
"Kamu kalau takut pejamkan mata saja sayang" ucap Max yang menghkawatirkan kondisi Reva.
"Reva ngga takut om, ini sangat seru seperti di film-film yang Reva tonton sama papa, om jalanin mobilnya yang kencang biar cepat nyusul aunty cantik" sahut Reva tersenyum menampilkan deretan giginya.
Max tak lagi mengkhawatirkan anak majikannya, ia memang mengakui mental Reva yang pemberani itu.
Dia pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh agar cepat bisa menyusul istrinya.
Emma memang bisa berkelahi dan memainkan beberapa senjata, tapi bagaimana pun juga Emma tetap perempuan, tenaganya akan kalah dengan laki-laki, apalagi yang mengikuti mobil istrinya bukan hanya satu orang. Makanya Max sangat mengkhawatirkan Emma.
"Lacak keberadaan mobilku yang satunya, kalian cepat susul karena istriku dalam bahaya" titah Max kepada anak buahnya melalui sambungan telpon.
"......."
Max pun mematikan panggilannya setelah selesai memerintahkan anak buahnya untuk menyusul istrinya.
Sedangkan di sisi lain Emma masih mencoba terus menghindari kejaran mobil mereka.
"Ternyata tua bangka itu masih saja memburuku" gumam Emma sambil fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Emma memancing mereka menuju ke daerah yang sepi agar tidak membahayakan pengguna jalan lain.
Salah satu mobil musuh berhasil mengejar mobil Emma tepat di belakangnya.
Brak...
Mobil musuh menabrak mobil Emma dari belakang.
"Shitttt....ini benar-benar sangat menyebalkan" ucap Emma yang mulai terpancing emosi.
Emma mengambil pistol dari dalam dashboard mobil.
Setelah mendapatkan pistolnya Emma menurunkan kaca mobil yang ada di sebelahnya.
Emma melihat situasi yang sepertinya sudah jauh dari lalu lalang orang. Dia mengeluarkan kepalanya keluar kaca sambil tetap berusaha mengendarai mobilnya dalam keadaan stabil.
Dor...
Dor...
Dorr....
Dorrr...
"Shittt...." umpat Emma, karena tidak ada aatupun pelurunya yang berhasil mengenai mobil musuh.
Menembak sambil mengemudi membuat fokus Emma sedikit terganggu.
Emma kembali fokus melajukan mobilnya, hingga tiba-tiba Emma mengerem mendadak mobilnya
Citttt.......
Mobil Emma di hadang oleh dua mobil yang menutup jalannya, sehingga terpaksa Emma menghentikan laju mobilnya secara mendadak.
"Sialan mereka menjebakku" maki Emma.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Kaca mobil Emma di ketuk oleh mereka.
"Keluar atau kami akan menghancurkan mobilmu" ancamnya kepada Emma.
Terlihat semua musuh sedang mengepung mobilnya. Dari dalam mobil Emma mencoba mengira-ngira kekuatan mereka supaya dia tidak mati konyol melawan mereka.
"Banyak juga, mereka ada 15orang" gumam Emma.
Dugh
Dugh
Dugh
Mobilnya kembali di tendang oleh mereka, membuat Ema sejenak memejamkan matanya mencoba mengulur waktunya menunggu anak buah suaminya datang.
Emma membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobilnya sambil mengangkat tangan sambil mencari celah untuk melawan.
"Keluar kamu cepat, jangan sampai kita melukaimu" ucap salah satu musuh sambil mendorong tubuh Emma, hingga membuat tubuh Emma terhuyung ke depan.
Mereka menggiring Emma menuju ke mobilnya.
Emma berjalan sambil terus melirik ke kanan dan kekiri menghitung musuh yang ada di sekitarnya.
Hampir saja tiba di mobil musuh tiba-tiba dengan gerakan cepat dan terarah Emma terlihat memutar tubuhnya , setelah itu dia langsung melayangkan tendangan ke smwua musuh yang ada di dekatnya.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
"Menyerahlah nona, jangan sampai kami melukaimu" ucap salah satu anak buah Darso sambil meringis memegangi dadanya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah dan ikut dengan kalian, bilang kepada tua bangka itu suruh jangan pernah mencariku" sahut Emma dengan sorot mata penuh amarah.
"Kalau begitu kami tidak akan segan lagi menyakitimu nona" ucap musuh, dia harus berhasil membawa Emma atau nyawa mereka sendiri yang akan jadi taruhannya.
Ciatttt....
Mereka berlima sekaligus langsung maju melawan Emma.
Dengan berbekal ilmu bela diri yang ia pelajari selama ini dari suaminya membuat Emma tak takut melawan mereka.
Dengan gerakan tak teratur Emma kembali menendang dan memukul dia dengan membabi buta.
Bugh..
"Akhhhh..." salah satu tendangan musuh berhasil mengenai perut Emma.
Mobil anak buah Max datang bebarengan dengan mobil Max.
Anak buah Max langsung keluar dan menyerang anak buah Darso.
"Reva di dalam mobil saja, jangan pernah keluar dari mobil sebelum keadaanya aman" peringat Max kepada Reva.
__ADS_1
Setelah itu Max keluar dari mobil dan langsung menghampiri istrinya yang terlihat sedang memegangi perutnya.
"Honey kamu tidak apa-apa" tanya Max panik sambil merangkul bahu istrinya.
"Tenanglah Max aku tidak apa-apa" sahut Emma tak ingin membuat Max khawatir.
"Masuklah ke mobilku, biarkan sisanya aku yang akan menyelesaikannya" titah Max.
Emma pun mengangguk patuh, dia berjalan menuju mobil Max yang ada Reva di dalamnya.
Tanpa Emma sadari ternyata ada anak buah Darso yang sedang menargetkan Emma.
Dorrr...
"Akhhhh..."
Emma berbalik kaget ketika mendengar suara tembakan yang mengenai tangan anak buah Darso yang sedang membawa balok kayu di belakangnya, sepertinya dia bermaksud ingin memukulnya dari belakang.
Emma menendang muka orang tersebut hingga tak sadarkan diri.
Setelah itu dia mencari dari mana peluru itu berasal.
"Sayang syukurlah kamu tidak apa-apa" ucap Max yang bari saja menghampiri istrinya setelah menghabisi semua anak buah Darso.
"Aku tidak apa-apa Max, bukankah kamu sudah menembaknya sehingga tidak melukaiku" ucap Emma.
"Aku tidak menembaknya sayang, aku tadi sednag berkelahi aku juga kaget ketika mendengar suara tembakan dari arah kamu" sahut Max.
Dirinya memang tidak merasa menembak, begitupun anak buahnya yang juga sedang sibuk menghabisi anak buah Darso.
Kemudian Max meliri kearah mobilnya, dia melihat kaca mobilnya di bagian Reva duduk terbuka.
"Aku tahu siapa yang menembaknya" ucap Max.
"Siapa Max" tanya Emma sambil mengerutkan dahinya.
"Nanti kamu juga akan mengetahuinya sayang" sahut Max sambil memapah istrinya menuju ke mobilnya.
Di dalam mobil terlihat Reva lagi duduk santai sambil bersandar di sandaran kursi mobil.
"Ck, beraninya main curang" gumam Reva.
Klek..
Max membuka pintu dan membantu istrinya masuk ke kursi penumpang bagian belakang kursi kemudi.
Max melihat kearah Reva yang biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu.
"Kamu barusan menembak orang sayang" tanya Max penuh selidik.
"Tidak, dari tadi Reva cuma rebahan di mobil, kan kata om Max Reva ngga boleh keluar" bohong Reva.
Namun tidak sepenuhnya berbohong juga sih, nyatanya memang dia tidak keluar dari mobil, dia hanya mengeluarkan sedikit badannya dari kaca mobil saja untuk menembak orang tersebut.
Max hanya mengangguk mengiyakan saja, namun dia sangat yakin kalau yang menembak Reva.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
__ADS_1
Happy reading guys🙏