
Neeha dan Langit sehabis mandi langsung mencoba mengenakan semua barang Couple yang mereka beli. Tak lupa Neeha meletakkan gelas yang disukainya di meja makan.
"Gelasnya dicuci dulu Nee!"
"Besok aja Mas"
"Kalau bisa sekarang kenapa harus besok"
Langit mencucikan gelas tersebut. "Kamu lihat kan bagaimana cara mencucinya, lain kali kamu yang harus nyuci!"
"Iya lain kali aku deh Mas"
Neeha mengambil potret Langit dengan Ponselnya. Langit yang dengan terpaksa harus memakai barang-barang norak yang dipilih Neeha.
Hahaha, Mas Langit jadi terlihat seperti suami romantis yang lagi cuci piring
"Jangan ambil foto saya!"
"Kenapa sih Mas, kamu jadi kelihatan imut kalau kayak gini"
"Jangan!"
Langit memberikan busa ke wajah Neeha. Membuat Neeha ikutan mengambil busa dan mengoleskannya ke wajah Langit.
"Hapus foto saya!" Langit berdiri dengan dingin lagi
Neeha menggeleng pelan. "Nggak bisa Mas"
"Hapus atau kamu nggak akan dapat uang belanja lagi"
"Tapi tapi..." Neeha ragu-ragu.
"Tapi apa. Cepat hapus selagi saya masih baik"
"Tapi udah aku kirim buat Mama Mas"
"Hah?"
"Mama minta bukti kalau kita itu udah makin dekat Mas. Aku kehabisan ide soalnya Mama nggak percaya sama ucapan aku. Bahkan aku bilang kita udah sekamar tapi Mama nggak yakin"
"Jadi itu alasannya kamu beli barang-barang norak samaan kaya gini?"
"Itu salah satu alasannya Mas. Kebetulan aku juga suka sama barang-barangnya jadi sekali lempar dua orang kena gitu Mas"
"Sekali lempar dua orang kena?"
"Iya Mas, itu loh sekali langkah aja kita bisa mengatasi dua hal sekaligus"
"Itu namanya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui Nee"
"Sama aja Mas, lagian masa ujiannya juga udah lewat"
"Saya yakin bahkan ujian Bahasa Indonesia kamu tidak tuntas"
"Tuntas kok Mas, lepas KKM"
"Bahasa Indonesia saja lepas KKM. Saya heran kenapa kamu bisa dapat bagian keuangan di Perusahaan"
__ADS_1
"Itu karena kemampuan aku yang mumpuni Mas"
Akhirnya demi meyakinkan Mamanya. Langit dan Neeha berfoto bersama, membuat pose-pose yang tidak disukai Langit.
Walaupun begitu, tapi mereka tampak menikmatinya. Saling cubit pipi, membuat ekspresi konyol dan lainnya.
......
Nyonya Rinto tersenyum melihat ponselnya. Ia asik melihat Ponselnya ke tas ke bawah.
"Apa ada yang menarik Ma?"
"Ada Pa. Sangat menarik"
Tuan Rinto yang penasaran ikut melihat ponsel istrinya "Ini siapa yang ngirim Ma?"
"Siapa lagi kalau bukan putri kita"
"Neeha?"
"Iya Pa, akhirnya ancaman Mama berguna juga. Pokoknya kalau mereka masih bertindak sebagai orang asing Mama nggak akan segan-segan menikahkan Neeha dengan Pria lainnya yang sudah seusia Papa"
"Kapan Mama bilang ke Neeha?"
"Waktu itu, waktu Mama tahu kalau mereka belum tidur sekamar"
"Mereka pisah ranjang?" Tuan Rinto membelalakkan matanya.
"Iya Pa"
"Wah Papa harus..."
"Ooh begitu ya Ma"
"Iya Pa, lagipula hal ini adalah atas pemikiran Mama, udahlah Pa, Mama kirim dulu sama Besan kita"
Nyonya Rinto mengirimkan foto-foto tersebut pada Nyonya Sanjaya. Tak jauh beda dengan Nyonya Rinto, Besan mereka tak kalah senangnya.
Melihat putra semata wayangnya sudah bisa melakukan hal yang diluar kebiasaan. Merupakan salah satu keajaiban yang harus disyukuri bahkan diabadikan kalau perlu.
*****
Bel pintu berbunyi....
Neeha melihat layar digital dari dalam rumah. Melihat siapa tamu yang datang malam-malam begini.
"Sera dan Lasmi?"
"Siapa Nee?" Langit ikut melihat layar itu.
"Mereka rekan kerja aku di kantor Mas"
"Tampaknya rekan kerja kamu tidak tahu etika bertamu tidak boleh mengganggu orang yang istirahat terutama di malam hari. Hobi sekali bertamu malam-malam lelaki yang waktu itu narik kerah saya juga. Apa semua rekan di kantor kamu begitu semua"
"Jadi gimana Mas" Neeha ingat bahwa Sera itu ada ketertarikan pada Jordi "Mas kita harus bawa mereka masuk"
"Kenapa?. Mereka atasan kamu?"
__ADS_1
"Bukan Mas. Sera itu kayaknya suka Jordi. Kalau kita bisa nunjukin betapa Mesranya kita pasti Sera akan menyampaikan hal itu sama Jordi"
Neeha mempersilahkan dua orang itu masuk. Baru saja masuk, mereka melihat pemandangan bahwa Neeha dan Langit suaminya sangat romantis.
"Maaf kita datang malam-malam"
"Nggak apa-apa kok Sera. Bentar ya aku ambil minum buat kalian"
Langit hanya duduk di depan mereka. Lasmi melihat Langit dari ujung rambut ke kaki lalu ke rambut ke kaki lagi.
Saat meletakkan minuman. Neeha sengaja menjentikkan jari manis sebelah kirinya. Tanda cincin kawin yang nyantol dengan nyaman.
"Silahkan diminum!" Neeha duduk di samping Langit sambil menggenggam tangan Langit, memperlihatkan cincin kawin mereka.
"Makasih ya Neeha"
Baik Sera dan Lasmi datang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Mereka memakai alasan mengembalikan kardigan milik Neeha.
Untung masih dibalikin. Baju aku robek dan malu banget karena nggak ada ini
"Kamu nggak marah kan Neeha?" tanya Sera.
"Enggak kok. Kalau kalian mau ambil aja. murah kok harganya"
Kardigan dengan harga jutaan rupiah tersebut termasuk karya designer terkenal. Harganya mahal dan diproduksi sedikit. Neeha sengaja mengatakan murah untuk membuat jengkel dua makhluk menyebalkan di depannya ini.
Kalau bukan karena ia ingin Jordi menjauh darinya. Pasti dua makhluk itu sudah diusir dari tadi.
"Ngomong-Ngomong Foto pernikahan kalian mana?" Giliran Lasmi kepo yang bertanya.
Neeha sengaja memancing Langit agar bisa membuat alasan "Tuh kan Mas, aku udah bilang pasti bakal ada orang yang nanyain foto pernikahan kita"
"Iya kan aku mau ngasih bingkai mahal biar bagus dipajang"
"Ah Mas Langit, kan aku bilang nggak usah mahal. yang jelas bisa nunjukin bukti cinta tulus kita"
"Ya udah demi kamu, besok langsung aku ambil lagi. Nggak perlu pakai bingkai mahal segala"
"Nah gitu dong Mas" Neeha bersandar di bahu Langit. "Eh maaf kita lupa ada tamu"
"Nggak apa-apa kok kalian lanjut saja!"
Akhirnya, baik Sera dan Lasmi pamit pulang. Mereka berhasil mendapatkan apa yang dicari. Lasmi memfoto diam-diam Neeha dan Langit.
"Akhirnya mereka pulang juga"
"Kayaknya yang namanya Lami tadi..."
"Lasmi Mas"
"Iya dia, kayaknya dia ngambil potret kita"
"Pasti mau dijadikan bukti Mas"
"Selain tak punya etika bertamu, rekan kerja kamu mirip kamu juga suka ngambil potret orang sembarangan ya"
"Jangan samain aku dan mereka ya Mas, aku juga terpaksa demi Mama"
__ADS_1
Mereka akhirnya memutuskan memajang foto pernikahan di ruang tamu. yang awalnya hanya diletakkan di gudang bersama benda prasejarah kesukaan Langit.
Bersambung....