
"Masuklah lebih dulu sayang, aku ada sedikit urusan dengan Paul" titah Max ketika mobil mereka sudah berhenti didepan Mansion miliknya.
"Kalian mau pergi" tanya Emma.
"Tidak, aku hanya disini saja tidak kemana-mana" jawab Max sambil membelai rambut istrinya.
Emma mengangguk paham, dia dan Clarissa masuk kedalam Mansion terlebih dahulu meninggalkan Max dan Paul yang masih di luar.
"Kau sempat melihat nomor platnya Pau" tanya Max setelah memastikan istrinya sudah masuk kedalam Mansion.
"Aku melihatnya tuan, nanti aku akan melacaknya" sahut Paul.
"Secepatnya kamu cari tahu informasi tentang orang yang tadi Max, mereka sudah berani terang-terangan melawanku" geram Max, dia merasa seperti sedang dipermainkan oleh musuhnya.
"Baik tuan" jawab Paul.
"Aku beri kamu waktu setengah jam untuk mencari informasi orang itu, setelah itu kau temui aku di ruang kerjaku" perintah Max.
Lagi-lagi Paul hanya bisa mengangguk patuh. Lalu Max masuk melangkahkan kakinya masuk kedalam Mansion nya menyusul istrinya yang sudah masuk lebih dulu.
Sedangkan Paul kembali ke mobil untuk mengambil laptopnya lebih dulu, lalu dia ikut menyusul kedalam Mansion juga.
Paul duduk diruang tamu sambil menatap layar laptopnya dengan serius. Tak lama Clarissa datang dan duduk dihadapan Paul.
"Paul, kau ingin kopi tidak" tawar Clarissa yang sudah tidak merasa canggung lagi dengan Paul.
"Boleh" jawab Paul tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
__ADS_1
Clarissa mendengus kesal, dia beranjak dari ruang tamu menuju ke dapur untuk membuatkan Paul Kopi.
Kopi pun jadi, Clarissa kembali keruang tamu, terlihat Paul masih serius menatap layar laptopnya.
"Ini kopinya" ucap Clarissa sambil meletakkan secangkir kopi dihadapan Paul.
"Terima kasih" ucap Paul masih tak melihat mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
"Kamu ini sedang mengerjakan apa? Kenapa serius sekali" kesal Clarissa karena merasa di cuekin oleh Paul.
"Tugas penting dari tuan Max" sahut Paul singkat.
"Selalu saja singkat" dumal Clarissa dan Paul tak peduli.
Karena tak ingin semakin kesal, Clarissa memutuskan untuk pergi dari hadapan Paul.
****
"Belum sayang, aku hanya ingin mengganti bajuku saja. Memakai kemeja ini rasanya gerah sekali" jawab Max.
"Sebentar aku ambilkan baju ganti untukmu" ucap Emma dan melenggang pergi menuju ke ruang ganti.
Wanita itu mengambil kaos lengan pendek berwarna hitam dan juga celana pendek selutut
"Ini pakailah" ucap Emma memberikan baju ganti untuk suaminya.
Tanpa rasa malu, Max langsung membuka seluruh pakaiannya dihadapan sang istri hanya menyisakan celana dal*m nya saja.
__ADS_1
Emma hanya geleng kepala melihat tingkah suaminya.
"Kamu istirahat saja sayang, sepertinya aku akan sibuk hingga malam nanti" suruh Max.
Emma menggelengkan kepalanya menolak.
"Aku ingin mengerjakan pekerjaanku dulu yang sempat tertunda, nanti setelah selesai baru aku akan istirahat" ucap Emma.
"Terserah kamu saja baby, yang penting jangan sampai lelah" balas Max.
Max tak bisa mencegah istrinya untuk berhenti bekerja, karena dia tahu kalau istrinya mempunyai tanggung jawab penuh terhadap perusahaannya itu.
Andai urusan dia sudah selesai pasti Max akan membantu istrinya dalam mengelola perusahaannya.
Max keluar dari kamarnya, dia berjalan menuju keruang kerjanya, didalam ruang kerja sudah ada Paula yang sedang menunggunya.
"Bagaimana Paul" tanya Max sambil mendudukkan tubuhnya di kursi miliknya.
"Plat nomornya tidak terdaftar, tapi saya mendapatkan rekaman ini" ucap Paul sambil menunjukkan sebuah Video kepada Max.
Max tadi sempat meretas CCTV yang ada dijalan raya, tapi sayangnya wajah pelaku tidak begitu jelas nampak di layar camera, sebab pelaku menggunakan helm full face.
"Saya tidak mendapatkan petunjuk lain tuan, hanya ini yang saya dapatkan" ucap Paul.
Max menghembuskan nafas kasar. Sedetik kemudian dia menyeringai.
"Kendorkan pengamanan Emma, buat seolah olah tanpa pengawalan, kita akan pancing mereka keluar" ucap Max membuat Paul kaget.
__ADS_1
"Tuan yakin ingin menumbalkan nyonya" tanya Paul memastikan.
"Tidak, kita tetap akan memberikan istriku pengawalan bayangan agar tidak kentara" sahut Max.