Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 62


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat sebulan sudah berlalu, selama ini Emma menunggu suaminya memberitahu perihal tentang Eva, namun sebulan sudah ia tidak mendapatkan informasi apa-apa dari suaminya. Dan kini setelah selesai bercinta Emma memberanikan diri untuk bertanya kembali kepada suaminya.


"Hubby, apa kamu sudah menemukan informasi tentang Eva" tanya Emma hati-hati.sambil memeluk tubuh suaminya.


Bukan khawatir karena Eva menghilang, namun Emma kasihan kepada adik tirinya itu yang terus mencari keberadaan sang mamah.


"Aku tidak tahu sayang, kenapa kamu tidak suruh Clarissa ke rumah pak tua itu saja, bukankah selama ini mereka sering bersama" ucap Max mencoba biasa saja supaya istrinya tidak mencurigainya.


"Iya kamu benar, mungkin saja tua bangka itu tahu keberadaan Eva" ucap Emma setuju dengan ucapan suaminya.


"Kau besok bisa minta Paul untuk mengantar Clarissa kesana" usul Max sambil mengecupi puncak kepala istrinya yang berada di atas dadanya.


"Kamu saja yang bilang hubby, aku tidak enak menyuruh-nyuruh Paul, dia kan anak buahmu" ucap Emma.


"Iya nanti aku akan bilang sama dia" ucap Max.


"Ayo tidur, kamu pasti lelah setelah melayaniku" ajak Max mendekap tubuh polos istrinya.


Emma pun menduselkan wajahnya mencari kenyamanan di tubuh suaminya.


Tak butuh waktu lama Emma pun langsung terlelap. Max juga ikut terlelap menyusul istrinya yang lebih dulu masuk ke alam mimpinya.


****


Keesokan paginya terbangun lebih dulu, ia menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjangnya.


ia mengambil ce*ana dalam nya serta b*a dan memakainya, Emma masuk kedalam kamar mandi untuk buang air kecil dan gosok gigi.


Setelah itu barulah dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga suaminya.


Di dalam kamar Max meraba-raba sampingnya ternyata istrinya sudah tidak ada, ia turun dari ranjang dan memakai boxer ketatnya. kemudian ia keluar dari kamarnya, turun kebawah mencari keberadaan istrinya.


Max tahu kalau jam segini pasti istrinya sedang ada di dapur.


"Sayang kamu meninggalkanku" ucap Max manja sambil melingkarkan tangannya di perut istrinya.


Emma mematikan kompornya lalu memutar posisinua menghadap suaminya.


"Aku cuma kedapur untuk membuatkan sarapan untukmu honey" ucap Emma sambil mengelus rahang tegas suaminya yang di tumbuhi banyak bulu.


Max mengangkat tubuh istrinya dan mendudukannya di atas meja dapur. Max menggesek gesekan hidungnya dengan hidung Emma, membuat Emma tersenyum sambil melingkarkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya.


__ADS_1


"Kamu kenapa hanya memakai dalaman mu saja hmm? apa kamu sengaja menggodaku sayang" ucap Max dengan suara seraknya.


"Tidak honey, aku tadi buru-buru jadi aku pakai yang ada aja dulu" sahut Emma.


"Tapi kamu sudah membuat yang di bawah berdiri sayang" ucap Max sambil melirik ke bawah.


Emma mengikuti arah pandang suaminya, ia bergidik ngeri saat melihat milik suaminya tegak dan mengeras.


"Kau harus tanggung jawab sayang, sekalian kita mencoba suasana baru, kita main di didapur sayang" ucap Max langsung meraup bibir Emma rakus.


Akhirnya terjadilah apa yang semestinya terjadi, mereka melewati pagi yang panas dan bergelora. Max seakan tak pernah bosan menjamah tubuh istrinya.


******


"Hallo Paul, tolong kamu nanti sore jemput Clarissa di tempat kerjanya, sekalian kamu antar dia kerumah Darso" ucap Max yang sedang menghubungi Paul.


"Untuk apa datang kesana, bukankah Darso sudah meninggal" sahut Paul heran.


"Sudah kau antar saja, dan ingat jangan sekali-sekali kau keceplosan berbicara tentang Darso. kau cukup diam dan pura-pura tidak tahu saja" peringatnya kepada Paul.


terdengar suara helaan nafas dari sebrang telfon.


"Baik tuan" ucap Paul dan Max mengakhiri panggilannya.


Ia kembali menghampiri istrinya yang sedang merias wajahnya di depan cermin.


"Ayo hubby" sahut Emma sambil meraih tasnya miliknya.


Max mengantar Emma ke perusahaannya lebih dulu setelah itu barulah dia kerumah Arsen untuk mengantar Reva sekolah.


"Om Max, kapan kita main kerumah hutan lagi" tanya Reva saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Memangnya kamu mau ngapain sayang" tanya Max.


"Reva mau ketemu Snow (anak harimau milik Max) , sudah lama Reva tidak main dengan Snow" sahut Reva.


"Iya nanti sayang, nunggu kamu libur dulu baru kita kesana" ucap Max.


Reva pun menganggukkan kepalanya semangat.


Semenjak Snow di ambil Max lagi dari rumah Reynand, mereka sudah jarang bertemu lagi dengan Snow. jaraknya yang jauh membuat mereka susah menemuinya.


*****

__ADS_1


Sore hari Paul berdiri di depan cafe tempat Clarissa bekerja. jangan tanya Paul tahu dari mana tempat kerja Clarissa, tentu Paul tahu semua informasi orang-orang terdekat nyonya nya atas perintah Max.


"Ngapain pria kaku itu ada di sini" gumam Clarissa berdiri di depan cafe sambil menatap Paul yang sedang bersandar di depan mobilnya.


"Cepatlah, nanti kita keburu malam" teriak Paul saat melihat Clarissa yang sedang mematung.


Clarissa mengerutkan dahinya bingung, memangnya kenapa kalau malam, perasaan dia tidak ada janji dengannya.


Clarissa memberanikan diri menghampiri Paul.


"Memangnya kita mau kemana" tanya Clarissa tidak tahu, pasalnya kakaknya tidak memberitahunya lebih dulu.


"Kerumah Darso mencari orang tuamu" sahut Paul acuh sambil masuk kedalam mobilnya.


Clarissa berfikir sejenak, ia mencoba mencerna ucapan Paul. Siapa Darso kenapa harus mencari mamahnya ke rumah Darso pikir Clarissa yang memang tidak tahu Darso, ia lebih mengenalnya dengan sebutan tua bangka atau pria hidung belang.


"Ngapain masih bengong di situ" ucap Paul kesal.


"Memang apa hubungannya mamah ku dengan Darso itu" tanya Clarissa polos.


"Sudah jangan banyak tanya, cepetan naik sebelum kesabaran ku habis" tegas Paul.


"Iya-iya aku naik, jangan marah-marah terus nanti cepat keriput, lebih baik banyakin senyum supaya awet muda" dumal Clarissa sambil masuk kedalam mobil Paul.


"Kau menghinaku nona" tuduh Paul.


"Siapa yang menghinamu, ternyata selain kaku kamu juga tuli ya" sahut Clarissa kesal.


"Kamu... " sentak paul gemas.


"Mau apa hah? nanti aku aduin sama kak Emma baru nyaho" tantang Clarissa memberi sedikit ancaman kepada Paul.


Paul langsung diam tak berkutik, bisa panjang kalau urusan sama nyonya nya, apalagi kalau tuanny tahu yang ada makin ribet, dan sudah di pastikan dia yang akan kalah.


Karena kesal dengan Clarissa Tanpa sadar Paul semakin menambah kecepakan laju mobilnya, membuat Clarissa terus berteriak.


"Pelankan mobilnya tuan, tuan kalau mau mati sendiri saja jangan ngajak saya, saya belum menikah tuan" pekik Clarissa sambil berpegangan di jok mobilnya.


"Kita mati bersama" sahut Paul semakin menbuat Clarissa jengkel.


Bersambung


maaf banyak typo

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏


Happy reading


__ADS_2