya. Dalam pikirannya hanya ada satu, Suaminya.
Mas Langit, aku akan pastikan kamu mampu mengangkat wajah dengan berani. Karena kamu memilikiku.
"Neeha" Langit tak nyaman dengan pakaian Neeha yang memperlihatkan Lehernya.
"Mas Langit" Neeha menggandeng lengan Langit.
Cincin pernikahan mereka membuktikan fakta yang ada. Langit berniat membawa Neeha langsung menuju rumah.
Tetapi Neeha ingin menyapa Michele terlebih dahulu.
"Neeha, saya benar-benar tidak ada..." Langit berhenti karena telunjuk Neeha sudah menutup bibirnya.
"Aku percaya mas Langit. Aku hanya ingin menyapa sosok bernama Michele"
...**********...
__ADS_1
Neeha dan Michele menepi.
Mereka kemudian berkenalan. Tak ada yang dapat memastikan mana yang lebih unggul. Mereka sama-sama kuat dengan pesona dan gaya masing-masing.
yang diherankan orang-orang adalah mengapa Langit bisa mendapatkan dua wanita cantik itu. Apakah Langit memiliki senjata rahasia. Langit yang cenderung dingin dalam bersikap justru meluluhkan hati para wanita dengan spek idaman.
Hal itu juga yang ingin dipastikan Agung sebelum mendapatkan ancaman gempalan tinju dari Langit. Sehingga, ia memutuskan untuk diam.
Langit mungkin dingin, namun dia tampan. Selain itu, siapa yang dapat mengalahkan konser romantis yang berkesan dari Langit. Dia punya cara tersendiri untuk membuat kekasihnya bahagia.
"Tapi, apa yang kira-kira mereka bicarakan?"
Agung menatap Neeha dan Michele yang mengobrol dengan serius. Tidak seperti kebanyakan drama di TV, seharusnya Neeha menampar Michele atau sebaliknya.
"Entahlah" jawab Langit sambil terus memperhatikan Neeha.
"Apa mereka perang batin?. Mengapa tidak terlihat marah satu sama lain?" Agung bingung melihat Neeha dan Michele yang tampan saling berbalas senyum satu sama lain.
"Saya tidak peduli, Saya benar-benar ingin menarik Neeha pulang sambil membungkus tubuhnya" ucap Langit.
"Kenapa?" Agung bingung.
"Bisa-bisanya dia memperlihatkan Lehernya. Lihatlah laki-laki yang menatapnya itu. Ingin saya colok matanya" Langit mengepalkan tangannya lagi.
"Cemburu Ngit. Tumben juga pakai kata saya" Agung kini beralih bingung dengan Langit yang tiba-tiba tidak memakai panggilan akrab Lo Gue nya lagi.
Biasanya Langit kalau sudah serius begitu. Sama seperti waktu bertengkar ketika Agung mengatakan ia bodoh karena menyalahkan diri sendiri atas perilaku Michele.
"Saya tidak tahan lagi" Langit langsung nyelonong dan ditahan Agung.
"Jangan ganggu mereka. Selama nggak main tarik tarikan alias anarkis. Percaya deh. Wanita itu lebih tenang dari Pria"
"Iya sudah" jawab Langit.
"Lo lebih banyak respon selalu buat Neeha. Tadi monoton banget sama orang-orang. Lo udah jatuh Ngit. Apix Ngit Jatuh cinta"
"Fix, bukan Apix. Lo belajar darimana sih Gung"
"Lo ngaku?" Agung memojokkan.
"Entahlah" Balik lagi jawabannya diulang.
.....
Balik lagi ke Neeha dan Michele
Ternyata mereka saling adu mana yang mendapat perhatian lebih dari Langit. Mungkin banyak hal romantis yang bisa dibanggakan Michele.
Namun Neeha punya senjata andalan, ia adalah istri sah Langit. Jangan ganggu atau ia tidak akan tinggal diam.
"Ngomong-ngomong, wangi kamu cukup bagus" Neeha berniat pergi dengan kalimat penutup yang tidak terkesan marah.
"Tentu saja, kapan-kapan aku akan mengajakmu membelinya" ujar Michele.
__ADS_1
Bersambung.....