Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 69


__ADS_3

"Shittt...ternyata dugaanku benar, Emma masuk keruang kerjaku untuk mencari tahu informasi tentangku" gumam Max, dia mengumpati kecerobohannya sendiri.


Max hanya tidak berfikir kalau istrinya akan mencari tahu tentang informasi pribadinya.


Max terua menatap video Emma yang memggeledah semua laci dan juga lemari yang ada di ruang kerjanya.


"Bagaimana bisa? kenapa dia bisa tahu ruangan itu" ucap Max membelalakan matanya kaget ketika melihat istrinya bisa membuka ruang rahasianya.


Max geleng-geleng melihatnya, ia tak menyangka istrinya akan bertindak sampai sejauh itu.


Max melihat video itu hingga akhir, dia tidak melihat istrinya mengambil satupun barang dari ruang kerjanya. ia melihat tanggal yang tertera di video itu.


"Bentar, jangan bilang waktu itu dia membohongiku, dia tak benar-benar dari beli kopi tapi dia habis dari apartemen." tebak Max. "Sepertinya dia sudah tidak sepolos dulu" imbuhnya sambil tersenyum.


Lalu Max mematikan laptopnya dan mematikannya. ia masuk kedalam ruang rahasia miliknya dan mengecek semua koleksi senjatanya. Ternyata semua barang miliknya masih terlihat rapih di tempatnya.


"Syukurlah masih utuh semua" gumam Max lega.


Setelah cukup puas melihat semua koleksinya Max keluar dari ruangan tersebut dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya.


"Lebih baik aku jemput Reva saja" lirih Max.


Lantas ia meraih kunci mobilnya di atas meja, dan kelur meninggalkan apartemennya, ia menuju basment mengambil mobilnya.


Mobil Max melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sekolahan Reva.


Ia menunggu di depan sekolah sambil mengecek beberapa email yang sudah masuk.


Jam sekolah Reva pun habis, Semua murid berbondong-bondong keluar dari kelas, Reva yang melihat mobil Max pun langsung mengajak Reynand untuk menghampirinya.


"Rey, itu mobil om Max sudah datang, ayo kita kesana" tunjuk Reva mengajak Reynand menghampiri mobil tersebut.

__ADS_1


Mereka berdua pun langsung menghampiri mobil Max dan berjinjit sambil mengetuk kaca mobilnya.


Barulah Max menghentikan pekerjaanya ketika mendengar kaca mobilnya di ketuk oleh seseorang. ia menurunkan kaca mobilnya, terlihatlah wajah Reva.


"Kaliam sudah pulang ternyata" ucap Max tersenyum.


"Buka om, panas ini" pinta Reva sambil menyeka keringatnya.


"Rey mau ikut om ngga" tanya Max sambil membuka pintu untuk gadis kecil itu.


"Tidak, daddy tadi sudah bilang mau jemput Rey" tolak Reynand.


Tak lama mobil Reagan pun terlihat dari arah belakang.


"Itu mobil daddy audah datang om, Rey pulang dulu ya" pamit Reynand, tak lupa dia juga pamit sama Reva.


"Yasudah hati-hati" ucap Max.


"Aunty Emma kemana Om? kenapa om tidak pernah ajak Aunty Emma main kerumah Reva" tanya Reva sambil menoleh kesamping melihat kearah Max.


"Belum lama Aunty Emma masuk rumah sakit sayang, dan sekarang aunty Ema sedang sibuk bekerja di kantornya" sahut Max sambil fokus menyetir.


"Kenapa harus sibuk bekerja, kan ada om yang bisa kasih uang ke aunty Emma, kayak papah Reva"


Max menghela nafas pelan, Reva memang tidka sesederhana itu, gadis kecil itu kritis dan dia belum akan berhenti jika belum nemu jawaban yang masuk akal untuknya.


"Aunty Emma kan punya perusahaan sendiri sayang, jadi dia harus tetap bekerja di perusahaanya" jelas Max mencoba memberi tahu Reva.


"Mamah juga punya restoran banyak tapi tidak bekerja, yang bekerja aunty Dewi, kata papah biar mamah tidak capek"


Max bingung harus jawab apa lagi, mungkin nanti setelah istrinya hamil Max akan melarang istrinya untuk bekerja seperti yang Arsen lakukan ke Alisya.

__ADS_1


******


Sore hari Emma sedang mebereskan semua pekerjaannya, dia juga mematikan laptop miliknya.


"Tina kosongkan jadwalku selama sebulan kedepan, aku ingin pergi berlibur agar otakku lebih fresh" ucap Emma kepada asistennya.


"Lama sekali nyonya" sahut Tina. itu artinya dia harus menghandle semua pekerjaan bosnya selama bosnya itu cuti.


"Karena aku butuh waktu lama untuk berpikir" ujar Emma.


"Apa nyonya akan berlibur dengan tuan Max?" tanya Tina.


"Tidak, aku ingin pergi sendiri" jawab Emma.


"Jangan kelamaan pergi sendiri nyonya nanti tuan Max nya hilang di ambil orang, lebih baik anda pergi berdua biar cepet ada tuan Max junior" ucap Tina cengengesan.


Puk...


Emma melempar kertas yang sudah ia kepal kearah Tina, ia kesal dengan ucapan asistennya itu.


Tina akhirnya memilih kabur dari ruangan Emma, sebelum Emma semakin kesal dengannya.


"Dasar asisten ngga ada akhlak, bisa-bisanya aku lagi marah malah di suruh liburan berdua" gerutu Emma.


ia beranjak dari kursi kebesarannya sambil menenteng tas miliknya, ia berjalan kearah pintu dan keluar dari ruangannya.


ia masuk kedalam lift yang membawanya turun ke lantai bawah.


Ting


Lift sampai di lantai dasar, Emma keluar dari lift dan berjalan keluar dari perusahaannya. ternyata mobil Max sudah berada di depan perushaan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2