
Setelah pulang kerja Clarissa memutuskan datang kerumah mamahnya, dia mengkhawatirkan keadaan mamahnya, meskipun mamahnya sudah mengecewakannya tapi dia tetap mengkhawatirkan keadaan mamah kandungnya.
Tok
Tok
Tok
Clarissa mengetuk pintu rumah mamahnya yang terkunci.
Ceklek....
Pintu di buka oleh seorang pembantu yang ada di rumah Eva.
"Non Clarissa pulang" sapa sang pembantu yang biasa di panggil bi Sum oleh Clarissa.
"Mamah ada bi" tanya Clarissa sopan tdiak seperti dulu yang arogan. ia masuk kedalam rumahnya.
"Udah seminggu ini nyonya Eva tidak pulang non" jawab Bi Sum.
"Kenapa lama sekali bi, mamah tidak pernah pergi dari rumah selama itu bi, kecuali kalau sedang liburan" ucap Clarissa terkejut.
"Bibi tidak tahu non. soalnya nyonya Eva tidak meninggalakn pesan apa-apa" sahut Bi sum
Clarissa tidak merasa aneh dengan kebiasaan mamahnya yang sering tidak pulang, tapi yang membuatnya terkejut katanya mamahnya sudah tidak pulang selama seminggu, biasanya mamahnya kalau pergi tiga hari sudah kembali lagi kerumah. ini kenapa lama?, pikir Clarissa.
"Rissa susah coba hubungi nomor mamah tapi tidak aktif bi, baru kali ini mamah pergi lama begini" ucap Clarissa khawatir.
"Kita harus apa non? masalahnya nyonya Eva perginya juga tidak bilang-bilang" sahut Bi Sum.
"Apa mungkin mamah di tangkap sama pak tua itu ya, bisa jadi mamah tidak bisa mengembalikan uang itu terus pak tua itu **mem**bawa mamah" Batin Clarissa menerka-nerka.
"Bi, Rissa pulang dulu ya, nanti kalau ada kabar dari mamah tolong hubungi Rissa" ucap Clarissa pamit kepada pembantunya.
"Non Clarissa tinggal dimana? apa tidak lebih baik non Rissa tinggal di sini aja sambil nunggu nyonya Eva pulang" ucap Bi sum memberi saran kepada Clarissa.
"Tidak bi, Rissa punya tempat tinggal sendiri" tolak Clarissa
Bi sum mengangguk, dia tidak mau memaksa anak majikannya itu untuk tetap tinggal.
__ADS_1
"Kalau begitu hati-hati di jalan non" ucap Bi Sum.
Clarissa hanya diam dan pamit meninggalkan rumah orang tuanya.
"Non Clarissa terlihat sudah banyak berubah" gumam Bi Sum sambil memperhatikan Clarissa yang masuk kedalam taksi.
Setelah taksi yang Clarissa tumpangi sudah tidak terlihat barulah Bi Sum masuk kedalam.
Sementara di dalam taksi Clarissa terus memikirkan keadaan mamahnya.
"Apa aku tanya sama kak Emma aja ya, siapa tahu kak Emma tahu dimana mamah" ucap Clarissa lirih.
"Pak kita ke jalan Xx ya" ucap Clarissa kepada sopir taksi.
"Baik neng" sahut pak sopir.
Clarissa akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah Emma, dia ingin menannyakan mamahnya kepada sang kakak, yang ia tahu terakhir mamahnya bermasalah dengan kakaknya karena memperebutkan perusahaan almarhum papah sambungnya.
"Sore kak Emma" sapa Clarissa saat masuk rumah Emma.
"Kamu dari mana? ngapain malam-malam begini nemuin kakak" tanya Emma.
"Ada yang ingin Rissa tanyakan sama kakak" ucap Clarissa.
"Tanya apa" tanya Emma lagi.
Clarissa duduk di sofa yang ada di hadapan Emma yang sedang duduk dengan kakak iparnya.
"Kakak tahu mamah dimana ngga? Rissa datang ke rumah kata Bi Sum sudah seminggu ini mamah tidak pulang, Rissa hubungi nomor mamah tapi tidak aktif juga sampai sekarang" ucap Clarissa.
"Kakak tidak tahu, yang kakak tahu mamah mu itu sering bersama tua bangka itu, tapi aku tak tak tahu mereka dimana" sahut Emma kesal karena harus mengingat Eva dan Darso.
Max tersenyum tipis mendengar pertanyaan Clarissa, saking tipisnya Emma tidak tahu kalau suaminya itu tersenyum.
"Kak Emma tahu rumah pak tua itu ngga" tanya Clarissa.
"Rumahnya jauh dari sini, rumah dia ada di dekat hutan, lebih baik kamu tidak usah kesana dari pada kamu nanti tidak bisa keluar dari rumah itu" jawab Emma seraya memberi peringatan kepada adiknya.
"Tapi gimana dengan mamah kak, Rissa takut terjadi sesuatu sama mamah" ucap Clarissa dengan nada sendu.
__ADS_1
Emma hanya mengendikkan bahunya acuh, dia tidak begitu tahu dengan aktivitas ibu sambungnya itu.
"Istirahatlah di sini, besok kamu bisa cari mamah mu lagi, kalau kaka dapat kabar tentang mamahmu itu nanti kakak kasih tahu ke kamu" ucap Emma.
"Baiklah kak, Clarissa ke kamar dulu ya soalnya Clarissa capek banget kak" ucap Clarissa dan pamit pergi ke kamarnya.
Setelah adiknya beranjak dari hadapannya, Emma mengalihkan tatapannya melihat wajah suaminya.
"Ada apa hmmm" tanya Max lembut sambil membalas tatapan istrinya
"Apa kamu mengetahui sesuatu tentang Eva, honey" tanya Emma.
"Tidak, karena menurutku itu tidak penting" ucap Max dengan wajah di buat setenang mungkin supaya istrinya tidak mencurigainya.
"Terus, apa kamu tahu sipa yang menyerangku waktu itu" tanya Emma lagi smabil terus menatap dalam kedua bola mata suaminya.
"Yang menyerangmu anak buah King Dragon, salah satu kelompok mafia terbesar di negara ini" jawab Emma.
"Hah? mafia? memang ada urusan apa mereka menyerangku" ucap Emma terkejut.
"Mereka di perintah oleh Draso dan Eva untuk menangkapmu sayang" sahut Max.
"Astaga, ternyata mereka segila itu sampai rela menyewa mafia untuk menangkao wanita lemah sepertiku" ucap Emma tak menyangka.
"Kenapa kamu bisa tahu" lanjut Emma sambil memicingkan matanya.
"Tentu saja aku tahu informasi itu dari salah satu anak buah King Dragon yang berhasil kami tangkap" kilah Max.
Dia sengaja tidak bilang kalau dirinya menyekap James ketua mafia Dragon, Max takut istrinya itu mencurigainya.
"Lalu dimana orang itu," tanya Emma.
"Sudah aku lepaskan," jawab Max bohong dan Emma mengangguk.
Meskipun mengangguk tapi Emma tidak percaya seratus persen sama suaminya itu, dia merasa ada yang janggal.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
__ADS_1