Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 70


__ADS_3

"Kau masih marah" tanya Max ketika istrinya terus mendiaminya, bahkan dari awal masuk mobil istrinya tak mau melihatnya.


"Hmmm" gumam Emma.


Max menghela nafas frustasi, sejak tadi berangkat kekantor istrinya itu terus mendiaminya.


"Kamu mau makan apa sayang" tanya Max penuh perhatian supaya istrinya luluh.


"Terserah" jawab Emma sambil menatap kearah luar, dan max mendengus sebal.


Hai makhluk tuhan yang bernama perempuan, bisakah kalian kalau marah tidak membuat kaum adam bingung. Apalagi tiap kali diajak bicara selalu jawab terserah atau hanya bergumam.


Max akhirnya membelokkan mobil ke salah satu restoran yang sering di kunjungi istrinya,


Setelah mobil berhenti Emma langsung keluar begitu saja, dia jalan duluan masuk kedalam restoran.


"Rasanya kepala ku mau pecah menghadapi perempuan yang sedang marah" keluh Max sambil berjalan menyusul istrinya.


Sebelumnya Max belum pernah berhubungan dengan seorang wanita, jadi dia masih belum tahu bagaimana caranya merayu perempuan yang sedang marah. Max hanya pandai dalam membasmi musuh tapi dia tidak pandai dalam merayu wanita.


"Lebih baik nanti aku tanya Nino saja, siapa tahu dia tahu caranya menaklukan hati perempuan yang sedang marah" gumam Max.


Max mendudukan tubuhnya di sebelah istrinya, namun Emma justru menggeser tubuhnya menjauh dari Max.


Ia hanya menghela nafas sabar, ia akan menunggu hingga di rumah nanti barulah dia akan mengajak istrinya mengobrol, kalau dia ngomong sekarang yang ada nanti nafsu makan istrinya hilang.


Max memesan semua makanan kesukaan Emma, siapa tahu setelah perutnya kenyang istrinya tidak marah lagi dengannya. Karena ada sebagian orang jika marah maka dia akan melampiaskannya ke makanan.


Pesanan milik Max datang, Max dan Ema langsung menyantap makananya, sesekali Max melirik kearah istrinya yang makan begitu rakus, bahkan Max sempat berpikir kalau tadi siang istrinya itu tidak makan makanya makan dengan begitu rakus.


"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang mau ngambil makanan mu" tegur Max namun Emma tak menghiraukannya.


Tak lama makann yang ada di piring mereka habis, Max dan Emma memutuskan untuk pulang kerumah.


****


Sampai dirumah Max langsung menahan tangan Emma yang hendak masuk kedalam kamar tamu. Sepertinya istrinya tidak ingin satu kamar dengannya. Membuat Max semakin tidak tahan dengan sikap istrinya yang terus mendiaminya.


"Sampai kapan kamu akan terus mendiamiku sayang? bicaralah apa yang kau inginkan agar kamu bisa memaafkan kesalahanku" tanya Max.


"Kau cukup membiarkan ku pergi sendiri maka aku akan memaafkanmu" ucap Emma.


"Maksudmu bagaimana? apa kau ingin pergi meninggalkanku?" tanya Max memastikan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, aku hanya butuh waktu sendiri" jawab Emma.


"Kalau begitu aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri, aku akan ikut kemanapun kamu pergi" maksa Max.


"Aku akan meninggalkanmu jika kau terus mengikutiku" ancam Emma justru memancing emosi Max.


Max menarik tangan istrinya dan memanggul tubuh istrinya seperti karung beras.


Emma terus memberontak minta diturunkan, Max diam saja berjalan menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua.


"Lepas Max, kau mau apa hah" ucap Emma.


"Kita lihat saja nanti" sahut Max ambigu.


Ceklek....


Pintu kamar dibuka oleh Max, Max masuk kedalam kamar dan langsung menghempaskan tubuh istrinya keatas ranjang.


"Kau mau apa hah" pekik Emma sambil memundurkan tubunnya.


"Aku ingin memberimu hukuman karena sudah berniat pergi dari ku" ucap Max sambil melepaskan satu persatu kancing kemejanya hingga memperlihatkan otot kekar Max.


Emma melengoskan wajahnya, ia tak ingin melihat perut kotak-kotak suaminya, yang ada nanti hatinya goyah.


Setelah Max selesai melepaskan celana panjangnya dia berjalan menuju ke walk in closet untuk mengambil dasinya.


Namun Emma memanfaatkan itu, ia melihat suaminya yang masuk kedalam ruang ganti ia langsung turun dari ranjang dan berlari kearah pintu. ia menekan handle pintu namun pintunya tidak bisa di buka.


"Shittt.... Ternyata pintunya di kunci" umpat Emma.


Max keluar dari ruang ganti, dia tersenyum smirk melihat diatas ranjang sudah tidak ada keberadaan istrinya, dia melihat kearah pintu ternyata istrinya sedang berusaha untuk membuka pintu. Apa istrinya itu mengira dirinya bodoh, tentu saja Max sudah mengunci pintunya lebih dulu dan menyembunyikan kuncinya.


"Kau mau kemana sayang" tanya Max melipat kedua tangannya di depan dada sambil menyenderkan tubuhnya di dinding.


"Buka Max, aku ingin keluar" ucap Emma marah.


"Tidak akan, aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku" tolak Max sambil melangkah maju kearah sang istri.


"Aku bukan ingin pergi meninggalkanmu, tapi aku butuh waktu sendiri untuk berlibur" ucap Emma dengan wajah memelas.


"Kau pasti bohong, itu hanya alibi mu saja agar aku melepaskanmu" sahut Max.


Kini giliran Emma yang frustasi menghadapi suaminya, ucapannya malah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri, coba tadi dia minta ijin secara baik-baik kepada suaminya ini.

__ADS_1


Sampai di depan istrinya Max langsung mengangkat tubuh istrinya seperti karung beras.


"Diam sayang" ucap Max sambil menepuk bokong sintal istrinya karena dari tadi terus memberontak.


"Lepaskan aku Max, aku hanya ingin pergi berlibur" pekik Emma jengkel dengan suaminya yang tidak mempercayai ucapannya.


Max menulikan telinganya, ia menghampaskan tubuh istrinya dia atas ranjang sambil membuat tubuh istrinya mantul keatas.


Di tariknya dress istrinya hingba terlepas dari tubuhnya, saat ini istrinya hanya memakai pakaian dalamnya saja.


Lalu Max mengikat kedua tangan istrinya menggunakan dasi yang ia ambil tadi.


"Kenapa tanganku di ikat hah" protes Emma.


"Jangan terus berteriak sayang, nanti tenagamu sudah habis duluan sebelum aku memulainya" ucap Max.


Ema melengoskan wajahnya, ia tahu hukuman yang akan di berikan kepadanya.


Max melebarkan kedua kaki istrinya dan melepas kain segitiga yang di kenakan istrinya.


"Wow, milikmu begitu indah sayang" ucap Max sambil menatap milik istrinya.


Wajah Ema merona sambil merapatkan kedua kakinya namun di tahan oleh kedua tangan Max.


"Jangan di tutup sayang, aku belum puas menatapnya" ucap Max sambil menggerakan tangannya untuk menyentuhnya.


"Jangan dilihatin begitu aku malu" rengek Emma.


Rengekan istrinya justru terdengar manja di telinganya, hal itu semakin membangkitkan sisi liar Max.


Tanpa aba-aba Max memasukkan jarinya kedalam, Emma menjerit kaget, tubunya mengeliat meraskaan rasa geli di bawah sana.


"Ayo bilang ingin pergi dariku" titah Max.


Emma diam saja sambil menggigit bibir bawahnya agar tidak men de sah.


Max menambah jarinya dan semakin cepat menggerakan jarinya di dalam sana. ia ingin menyiksa istrinya dengan menggunakan tangannya.


Max tidak akan berhenti sebelum istrinya memohon dan berjanji tidak akan meninggalkannya.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏

__ADS_1


__ADS_2