Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 100


__ADS_3

Kini di ruang tamu hanya ada Max dan juga Emma, Devan sudah pergi tak lama dari Paul pamit, tapi Devan besok harus kembali lagi untuk mengecek keadaan Clarissa, dia juga akan membawa temannya yang seorang Psikolog.


"Ayo kita ke kamar, ibu hamil tidak boleh banyak pikiran" ajak Max.


"Aku takut trauma Clarissa tidak bisa sembuh, hubby, aku benar-benar membenci mantan Clarissa. Andai perutku belum buncit akan aku hajar pria itu sampai babak belur. bisa-bisanya Clarissa dulu mau menjalin hubungan dengan pria bajingan seperti itu" ucap Emma dengan tatapan bengis.


Max meringis mendengarnya, jangan sampai dia melakukan kesalahan atau dia akan di hajar juga, istrinya sangat menakutkan saat sedang hamil begini.


"Sudah ayo ke kamar, kamu tidak boleh begadang" ucap Max sambil menggendong istrinya.


Emma terpekik saat tiba-tiba tubuhnya melayang.


"Hubby turunkan aku, aku berat" rengek Emma.


"Diam lah sayang, nanti kamu jatuh. Tubuhmu ringan seperti kapas" ucap Max sambil berjalan menggendong istrinya menuju ke kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Max menurunkan istrinya dari gendongannya.


"Bersih-bersih dulu sayang, jangan langsung tidur" ucap Max menyuruh istrinya.


"Aku malas hubby" sahut Emma sambil merangkak naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Huh, kumat lagi malasnya" gerutu Max.


Max menghampiri istrinya yang sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang, dia menggendong istrinya lagi dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


"Tidak boleh malas, kamu harus cuci muka, sikat gigi lebih dulu, kamu juga harus mengganti pakaian mu dengan pakaian tidur" tegas Max.

__ADS_1


Emma mengerucutkan bibirnya sebal, meski begitu dia tetap melakukan apa yang suaminya suruh.


Max lebih dulu keluar dari kamar mandi, dia menuju ke walk in closet mengambilkan pakaian tidur untuk istrinya. Istrinya sangat pemalas jadi dia yang harus melakukannya.


Max keluar dari walk in closet bersamaan dengan Emma yang baru juga keluar dari kamar mandi.


"Kemari lah, aku akan menggantikan bajumu" pinta Max.


Dengan langkah malas Emma mendekati suaminya.


"Kenapa kamu jadi pemalas sih sayang, aku curiga nanti dedek bayinya juga malas" ucap Max sambil menangalkan pakaian istrinya, kini Emma hanya memakai pakaian dal*mnya saja.


Max menahan mati-matian hasrat dalam tubuhnya, bagaimana tidak tubuh istrinya semakin terlihat seksi dengan perut buncitnya, tapi sayang malam ini dia tidak bisa menyentuh istrinya, istrinya pasti lelah setelah tadi mengurus Clarissa yang sakit.


Meski begitu tanganya tetap masih usil. Max membalikkan tubuh istrinya hingga menghadap kearah cermin.


"Tubuhmu semakin seksi sayang" bisik Max di telinga Emma, saat ini posisi Max berada di belakag Emma sambil memeluk pinggang wanita hamil itu.


Tubuhnya memang berisi, semenjak hamil nafsu makan Ema bertambah, hingga usia kehamilannya memasuki usia enam bulan berat badan Emma sudah naik sekitar sepuluh kilo gram.


"Tapi aku suka, apalagi yang ini, semakin besar dan berisi" ucap Max sambil mere*as dada Emma dari belakang.


"Ahh..." De*ah Emma tak sengaja keluar dari mulutnya.


Max semakin semangat mengerjai tubuh istrinya.


"Kamu menikmatinya sayang" ucap Max sambil menggigit kecil kuping Emma.

__ADS_1


Lanjutkan sendiri imajinasi kalian guys.


*****


Setibanya di Markas Paul langsung menuju ke ruang tahanan dimana Leon di tahan.


Brakk....


Paul membuka pintu ruang tahanan Leon dengan kasar.


"Brengs*k, dasar baj*ngan, beraninya kau melecehkan Clarissa" maki Paul sambil menendang tubuh Leon yang terkapar di lantai.


Dugh


Dugh


Dugh.


"Kau siapa? Kenapa selalu ikut campur masalahku dengan Clarissa" tanya Leon lirih sambil memegangi perutnya.


"Siapapun aku kau tidak perlu tahu, yang jelas malam ini kau akan mati di tanganku" ucap Paul penuh penekanan.


"Kau tak berhak membunuhku, karena aku tidak punya urusan denganmu, urusanku dengan Clarissa bukan kau" sahut Leon.


Paul tersenyum miring menatap Leon, memangnya siapa yang bisa menghentikannya, terserah dia mau ikut campur atau tidak, yang jelas saat ini dia tidak terima wanita yang di cintainya terluka, lebih parahnya lagi hampir di perkosa.


"Aku tidak tidak peduli, siapapun yang berani mengusik Clarissa itu artinya orang itu juga mengusikku" tegas Paul

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa like, komen, vote, gift 🙏


__ADS_2