
"Gimana dengan proposal pengajuanku ke perusahaan J'MO Max" tanya Emma.
Pasalnya sudah dua minggu ini dia memberikan surat kerjasama untuk perusahaan J'MO kepada Max namun belum juga mendapat jawabannya hingga sekarang.
"Emm...itu nanti orang J'MO akan langsung menghubungi ke nomor ponselmu" jawab Max gugup.
"Baiklah aku akan menunggunya" ucap Emma.
Membuat Max lega karena istrinya tidak ngeyel menanyakan ini dan itu kepadanya.
"Apa kamu belum selesai sayang" tanya Max ketika melihat sang istri masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Mungkin sebentar lagi, kau tunggulah sana sama Reva biar aku bisa fokus mengerjakan pekerjaanku" ucapnya kepada Max.
Pasalnya sejak datang suaminya terus saja menempelinya membuatnya risih.
"Yasudah aku tunggu di sana, tapi pesankan aku bakso sayang, sepertinya makan bakso di siang hari seperti ini akan terasa enak" pinta Max.
"Bukankah kamu baru saja makan, hubby" tanya Emma heran kepada suaminya itu.
Tadi padahal saat meeting mereka sudah makan siang, namun baru satu jam suaminya sudah bilang lapar lagi.
"Aku tahu, tapi saat ini aku ingin bakso" ucap Max seperti orang ngidam.
Akhirnya Emma membelikan suaminya bakso via online, Emma sedang malas keluar karena mataharinya begitu terik.
Tidak hampir makanan yang di pesan Emma pun tiba.
Tok
Tok
Tok
"tolong buka pintunya sayang" pinta Max kepada Reva, dia sedang mager membuka pintu, ia tahu kalau yang datang itu kurir makanan yang di pesan oleh istrinya, pasalnya sebelumnya Emma sudah memberitahukannya.
Dengan patuh Reva pun bangkit dari tempat duduknya lantas berjalan menuju ke pintu ruangan Emma, dan di bukanya pintu tersebut.
Ceklek....
Terlihat kurir makanan yang mengetuk pintu.
"Terimakasih" ucap Reva setelah menerima pesanan Aunty cantiknya.
Reva menutup kembali pintu ruangan Emma, dan berjalan mendekat ke arah sofa.
Usai dekat, Reva menaruh makanan tersebut di atas meja.
"Ini om makanannya" ucap Reva memberitahu Max.
"Iya sayang" sahut Max, dia langsung mendudukan tubuhnya dan meletakkan ponselnya begitu saja.
Max terlihat tak sabar ingin segera memakan baksonya.
__ADS_1
"Reva mau minta tidak" tawar Max.
"Memangnya om Max lagi makan apa" tanya Reva.
"Om Max lagi makan bakso" sahut Max sambil mulai menyuapkan baksonya kedalam mulutnya.
"Reva mau om" kata Reva.
Melihat cara makan Max yang begitu lahap membuat Reva jadi ingin bakso
Max memberikan satu bungkus bakso untuk Reva, dia menuangkan bakso tersebut ke dalam mangkok.
Mereka berdua makan dengan begitu lahap, Max bahkan sudah menghabiskan 3 bungkus bakso. Emma sengaja membeli lebih baksonya, takut dia dan Reva ingin juga. Namun sepertinya Emma tidak akan kebagian baksonya.
"Kenyangnya" ucap Reva yang sedang duduk di karpet sambil bersamdar di sofa.
Reva menoleh ke samping langsung melototkan matanya melihat tiga bungkus bakso yang sudah kosong di hadapan Max.
"Om Max habiskan itu semua" tanya Reva sambil menunjuk bekas bungkus bakso.
Max hanya mengangguk sambil menghabiskan suapan terakhir baksonya yang ada di mulutnya.
"Om Max rakus" cibir Reva.
"Biarin, om Max sangat lapar" sahut Max acuh, dia tak peduli dengan cibiran Reva kepadanya, yang terpenting saat ini adalah membuat perutnya kenyang.
"Hubby, kamu serius menghabiskan ketiga bungkus bakso itu" tanya Emma tak percaya.
"Iya sayang, aku masih lapar makanya aku habiskan semua" sahut Max sambil memegangi perutnya yang kekenyangan.
*
*
Menjelang sore Sebelum kembali ke apartemennya Max mengantarkan Reva keruamh Arsen terlebih dahulu, setelah itu barulah mereka pulang ke apartemennya.
Sepanjang perjalanan mobil Max di ikuti oleh satu mobil jeep warna hitam, namun mobil tersebut selalu menjaga jarak dengan mobilnya.
"Siapa mereka? Kenapa begitu mencurigakan" batin Max yang melihat mobil tersebut dari kaca spionnya.
Di saat mobil Max sudah mau sampai di apartemennya tiba-tiba mobil itu melaju kencang dan mendahului Max begitu saja.
Max hanya diam saja tidak menceritakannya kepada Emma, ia takut istrinya panik.
Max membelokkan mobilnya masuk kedalam area basement.
Usai mobil terparkir Max dan Emma berjalan menuju ke kamar apartemennya.
Selama melangkahkan kakinya menuju ke kamar apartemennya Max hanya diam saja, Emma menatap Max heran.
Ceklek....
Pintu terbuka ketika Max memencet kata sandinya.
__ADS_1
"Aku langsung ke ruang kerjaku dulu sayang" ucap Max kepada sang istri.
"Ada apa Max? Apa terjadi sesuatu" tanya Emma.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengerjakan pekerjaanku yang tertunda saja" kilah Max lalu mencium kening istrinya.
Max bernjak dari hadapan istrinya, dia langsung ke atas menuju ke ruang kerjanya.
"Pekerjaan yang mana lagi, bukankah dia sudah tidak bekerja di perusahaan tuan Arsen lagi, memangnya selain menjaga Reva dia mengerjakan apa" gumam Emma bertanya-tanya dalam hati.
Suaminya terlalu misterius, membuat Emma penasaran.
"Dia terlalu mencurigakan, seperrinya aku harus menyelidikinya, awas saja kalau dia mempunyai istri selain aku" ucap Emma dan menuju ke kamarnya.
Sedangkan di dalam ruang kerja Max, dia menghubungi paul anak buahnya.
"Hallo tuan" sapa Paul dari sebrang sana.
"Besok kau suruh Lucas untuk datang perusahaan AA sebagai perwakilan dari perushaan J'MO" titah Max.
"Satu lagi, kau coba retas CCTV yang ada di jalan raya, dan cari tahu mobil yang tadi sempat mengikutiku" perintah Max.
"Baik tuan" sahut Paul patuh.
"Lakukan dengan cepat, aku butuh informasi itu saat ini juga" tegas Max.
Terdengar helaan nafas berat dari sebrang telpon sana, tapi Max tidak perduli dengan itu, dia langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
"Aku yakin beda orang dari yang sebelumnya, melihat dari pergerakannya tidak seperti biasanya dia hanya memantau saja tanpa langsung menyerang" ucap Max sambil mengelus ngelus dagunya.
Dia mencoba berpikir siapa yang kira-kira sedang ingin bermain-main dengannya.
Setelah pusing memikirkan semuanya, Max memutuskan keluar dari ruang kerjanya, dia butuh istrinya untuk menghilangkan kerumitan yang ada di otaknya.
Ceklek...
Max membuka pintu, terlihat Emma sedang rebahan di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Sayang kamu sudah mandi" tanya Max ketika melihat istrinya masih menggunakan baju kerjanya.
"Aku malas mandi" sahut Emma tak mengalihkan tatapannya dari layar ponselnya.
"Kau ini jorok sekali, mandi atau aku tak akan memelukmu saat tidur, ucap Max sambil memberikan sedikit ancaman untuk istrinya.
Akhir-akhir ini istrinya selalu minta di peluk saat tidur, dia selalu merengek kalau Max tak memeluknya.
"Aku malas hubby, airnya dingin" rengek Emma manja.
"Kan ada air hangat" sahut Max membuat Emma mengerucutkan bibirnya, ia tahu kalau istrinya itu hanya beralasan saja.
Bersambung
Maaf baru up guys, rumah othor lagi kebanjiran soalnya.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
Happy reading guys🙏