Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 57


__ADS_3

"Rissa kamu mau kemana" tanya Emma ketika melihat adiknya ingin pulang.


"Aku mau pulang kak" jawab Clarissa.


"Kamu tidak usah pulang, kamu tinggal di sini aja sama kakak" larang Emma, sekaligus Emma bisa memantau kegiatan adiknya itu, ia tak mau melihat adiknya salah pergaulan lagi.


"Tidak kak, Rissa tinggal di kontrakan Rissa aja, sayang kan uang sewanya" tolak Clarissa dia tidak enak juga dengan kakak iparnya.


Emma tidak mau memaksa adiknya, ia tahu kalau adiknya itu masih canggung dengannya dan juga merasa tidak enak tinggal satu atap merasa dengan dirinya dan juga suaminya.


"Nanti kalau kamu berubah pikiran kamu bisa langsung kesini dan tinggal di sini" ucap Emma.


"Terima kasih kak" ucap Clarissa tersenyum, dia senang ada yang memperhatikannya, karena dulu Eva tidak pernah memperhatikan mereka berdua.


Sampai sekarang Clarissa dan juga Emma belum tahu kalau Eva sudah meninggal.


"Paul, tolong antar adikku sampai ke rumah kontrakannya, pastikan dia masuk kedalam rumahnya dan kamu baru boleh pergi" ucap Emma meminta tolong kepada Paul untuk mengantarkan adiknya.


Paul menghela nafas pelan, kenapa sekarang dia sering di suruh mengantar wanita ini, bukankah ini bukan tanggung jawabnya, tanggung jawab dia hanya melayani Max dan juga istrinya saja, tapi kenapa sekarang dia sering di suruh antar wanita ini. dumel Paul dalam hati.


Dia tidak berani ngomong langsung atau nanti nyawa taruhannya. Bos nya itu akan marah kalau dia menolak permintaan istrinya itu.


Clarissa dan Paul pamit bersama Emma dan juga Max, lantas keduanya meninggalkan kediaman mereka.


Paul masuk kedalam mobilnya di susul oleh Clarissa.


Paul mulai menyalakan mobilnya, mobil melaju meninggalkan area rumah Max.


sepanjang perjalanan Paul hanya diam dan fokus nyetir saja, tatapan mata Paul selalu lurus kedepan tanpa melirik sedikitpun kearah Clarissa.


"Tuan, anda bisu atau apa sih, kenapa saya jarang sekali mendengar anda bersuara" ucap Clarissa menatap Paul heran.


Paul hanya diam sambil mengendikkan bahunya. membuat Clarissa kesal karena merasa di acuhkan.


"Dasar beruang kutub. Lama-lama bisu beneran baru tahu rasa" gerutu Clarissa kesal.


Tanpa sadar Paul tersenyum tipis mendengar gerutuan wanita di sampingnya ini.


"Awas saja nanti kalau kamu ngajakin aku ngobrol, aku tak mau menjawabnya" ketus Clarissa kek anak bocah yang sedang marahan.


Lalu Clarissa membuang wajahnya ke samping menatap jalanan dari kaca mobil sambil terus menngoceh.


Paul tak menghiraukan Clarissa, dia tetap fokus mengemudikan mobilnya hingga mobil yang di tumpangi Paul sampai di depan rumah kontrakan Clarissa.

__ADS_1


"Sudah sampai, cepat turun" pinta Paul tanpa melihat kearah Clarissa.


Clarissa membuka pintu mobil dan dia keluar dari mobil Paul.


Brakkk....


Clarissa menutup pintu mobil Paul dengan kasar, membuat Paul kesal karena kaget akibat ulah wanita itu.


"Dasar perempuan aneh" gumam Paul.


Paul pergi dari kontrakan Clarissa menuju ke apartemennya.


Sedangkan di kontrakan Clarissa, dia mendengar ponselnya bergetar, dia melihat ke arah layar ternyata Leon mantan kekasihnya yang menghubunginya.


"Ada apa dia menghubungiku? bukankah dia yang sudah memutuskan ku lalu untuk apa dia menghubungiku" gumam Clarissa sambil membiarkan ponselnya terus berbunyi.


Dia tidak punya niat sedikitpun menerima panggilan mantan kekasihnya.


Clarissa maish sakit hati sama Leon, karena dulu mantannya itu memutuskannya di saat dia benar-benar sedang membutuhkannya.


Dulu saat memutuskan keluar dari rumah mamahnya, Clarissa meminta kekasihnya meminjami uang untuk bayar sewa kontrakan, karena saat itu dirinya sudah tidak punya uang lagi, tapi mantanya itu bukannya meminjaminya justru memutuskan hubungan dengannya.


Akhirnya Clarissa meminta tolong kepada teman perempuannya. dan bersyukur temannya itu mau menolongnya.


Tak lama ponsel Clarissa bergetar dan memperlihatkan pesan dari Leon yang berisi ancaman.


"Temui aku sekarang juga di klub biasa!! jika kau tidak datang maka aku akan membuat kau menyesal".


Clarissa mengurut keningnya pusing dan melemparkan ponselnya ke atas ranjangnya.


Kemarin hidupnya merasa tenang setelah putus dari Leon, tapi sekarang pria itu mencoba menganggunya lagi, Clarissa tahu apa yang di inginkan Leon.


Selama pacaran sama Leon yang selalu mengeluarkan uang adalah Clarissa, pria itu tidak pernah sedikitpun mengeluarkan. uangnya saat berpacaran dengan Clarissa.


Clarissa beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tiga puluh menit berlalu Clarissa keluar dari dalam kamar mandi


Lantas dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Bagaimana kabar mamah? rasanya sudah lama aku tak mendengar kabar tentangnya" gumam Clarissa yang tiba-tiba mengingat mamahnya.


Clarissa meraih ponselnya dan mencoba menghubungi nomer mamahnya. Namun ternyata nomor mamahnya tidak aktif

__ADS_1


"Kenapa tidak aktif, apa mungkin mamah sedang sibuk judi lagi ya?, lwbih baik besok aku datangi saja rumahnya" gumam Clarissa sambil terus mencoba menghubungi mamahnya.


Meskipun Clarissa benci sama mamahnya, tapi dia tetap menyayangi mamahnya, bagaimanapun juga dulu mamahnya yang sudah melahirkannya.


Tak lama Clarissa memejamkan matanya, dia lelah sudah seharian ini menemani kakaknya keliling rumah barunya.


Sedangkan di tempat hiburan malam, Leon terus mengumpati Clarissa karena wanita itu tidak kunjung datang menemuinya.


"Shitt... dia sudah berani denganku ternyata" umpat Leon.


"Kamu kenapa Le" tanya teman Leon.


"Wanita itu tidak mau datang kemari," jawab Leon.


"Lalu siapa yang akan membayar semua minuman ini" tanya Teman Leon.


"Kau bayar saja dulu, nanti aku ganti" jawab Leon seenaknya.


"Enak saja, kau kalau tidak punya uang tidak usah ajak-ajak kita kesini, udah mah sok-sokan mau traktir kita-kita tapi nyatanya kita juga yang di suruh bayar"


"Tidak usah berisik lah, besok juga gue ganti uang lo" ucap Leon kesal.


"Ganti pakai apa lo? mau ngemis lagi sama cewek lo itu, gue kalau jadi Clarissa juga ogah datang nemuin lelaki tak berguna kek lo"


Brakkk....


Leon menggebrak meja karena terus mendengar ocehan teman-temannya.


"BERISIK!!" teriak Leon dalam keadaan mabuk.


Teman Leon merotasi bola matanya jengah, udah tahu dia yang salah dia pula yang marah.


"Ayo kita tinggalin sajalah, males gue ngurusin orang gila kek dia" ucap teman Leon.


"Ayo, gue juga ogah bayar minuman dia, orang dia yang minum paling banyak tapi kita yang di suruh bayar" sahut teman Leon yang lain.


Akhirnya mereka ninggalin Leon sedirian di klub tersebut, mereka pergi duluan karena tidak mau bayar tagihan sekaligus tidak mau ngurusin Leon yang sudah mabuk parah.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏


Happy reading guys 🙏

__ADS_1


__ADS_2