Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 91


__ADS_3

Bugh....


Clarissa memukul punggung Paul dengan cukup keras, tapi pria itu sama sekali tidak menunjukkan rasa sakitnya, dia terlihat biasa saja.


"kau ini kenapa tidak memberikan aba-aba dulu kalau mau mencium ku" seru Clarissa.


Paul menganga mendengarnya, ia mengira gadis itu akan memarahinya karena sudah menciumnya tanpa ijin.


"Jadi kamu ingin aku mengulanginya lagi" tanya Paul dengan tatapan nakal.


Clarissa menjadi gugup, dia merasa menyesal dengan ucapannya sendiri.


"Kenapa kau hanya diam saja hmm" ucap Paul sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Clarissa, Clarissa yang takut pun langsung menjauhkan wajahnya dari Paul.


"kamu ini apa-apaan sih. Jauhkan wajahmu dari hadapanku Paul" pinta Clarissa sambil menahan wajah Paul yang kian mendekat.


"kenapa kau terlihat takut, bukankah kau tadi memintaku untuk mengulanginya hmm" Paul semakin gencar menggoda Clarissa, melihat wajah ketakutan Clarissa menjadi hiburan tersendiri baginya.


"Ck, kenapa dia berubah mesum begini, aku kira dia selamanya akan menjadi manusia es" gumam Clarissa dalam hati.


Melihat wajah Clarissa yang berubah pucat, akhirnya Paul menjauhkan wajahnya dari Clarissa. Dia kembali menegakkan duduknya.


Di sesapnya kopi miliknya lalu ia bertanya. "Mau keman kamu setelah ini" tanya Paul seraya meletakkan gelasnya diatas meja.


"Tidak tahu, sepertinya aku akan pulang ke rumah kontrakan ku" jawab Clarissa.


"Kau tidak bekerja" tanya Paul yang sudah sedikit mencair, dia sudah tidak sekaku dulu saat pertama kali bertemu.


"Tidak, hari ini aku libur" jawab Clarissa yang menjadi sedikit canggung dengan Paul.


"Kapan kamu akan pulang? Sepertinya kalau menunggu mereka pasti akan lama, karena mungkin saat ini mereka sedang istirahat" ucap Paul.


"Apa kau ingin mengantarku?" tanya Clarissa.


"Tentu saja, bukankah itu sudah lama menjadi tugasku" sahut Paul.


"Baiklah, kalau begitu kita pulang sekarang saja, biarkan mereka istirahat dulu" ajak Clarissa dan diangguki oleh Paul.


"Sebentar aku akan kedalam dulu untuk mengambil tas ku" ucap Clarissa dan pamit.


Lalu Clarissa beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya berjalan masuk kedalam mansion untuk mengambil tas miliknya yang ia taruh diatas meja tamu.


Setelah mendapatkan tasnya, Clarissa keluar menghampiri Paul yang sudah menunggunya didalam mobil.


"Ayo jalan" ucap Clarissa ketika sudah berada didalam mobil.


Dengan perlahan mobil mulai bergerak maju, Paul melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hingga akhirnya mobil yang di tumpangi mereka sampai didepan rumah kontrakan Clarissa.


Clarissa hendak menekan handle pintu tapi tiba-tiba gerakannya terhenti akibat ulah Paul.


Cup

__ADS_1


Paul menarik tangan Clarissa dan langsung mencium pipinya.


Clarissa mematung sambil memegangi pipinya, lagi-lagi pria itu mencuri ciuman darinya.


"Hati-hati, aku pulang dulu" ucap Paul menyadarkan Clarissa.


"Dasar pria mesum" dengan perasaan kesal Clarissa keluar dari dalam mobil.


Paul tersenyum sambil mengusap bibirnya menatap Clarissa yang berjalan kearah rumahnya sambil menghentakkan kakinya.


"Dia sangat lucu sekali" gumam Paul.


Setelah memastikan Clarissa masuk kedalam rumahnya, barulah Paul melajukan mobilnya meninggalkan rumah Clarissa.


****


Sedangkan didalam kamar yang mewah sepasang suami istri telah melewatkan makan siangnya.


Pukul dua siang Max baru membuka matanya, dia melihat kesamping ternyata sang istri masih memejamkan matanya sambil memeluk tubuhnya.


Max mengalihkan pandangannya pada jam yang menempel di dinding kamarnya.


"Astaga, aku melewatkan makan siangnya" kaget Max.


Lalu Max mencoba membangunkan istrinya.


"Sayang, bangunlah kamu harus makan siang dulu" ucap Max memanggil istrinya sambil menepuk pipi istrinya pelan.


"Bangunlah dulu sayang, kita makan siang dulu" bujuk Max.


Dengan perlahan Emma mulai membuka matanya.


"Ada apa" tanya Emma dengan wajah yang masih terlihat ngantuk.


"Makan siang dulu ini sudah jam dua siang, kasihan nanti baby nya lapar" ucap Max sambil mengusap perut rata istrinya.


"Tapi aku malas bangun hubby" lirih Emma sambil memeluk bantal gulingnya.


"Ayolah, aku akan menggendong mu" rayu Max.


Emma menyingkirkan bantal gulingnya, dia merentangkan kedua tangannya dengan mata yang masih terpejam.


Max yang melihat itu hanya bisa menghela nafas, mungkin karena sedang hamil membuat istrinya menjadi pemalas.


"Cepat gendong aku hubby, aku sudah lapar" seru Emma.


Max turu dari ranjang lalu mengangkat tubuh istrinya dan menggendongnya menuju ke ruang makan.


"Bi tolong siapkan makanan sehat untuk istriku" ucap Max kepada pelayannya setelah berada di ruang makan.


"Baik tuan" sahut pelayan langsung membuatkan makanan sehat untu Emma.

__ADS_1


Max menurunkan tubuh istrinya dan mendudukkannya di kursi, istrinya itu masih saja memejamkan matanya, dia tak merasa terganggu sedikitpun.


"Hai, anak daddy, kamu kenapa membuat membuat mommy mu jadi pemalas hmm, awas saja nanti kalau kau keluar jadi pemalas juga" Max mengomeli buah hatinya yang masih berada didalam perut.


Pria itu selalu saja mengancam calon buah hatinya itu, Max seperti tidak bisa berbicara lembut kepada calon buah hatinya.


Tak lama makanan yang di minta Max jadi, sang pelayan menyajikan makanan itu di atas meja makan.


"Silahkan tuan" ucap pelayan.


"Terima kasih" ucap Max dan pelayan pergi meninggalkan Max dan Emma yang sedang ingin makan.


Max mencoba membangunkan istrinya kembali.


"Sayang bangunlah, makanannya sudah jadi" ucap Max sambil mencubit pipi istrinya pelan.


Emma menepis tangan suaminya dari pipinya dan perlahan dia membuka matanya.


"Mana makanannya sayang" tanya Emma.


"Itu di hadapanmu sayang" jawab Max sabar.


Tanpa banyak kata Emma langsung memakan makanannya, wanita itu makan dengan begitu lahap.


Tak sampai lima menit makanan di piring Emma sudah habis tanpa sisa, Emma meminum minumannya dan mengelapnya mulutnya dengan menggunakan tisu.


Max dibuat menganga melihat istrinya menghabiskan makanannya dalam waktu tak sampai lima menit.


"Kau ini lama sekali makannya" seru Emma saat melihat makanan Max masih ada di piringnya.


"Bukan aku yang lama sayang, tapi kau yang terlalu cepat menghabiskan makananmu" ucap Max tentu cuma didalam hati Max berani mengucapkannya, pria itu tidak berani berkata langsung kepada istrinya.


"Iya sayang, apa kau mau lagi" tawar Max.


Tanpa membalas ucapan Max Emma langsung menarik piring Max dari hadapannya, dia kembali memakan makanan milik Max, ibu hamil itu seperti tidak merasa kenyang, mulutnya terus saja mengunyah menghabiskan semua makanan yang ada di piringnya.


"Sudah habis hubby" ucap Emma sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Rasanya perutku kenyang sekali" keluh Emma sambil mengusap perutnya.


"Bagaimana tidak kenyang, dia hampir menghabiskan dua piring nasi " ucap Max dalam hati.


Hoam....


Setelah kenyang Emma menguap karena merasa ngantuk.


"Gendong aku hubby, aku ingin tidur" pinta Emma yang sudah memejamkan matanya lagi.


"Astaga, dia mau tidur lagi" ucap Max sambil menepuk keningnya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, gift 🙏


__ADS_2