
Saat Emma sudah terlelap, Max mendapat panggilan dari Paul anak buahnya, Max beranjak dari ranjangnya dan menjauh dari istrinya. Ia tak mau istrinya mendengar percakapan mereka berdua.
"Katakan" tanya Max to the point ketika panggilannya sudah terhubung.
"Saya sudah meretas CCTV yang ada di jalan raya tuan, saya menemukan lambang mafia king Dragon di mobil yang mengikuti anda" ucap Paul.
"Shittt...ada urusan apa mereka mengikutiku? Bukankah selama ini Cosa Nostra tidak ada masalah dengan King Dragon" tanya Max heran.
"Saya tidak tahu pasti tuan, tapi saya rasa ada yang sengaja menyewa anak buah King Dragon untuk melenyapkan anda atau istri anda" tebak Paul mengutarakan analisanya.
"Selidiki semuanya Pau, aku tak ingin ada yang mencelakai istriku" titah Max.
"Baik tuan" jawab Paul patuh.
Setelah itu Max memutuskan panggilannya, Max berfikir memangnya siapa yang bermaksud mencelakai dirinya dan juga istrinya.
Cosa Nostra merupakan kelompok Mafia dari Eropa yang di dirikan oleh tuan owen mendiang ayah Max, namun Max memilih untuk keluar dari dunia bawah tanah, dan kelompok itu sekarang di pimpin oleh Paul tangan kanan Max selama di Cosa Nostra.
Paul sangat setia kepadanya, sehingga dia mempercayakan Cisa Nostra kepada Paul
Max memang sudah tidak lagi ikut campur urusan yang ada di Cosa Nostra, namun dia masih melibatkan Cosa Nostra untuk masalah keamanannya.
Max kembali naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri, Max membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.
"Apapun yang terjadi aku akan selalu melindungimu sayang" ucap Max sambil mengecup bibir istrinya yang sedang terlelap.
Tak lama Max pun ikut terlelap sambil memeluk tubuh istrinya.
Sedangkan di sisi lain lebih Eva sedang berada di salah satu ruangan yang ada di Casino milik Darso, dia sedang duduk berhadapan dengan Darso sambil meminum wine.
"Kapan mereka akan memulai rancananya menangkap Emma" tanya Eva sambil menyesap wine nya yang ada di tangannya.
"Mungkin besok, mereka sudah mengirim anak buahnya untuk menguntit Emma dan suaminya" jawab Darso.
"Bagus, lebih cepat lebih baik" ucap Eva dengan tersenyum smirk.
"Apa alasanmu membenci Emma? sepertinya dia anak baik " tanya Darso sambil menghisap rokoknya.
"Dia hanya anak tiriku, dia memang baik tapi aku tidak suka karena almarhum suamiku memberikan semua asetnya kepada Emma dan dia hanya memberikan sedikit warisan untuku dan juga putri kandungku" jawab Eva.
"Lalu apa masalahnya, kalau aku jadi almarhum suamimu juga aku akan melakukan hal yang sama, untuk apa aku mewariskan seluruh hartaku ke istri kejam sepertimu" ucap Darso sinis.
__ADS_1
"Terserah kau mau bilang apa, aku tak peduli" sahut Eva acuh.
Darso memang tidak ada niatan buruk sama Emma. Hanya karena obsesinya dia menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan Emma dan menjadikannya istri.
Bahkan Darso juga mewanti-wanti Eva, boleh menangkap Emma tapi tidak untuk melukainya, karena Darso tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon istrinya.
๐๐๐
Pagi masih di selimuti kegelapan, udara masih terasa begitu dingin menusuk kekulitku, Max merasa terusik dengan perutnya yang merasa lapar.
Max mengucek ngucek matanya dan membukanya, dia melihat kesamping ternyata istrinya masih terlelap dalam pelukannya.
"Sayang, bangun" ucap Max membangunkan istrinya sambil mengusap pipi mulus istrinya.
"Hubby, ada apa" tanya Emma dengan mata terpejam.
"Aku lapar sayang" rengek Max , Emma membuka matanya dan melihat jam yang ada di dinding kamarnya menunjukkan pukul 4 pagi.
"Ini masih terlalu pagi hubby, lebih baik kita tidur lagi" ucap Emma sambil mengeratkan pelukannya di tubuh suaminya.
"Aku ini lapar sayang bukan ngantuk, bisa-bisanya kamu malah menyuruhku tidur" protes Max, dia lapar istrinya malah menyuruhnya tidur.
Emma menghela nafasnya pelan, dia tak akan bisa tidur kalau suaminya terus merengek minta makan.
Max bangun dan beranjak dari ranjangnya. Dia menoleh ternyata istrinya masih duduk sambil bersandar di headboard ranjang.
"Gendong hubby, aku masih ngantuk malas jalan" pinta Emma sambil merentangkan kedua tangannya.
Max kembali menghampiri istrinya lalu mengangkat tubuh Emma dan menggendongnya seperti koala.
"Dasar pemalas" cibir Max sambil memukul bokong istrinya, Emma tak peduli dengan cibiran suaminya ia merebahkan kepalanya di bahu suaminya dan memejamkan matanya.
Max berjalan menuju ke dapur sambil mengendong istrinya.
Sampai di dapur Max menurunkan istrinya dia atas meja.
"Bangun sayang, buruan masak aku lapar" ucap Max sambil mengecupi bibir sensual istrinya membuat Emma terganggu lalu membuka matanya yang masih terasa berat.
"Hubby mau makan apa" tanya Emma dengan wajah yang masih terlihat ngantuk.
"Buatkan aku nasi goreng seafood yang pedas sayang, aku ingin sekali makan nasi goreng" pinta Max.
__ADS_1
"Kamu serius mau makan pedas,?" tanya Emma memastikan, pasalnya suaminya tidak bisa makan makanan pedas.
"Iya sayang, buruan aku lapar" rengek Max.
"Tapi kalau nanti kamu sakit perut gimana" ucap Emma khawatir.
"Tidak akan sayang" Kekeuh Max.
Emma menghela nafas pelan, kemudian dia turun dari atas meja, dan mulai memasak nasi goreng seafood pedas sesuai kemauan suaminya.
Max duduk di meja makan sambil menunggu makanannya jadi.
Tidak sampai satu jam Emma sudah menyelesaikan masakannya, dia memberikan nasi goreng seafood kepada suaminya.
"Ini hubby" ucap Emma sambil memberikan sepiring penuh nasi goreng kepada suaminya.
"Terimakasih sayang" sahut Max langsung menyambar piring tersebut, dan dia langsung menyantap nasi goreng buatan istrinya.
Emma susah menelan salivanya melihat cara makan suaminya yang tidak seperti biasanya, Max terlihat makan begitu rakus seperti orang yang tidak makan tiga hari.
"Pelan-pelan hubby, nanti kamu tersedak" Emma memperingati suaminya.
"Ini enak sayang, kamu mau mencobanya tidak" sahut Max menawari istrinya.
"Tidak buat kamu saja" tolak Emma, hanya dengan melihat suaminya makan saja sudah membuatnya kenyang.
Emma menemani suaminya hingga selesai makan.
"Ngantuk sayang" ucap Max membuat Emma merotasi bola matanya malas.
"Sudah biasa kalau orang habis makan itu pasti ngantuk".ketus Emma.
"Kalau begitu ayo kita tidur ini masih terlalu pagi" ajak Max.
"Duduk dulu, tidak baik habis makan langsung tidur" larang Emma.
Selain dapat menyebabkan obesitas, efek tidur setelah makan juga bisa menyebabkan penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Pasalnya,ย tidur dalam kondisi perut yang kenyang membuat lambung mendapatkan tekanan yang cukup kuat (sumber google).
Max pun menuruti ucapan istrinya, mereka berdua pindah ke ruang tengah untuk menonton televisi.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote, gift, rate๐
Happy reading guys๐