
"Kita pulang sekarang sayang, aku sudah lapar" ajak Max.
"Kita bisa mampir ke restoran dulu sayang" ucap Emma.
"Tidak mau, aku kangen sama masakanmu sudah lama aku tak memakan masakanmu" tolak Max.
Gara-gara istrinya masuk rumah sakit membuat Max tidak bisa merasakan masakan istrinya, makanya dia ingin segera pulang dan menikmati masakan istrinya yang sudah lama tak ia cicipi.
"Kalau begitu ayo kita pulang" ajak Emma sambil merangkul tangan suaminya keluar dari ruang kerjanya.
Mereka berdua menuju ke parkiran perusahaan yang ada di bawah.
"Kita mampir ke supermarket dulu sebentar hubby, sepertinya persediaan bahan masakan kita pada habis" ucap Emma saat sudah berada di dalam mobil.
"Iya sayang" sahut Max yang sedang mengemudikan mobilnya.
Selang beberapa menit Max menghentikan mobilnya di depan supermarket. ia turun di susul Emma di belakangnya.
Max menoleh kebelakang menunggu istrinya, setelah mendekat Max merangkul bahu istrinya.
Mereka berdua masuk kesupermarket. Max mengambil trolli dan mengikuti Emma dari belakang.
Emma memasukkan sayur, daging, ayam, dan aneka buah, tak lupa ia juga membeli beberapa bumbu yang sudah habis.
Tak terasa trolli yang di dorong Max penuh dengan belanjaan istrinya.
"Sudah sayang" tanya Max.
"Sudah hubby, ayo kita ke kasir" sahut Emma menggandeng tangan suaminya menuju ke kasir.
Total semua belanjaan mereka hampir mencapai 3jutaan lebih, Max pun membayarnya.
"Kita beli apa lagi sayang" tanya Max.
"Sudah hubby, kita pulang katanya kamu sudah lapar" sahut Emma.
Mereka berdua masuk kedalam mobil dan Max mulai melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Sampainya di rumah mereka langsung masuk, Emma langsung pergi ke dapur membuat makanan untuk suaminya.
"Hubby aku ke dapur dulu" ucap Emma.
"Iya sayang, aku juga mau mandi dulu" sahut Max sambil mengecup singkat bibir istrinya.
Emma kedapur, ia mulai menyiapkan semua bahan yang ingin ia masak, rencana malam ini Emma ingin membuat steak untuk mereka berdua.
Selang berapa lama Max menghampirinya dan memeluknya dari belakang, membuat Emma terlonjak kaget.
"Kau senang sekali mengagetkanku" kesal Emma, Max terkekeh.
"Sudah belum sayang, aku sudah lapar" rengek Max manja.
"Sudah, ayo" ucap Emma.
__ADS_1
Max melepaskan pelukannya dari perut istrinya, lalu mengekori istrinya dari belakang menuju ke meja makan.
Emma menaruh dua piring Steak diatas meja makan, satu untuknya dan satu lagi ia berikan kepada suaminya.
Max yang sudah lapar langsung saja menyantapnya.
"Enak sayang" ucap Max dengan mulut yang penuh dengan daging.
"Telen dulu, nanti kamu keselek" tegur Emma.
Max pun kembali mengunyah makanannya. ia makan dengan begitu lahap. Hingga tak lama steak milik Max sudah habis tak tersisa.
"Makasih sayang," ucap Max tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"Sama-sama hubby" sahut Emma.
Usai membersihkan piring bekas mereka makan, Emma dan Max menuju ke kamarnya.
"Hubby aku mandi dulu" ucap Emma.
"Tidak usah mandi, ini sudah larut malam" larang Max. Emma mengerucutkan bibirnya sebal, padahal badannya sudah lengket tapi suaminya melarangnya mandi.
"Di lap saja tidak usah mandi" ucap Max ketika melihat wajah cemberut istrinya.
Emma pun patuh, dia masuk kedalam kamar mandi.
Lima belas menit Emma keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan piyama dengan panjang sebatas paha.
"Sini sayang" ucap Max sambil merentangkan kedua tangannya.
"Hubby, boleh aku bertanya sesuatu" tanya Emma sambil mendongakkan wajahnya melihat wajah suaminya.
"Boleh, mau bertanya apa hmm" jawab Max lembut sambil merapihkan rambut istrinya.
"Apa orang tuamu masih ada," tanya Emma dengan hati-hati, ia takut menyinggung suaminya.
Max tak langsung menjawab, ia menghela nafas lebih dulu sambil menunduk menatap wajah istrinya yang begitu ia cintai.
"Apa kamu ingin tahu hmm" Max justru melontarkan pertanyaan kepada Emma.
"Bukankah seorang menantu harus tahu mertuanya" sahut Emma.
"Iya kamu benar sayang, tapi saat ini kedua mertuamu sudah ada di surga" kata Max.
Emma menatap kedua mata suaminya dalam, ia mencari kebohongan di kedua mata suaminya, namun ia tak menemukannya.
"Jangan becanda hubby"
"Apa kamu pikir aku akan bercanda tentang kematian orang tuaku sayang, aku serius orang tua ku memang sudah meninggal saat aku masih umur sepuluh tahun" ucap Max mengalihkan pandangannya menatap lurus kedepan.
Emma merasa bersalah melihat wajah suaminya yang berubah sendu, ia tak bermaksud mengingatkan suaminya tentang kematian orang tuanya. ia hanya ingin tahu saja tentang mertuanya, namun siapa sangka pertanyaannya malah membuat suaminya sedih.
"Lalu makam dia dimana? bagaimana kalu besok kita mengunjunginya" tanya Emma.
__ADS_1
"Makam mereka ada di Eropa sayang" jawab Max sambil mengusap pipi istrinya lembut.
"Hah bagaimana bisa? terus kenapa kamu bisa terdampar disini" tanya Emma kaget.
"Enak saja bilang terdampar, aku disini karena ayah Arsen yang membawaku kesini" sahut Max.
Emma ber oh ria sambil tertawa cekikikan, membuat Max gemas dan mengigit dagu istrinya.
"Haiss.... sakit hubby" rengek Emma manja.
"Salah sendiri malah tertawa" ucap Max tersenyum mengejek.
Max memeluk erat tubuh istrinya dan membaringkannya di kasur.
"Aku mau ini sayang" ucap Max sambil mengeluarkan gundukan kenyal milik istrinya
Max memiringkan badannya dan dia memasukkan kedalam mulutnya sedangkan tangan satunya memeluk tubuh sang istri.
Ma selayaknya bayi yang sedang kehausan, Emma mengusap rambut kepala suaminya.
Tak lama Max memejamkan matanya dengan posisi masih menyu*u istrinya.
"Kalau seperti ini dia seperti anak kecil" ucap Emma terkekeh sambil melihat wajah damai suaminya.
Emma memejamkan matanya menyusul suaminya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mimpinya.
Pagi hari Max mengerjabkan matanya ebih dulu, ia baru sadar kalau dari semalam dia menyu*u pada istrinya.
"Pantas saja tidurku nyenyak" gumam Max sambil melepaskan daging kenyal itu dari mulutnya.
Ia menatap gundukan kenyal itu sesat, membuat tubuh bagian bawahnya langsung bereaksi.
"Shittt.... nanti tong, belum saatnya kamu masuk ke sarang" gumam Max mengelus lobak importnya
Dengan perlahan Max bangun dari tempat tidurnya, ia bergerak sepelan mungkin agar tidak membangunkan istrinya.
ia ingin segera masuk kedalam kamar mandi untuk menidurkan adik kecilnya.
Didalam kamar mandi Max langsung mengguyur tubuhnya dengan menggunakan air dingin untuk mendinginkan tubuhnya.
Hampir satu jam Max baru menyelesaikan mandinya, ia kira air dingin saja cukup untuk mendinginkan tubuhnya, namun ternyata salah, ia tetap harus bersolo karir juga menggunakan sabun, untung persediaan sabunya masih banyak.
"Kamu sudah bangun sayang" ucap Max yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Sudah hubby" sahut Emma sambil menguap.
Bersambung.
Lama tidak berjumpa guys 😂 kemarin" othor lagi malas sama NT karena sering di tolak
sekarang kita lanjut lagi, tapi satu bab dulu soalnya tempat othor lagi mati lampu
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
__ADS_1
Happy reading guys 🙏