
"Kenapa belum tidur hmm" tanya Max lembut sambil membelai sisi wajah istrinya.
"Kenapa?" bukannya menjawab Emma justru memberikan jawaban yang Max tak mengerti.
"Kenapa apanya" tanya mengerutkan dahinya.
"Kenapa tidak jujur" tanya Emma lagi semakin membuat Max bingung. ia merasa tidak menyembunyikan sesuatu dari istrinya lalu kenapa istrinya bertanya seolah ia sedang melakukan kesalahan.
Max bangun dan menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang.
"Bicara yang jelas sayang, aku tak mengerti dengan pertanyaanmu itu" ucap Max. "Apa kamu sednag bermimpi sehingga bicaramu melantur begini hmm" lanjut Max.
Emma ikut mendudukan tubuhnya berhadapan dengan suaminya, Max melihat wajah serius istrinya yang sedang menatapnya.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu mantan mafia" lirih Emma.
Deg
Jantung Max berdegub kencang mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir istrinya itu. Darimana istrinya tahu kalau dia seorang mantan mafia, bukannya selama ini ia selalu menyembunyikan identitas aslinya sebagai seorang mafia pikir Max.
"Maksud kamu apa sayang" kilah Max pura-pura tidak tahu
"Jawab saja pertanyaanku" tegas Emma.
__ADS_1
Max tak langsung menjawab, ia mengambil nafas dalam-dalam setelah itu menghembuskannya.
"Aku memang seorang mafia, tapi itu dulu. kenapa aku tidak menceritakannya sama kamu karena menurutku itu tidak penting, toh sudah hampir tiga tahun lebih aku keluar dari dunia gelap itu" jawab Max jujur.
"Bagaimana bisa kamu bilang itu tidak penting, apa kamu tidak memikirkan nasib orang-orang yang ada di sekitarmu hah" shaut Emma tak habis pikir dengan suaminya.
Tentu itu sangat penting bagi Emma, setidaknya kalau suaminya memberitahunya dia bisa lebih waspada dan berhati-hati.
"Sejak kapan kamu jadi mafia" tanya Emma ingin tahu lebih banyak tentang suaminya.
"Ceritanya panjang sayang, ini sudah malam lebih baik kita tidur" ucap Max.
"Tidak, aku ingin tahu masa lalumu" tolak Emma.
"Apa hilangnya Eva ada kaitannya denganmu" tanya Emma penuh selidik.
Sepertinya istrinya masih belum puas jika semua pertanyaan yang ada di kepalanya belum terjawab semua. Wanita itu menolak dia ajak tidur.
Memang tidak ada cara lain selain mengakuinya, percuma saja dia berkilah, istrinya sudah berbicara seperti ini berarti sudah bisa di pastikan istrinya itu sudah mengetahui identitas aslinya sebagai mantan mafia.
"Hilangnya Eva memang ada kaitannya denganku, tapi aku melakukan itu ada alasannya" ucap Max jujur.
"Memangnya apa alasanmu hingga sampai menghilangkan Eva" tanya Emma.
__ADS_1
"Karena Eva dan Darso merupakan dalang dari penyerangan yang menyebabkan kamu masuk rumah sakit waktu itu" jawab Max.
Emma menghela nafas pelan, lagi-lagi Eva berniat ingin mencelakai dirinya, wanita paruh baya itu seolah tak puas jika belum melihat dirinya mederita.
"Lalu dimana dia sekarang" tanya Emma.
"Mobil dia masuk ke jurang saat anak buahku mengejarnya waktu itu" sahut Max bohong.
Max tidak mungkin bicara yang sebenarnya kalau Eva meninggal karena dibunuh olehnya.
"Apa kamu melihat jenazahnya" tanya Emma.
"Tidak, karena mobil itu langsung meledak di tempat" sahut Max bohong.
Emma memejamkan matanya, ia tidak bisa membayangkan nasib Eva yang terpanggang hidup-hidup didalam mobil. Meskipun ia membencinya namun di dalam hatinya ia juga merasa kasihan, bagaimanapun juga Eva pernah merawatnya saat dia masih kecil.
"Aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang kita tidur" ucap Max.
Emma menghembuskan nafas, sebenarnya ia masih belum puas karena belum mendengar kisah masa lalu suaminya. Tapi ia akan menahannya hingga besok karena sebenarnya ia sudah sangat mengantuk.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
__ADS_1