Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 36


__ADS_3

Suara de sahan memenuhi kamar hotel tempat Max dan Emma menginap, pasangan pengantin baru itu sedang memadu kasih membuat ranjang hotel itu berderit dan gempa lokal pun terjadi di kamar hotel tersebut.


"Akhh... yes baby, akhhh... "


"Akhhhhh.... ini sangat nikmat Max"


Max membantu Emma yang sedang bergerak liar diatas sana, Max membantu Emma menaik turunkan pinggulnya, membuat bagian inti Emma turn naik di tongkat panjang milik Max.


"Akhhhh... ini sungguh nikmat" racau Emma keenakan. Karena posisi woman on top membuat Emma memimpin dan bergerak bebas mendapatkan tusukan yang tepat mengenai titik sensitifnya.


Max di buat tak berdaya oleh istrinya, ia hanya menikmati goyangan istrinya yang di buatnya mabuk kepayang.


Tubuh keduanya sudah ba sah oleh keringat, membuat sentuhan kulit mereka menjadi semakin pa nas.


"Akhh... Max" jerit Emma.


Max yang tahu arti jeritan sang istri pun langsung membalikan posisinya hingga tubuh sang istri di bawah kendalinya.


"Sekarang giliranku sayang" ucap Max.


Max menaikkan kedua kaki istrinya ke atas bahunya, Dia langsung me mom pa tubuh istrinya dengan ritme begitu cepat, hingga membuat milik Emma keluar bersamaan dengan miliknya yang keluar memenuhi rahim Istrinya.


"Terima kasih sayang, kau selalu membuatku puas" ucap Max lalu mengecup kening istrinya.


Setelah itu Max mencabut mi liknya dari li yang istrinya dan menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya.


Nafas keduanya maish terengah-engah, mereka merasa lelah setelah kurang lebih satu jam mengarungi kenikmatan bersama.


"Tidurlah, aku akan memelukmu" ucap Max sambil menutupi tubuh keduanya menggunakan selimut.


Emma pun memeluk suaminya, dan menduselkan wajahnya di dada suaminya unyuk mencari kenyamanan.


Tubuh keduanya merasa lelah hingga membuat keduanya langsung terlelap begitu saja.


Hingga sore menjelang Max terbangun lebih dulu. Dengan perlahan Max menyingkirkan kepala istrinya dari tangannya yang di buat bantalan oleh kepala istrinya.


Max menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa bekas percintaannya tadi.


Usai membersihkan tubuhnya Max keluar dari dalam kamar mandi.


Lalu meraih kopernya mencari baju ganti untuknya. Setelah berpakaian barulah Max duduk di tepi ranjang membangunkan sang istri yang masih bergelung di bawah selimut tebal, sepertinya istrinya masih enggan bangun.


"Bangun sayang" ucap Max sambil menepuk nepuk pipi istrinya pelan.


"Eughhh... "Emma melenguh karena merasa ada yang mengusik tidurnya.


Emma pun merubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Max.


"Susah sekali banguninnya" gumam Max.


Max menyibak selimutnya dan langsung mengangkat tubuh polos istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


Di turunkannya tubuh istrinya di dalam bak mandi yang sudah berisi air yang sudah ia siapkan untuk istrinya.


"Dasar kerbau, sudah di masukin ke air masih aja tidak mau bangun" gerutu Max.


Max terpaksa memandikan istrinya, dia menahan mati-matian gejolak ha*rat dalam tubuhnya, ia tak mau menggempur tubuh istrinya karena takut sang istri kelelahan.


Lalu dia menyabuni semua tubuh istrinya termasuk bagian sensitifnya. di siramnya tubuh Emma dengan air untuk membersihkan busa sabun yang menempel di tubuhnya, tapi hal itu tetap membangunkan istrinya.


Hingga Max tersenyum menyeringai seolah ia tahu cara membangunkan sang istri.


"Rasakan ini, siapa suruh jadi pemalas" ucap Max langsung memasukkan jari tengahnya kedalam inti istrinya, hingga membuat Emma melenguh.

__ADS_1


Max menggerakan jarinya keluar masuk kedalam inti mi lik Emma. membuat Emma men desah keenakan.


Setelah itu Max menghentikan gerakannya dan menarik jarinya kelur dari dalam inti istrinya.


Emma pun membuka matanya seolah meminta Max untuk kembali memainkan mi liknya.


"Sudah cukup, aku cuma membangunkanmu saja, karena sejak tadi kamu tak mau bangun" ucap Max menahan tawa melihat wajah frustasi istrinya.


Max mengangkat tubuh istrinya dan membalutnya dengan handuk setelah itu membawanya keluar kamar.


"Sayan, atau kau tak ingin mengulang yang tadi hmm" goda Emma sambil mengelus dada suaminya.


Max tetap teguh pada pendirian, ia tak mau goyah dengan godaan istrinya.


"Pakai bajumu, setelah itu kita harus segera ke rumah pengacara Dion" ucap Max membuat Emma mencebikkan bibirnya kesal.


Max mengambil baju istrinya dan memakaikannya ketubuh istrinya.


"Awas saja, kalau kau minta jatah, aku tak akan memberikannya" ancam Emma.


"Lihat saja nanti, siapa yang akan merengek minta di puaskan" ucap Max menatap istrinya dengan tatapam mengejek.


Sepertinya otak Emma sudah terkontaminasi dengan otak mesum Max guys.


Mereka berdua datang kembali ke rumah Dion.


Dion yang mendengar suara mesin mobil yang berhenti di depan rumahnya pun akhirnya keluar.


"Om Dion" panggil Emma.


"Em ma" lirih Dion gagap sambil menatap Emma tak percaya. ia tak sempat berpikir kalau Emma akan mencarinya hingga ke kota S.


Dion segera menutup pintu rumahnya seperti orang ketakutan namun langsung di tahan oleh Max.


Hingga membuat Dion mau tak mau akhirnya membuka pintunya.


"Masuk nak Emma, tuan" Ucap Dion ragu Mempersilahkan Emma dan juga Max masuk kedalam rumahnya.


Emma dan Max masuk kedalam rumah Dion, dan lansung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Emma mau tanya om, kenapa mama Eva bisa mendapatkan surat kepemilikan perusahaan papa?" tanya Emma to the point. ia ingin segera mengakhiri keserakahan Eva.


Akhirnya Dion menceritakan semuanya kepada Emma.


*Flasback On*


Tok


Tok


Tok


Eva menggedor nggedor pintu rumah Dion namun Dion dan keluarganya tak kunjung membukakan pintu untuk Eva, mereka takut Eva akan membuat keributan di rumahnya.


"Dion, keluar kamu atau aku akan mendobrak rumahmu sekarang juga" teriak Eva dari luar rumah Dion.


Eva yang kesal karena tak juga di bukakan pintu oleh Dion akhirnya meminta anak buahnya untuk mendobrak pintu rumah Dion.


Dughh..


Dughh...


Brakkk....

__ADS_1


Hingga hitungan ketiga pintu rumah Dion terbuka.


"Cepat masuk, cari mereka dan kumpulkan semua penghuni rumah ini" perintah Eva kepada kelima anak buahnya.


Anak buah Eva berpencar mencari keberadaan Dion di tiap sudut rumahnya.


Hingga tak lama anak buah Eva menemukan keberadaan Dion bersama sang istri dan juga kedua putrinya.


Brughh...


Anak buah Eva mendorong tubuh Dion hingga berlutut di hadapan Eva.


"Cepat katakan dimana surat kepemilikan perusahaan itu" Desak Eva.


"Saya tidak akan memberikan surat itu, karena surat itu bukan hak anda nyonya Eva, surat itu milik non Emma"


"Berikan atau aku akan bertindak lebih kepada keluargamu"


"Saya tetap tidak akan memberika surat itu kepada anda" tegas Dion.


Hingga akhirnya Eva memerintahkan anak buahnua untuk memukuli Dion.


Bugh


Bugh


Bugh


Hahahhahahaha......


Eva tertawa puas ketika melihat anak buahnya memukuli Dion hingga tak berdaya.


"Stop!" teriak istri Dion karena tak tega melihat suaminya terus di pukuli oleh anak buah Eva.


"Berhenti memukuli suamiku, saya akan memberikan surat itu kepada anda, tapi tolong lepaskan suami saya" pinta istri Dion dengan tatapan memohon, bahkan kedua matanya sudah berlinang air mata.


Hatinya begitu sakit ketika melihat suaminya berlumuran darah karena di pukuli oleh anak buah Eva.


"Lepaskan dia" perintah Eva kepada anak buahnya.


Anak buah Eva pun menghempaskan tubuh Dion begitu saja.


"Cepat ambil surat itu, atau aku akan menyuruh anak buah saya untuk memerkosa anak kalian" ancam Eva.


"Ba-ik, saya akan mengambilnya tapi jangan lakukan apapun pada anak saya" mohon istri Dion dengan bibir bergetar.


Eva memberikan kode kepada anak buahnya untuk melepaskan istri Dion, istri Dion pun langsung berlari menuju ke ruang kerja Dion mengambil berkas tersebut.


Setelah mendapatkan berkas tersebut istri Dion turun kebawah menemui Eva.


"I-ni berkasnya" ucap Istri Dion gagap sambil menyerahkan berkas tersebut kepada Eva.


Eva pun menerimanya dan membuka berkas tersebut, ia mengecek keaslian berkas tersebut.


ia tersenyum puas ketika melihat berkas tersebut asli.


"Lepaskan mereka" perintah Eva setelah itu dia dan anak buahnya pergi meninggalkan rumah Dion.


*Flasback Off*


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏

__ADS_1


__ADS_2