
Di sebuah pulau Emma dan Max sedang asik berenang di privat pool, melihat Emma yang berpakaian se*si pun membuat Max langsung menghampiri istrinya itu.
"Kau sangat seksi honey" bisik Max membuat bulu kuduk Emma meremang.
"Bukankah ini yang kamu suka, hubby" sahut Emma sambil melingkarkan kedua tangannya di leher kokoh Max.
"Kau nakal sekali nyonya" kekeh Max sambil menarik hidung mancung istrinya.
Max mendekatkan wajahnya ke wajah Emma dan sedetik kemudian bibir mereka saling bertaut, mereka saling melu*at satu sama lain, Emma seolah tak mau kalah dengan sang suami.
Max memainkan lidah ya di dalam rongga mulut Emma, ia mengabsen setiap deretan giginya.
Ci uman Max turun ke leher jenjang Emma, sementara tangannya tak biarkan menganggur, ia mer*mas bokong sintal Emma.
"Ahhh...Hubby kita masih berada di luar" ucap Emma men desah.
Max menghentikan aktifitasnya sesaat, lalu di tatapnya wajah sayu istrinya yang sudah di penuhi ga i rah. Max tersenyum sambil mengelus sisi wajah Emma.
"Tenang saja honey, ini privat pool jadi tidak ada orang lain yang akan melihatnya. Kita juga harus mencoba bercinta di alam terbuka" ucap Max dengan tatapan yang sudah di penuhi kabut ga i rah.
Max benar-benar menghabiskan waktu liburannya hanya untuk bercinta dengan sang istri. ia tak sabar ingin membuat istrinya kembali hamil, Emma sampai sekarang tak tahu kalau dirinya pernah keguguran.
__ADS_1
Terdengar suara de sahan di kolam renang yang saling bersahutan, hingga menjelang sore barulah Max melepaskan istrinya, ia tak tega melihat wajah istrinya yang sudah lelah melayani nafs*nya.
"Cukup hubby, aku sudah lelah" pinta Emma.
"Baiklah sayang" sahut Max dan membiarkan istrinya beristirahat.
Max menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat.
Tiga puluh menit berlalu Max keluar dari kamar mandi dan melihat sang istrinya yang sudah terlelap diatas ranjang.
Max mengambil laptopnya dan mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk.
"Kau sudah bangun sayang" ucap Max menghampiri istrinya dan duduk di tepi ranjang.
Emma memeluk pinggang suaminya manja.
"Aku lapar hubby" rengek Emma manja.
"Bangunlah, aku sudah memesankan makanan untuk kita. Mungkin sebentar lagi makanan nya akan datang" ucap Max.
"Gendong hubby, aku malas jalan" pinta Emma yang masih menduselkan kepalanya di perut sang suami.
__ADS_1
Max tersenyum sambil mengusap surai panjang Emma. ia suka kalau Emma sedang mode manja seperti ini, istrinya itu terlihat menggemaskan.
"Dasar manja" ucap Max terkekeh.
"Biarin aja, kau sudah membuatku lelah hubby, jadi sekarang harus bertanggung jawab" sahut Emma.
"Baiklah, suami akan bertanggung jawab" kata Max sambil mengangkat tubuh polos istrinya ala bridal style.
Max menahan hasratnya, ia tak ingin sampai membuat istrinya kelelahan dan sakit. Max membawa masuk Emma kedalam kamar mandi dan mendudukkannya diatas meja wastafel.
ia mengisi bak mandi dengan air hangat, tak lupa Max juga menambahkan sedikit aroma terapi agar istrinya itu rileks.
Diangkatnya tubuh sang istri dan ia masukkan kedalam bak mandi.
"Berendam lah sejenak agar badanmu sedikit rileks" ucap Max.
"Terima kasih hubby" ucap Emma dan Max langsung ******* bibir istrinya rakus.
Setelah cukup lama berciuman pun Max melepaskan tautan bibirnya dan keluar dari kamar mandi membiarkan istrinya berendam
Bersambung
__ADS_1