
"Tunggu!" ucap Emma ketika sudah masuk kedalam ruangan tersebut.
Semua menoleh kearah pintu, mereka semua tercengang menatap Emma datang ke acara meeting.
"Nona Emma" gumam mereka kaget melihat kedatangan Emma keruangan tersebut.
Berbeda dengan Eva justru dia marah melihat kedatangan Emma di acara meetingnya dengan para pemegang saham
"Mau apa kamu hah? Kamu tidak ada kepentingan di perusahaan ini, jadi saya minta kamu pergi dari perusahaan ini" Eva mengusir Emma dari perusahaannya.
Emma tersenyum menyeringai melihat wajah panik Eva, bersyukur dia datang tepat waktu sebelum para pemegang saham mencabut sahamnya dari perusahaannya, jika itu terjadi maka perusahaan bisa di pastikan akan langsung bangkrut.
"Kata siapa saya tidak ada kepentingan di sini nyonya Eva, tentu saya punya kepentingan di perusahaan ini karena saya merupakan pemilik sah dari perusahaan ini" ucap Emma sambil berjalan dan duduk di kursi yang masih kosong.
"Itu dulu, tapi sekarang sayalah pemilik aslinya, karena kepemilikan perusahaan ini atas nama saya bukan kamu" sahut Eva tidak mau kalah.
"Jangan terlalu yakin nyonya Eva, bisa saa berkas yang ada di tanganmu itu palsu, coba kau baca lagi dengan cermat" ucap Emma semakin memancing emosi Eva.
"Jangan bicara omong kaosong kamu Emma, tidak mungkin pengacara Dion membohongi saya" Sentak Eva.
Emma hanya mengendikan bahunya.
Para pemegang saham mulai bisik-bisik membicarakan Eva.
"Saya rasa nona Emma jauh lebih baik memimpin perusahaan ini daripada anda nyonya Eva" ucap salah satu pemegang saham.
"Benar, dulu perusahaan ini sangat stabil di bawah kepemimpinan nona Emma. Kalau perusahaan ini masih di pimpin nyonya Eva dengan terpaksa saya akan menarik saham saya dari perusahaan ini."
"Tidak bisa begitu, bagaimanapun juga Emma asing di perusahaan ini, jadi dia tidak bisa memimpin perusahaan ini, karena perusahaan ini milik saya" kekeuh Eva yang tak mau terusir dari perusahaannya.
"Apa kamu bilang? Saya orang orang asing di perusahaan ini? Apa kamu bodoh nyonya Eva, bahkan sebelum anda mengambil perusahaan ini saya sudah lebih dulu memegang kendali perusahaan ini. Karena keserakahaan anda membuat saya kehilangan perusahaan in."
"Yang orang asing itu anda, jelas-jelas nama perusahaan ini AA yang singkatan dari nama kedua orang tua saya yaitu Aditya dan Azkia, dan dengan tidak tahu malunya anda mengambil perusahaan ini dan malah mengacaukannya" ucap Emma secara gamblang membuat Eva semakin malu.
"Yang di katakan nona Emma benar, bagaimana bisa anda menyebut nona Emma orang asing di perusahaan ini, sudah jelas-jelas nona Emma ini anak kandung dari tuan Aditya dan juga nyonya Azkia."
__ADS_1
Membuat Emma tersenyum miring, ketika melihat semua para pemegang saham berpihak kepadanya.
"Tapi saya tidak akan menyerahkan perusahaan ini dengan anak sia*an itu, bagaimana pun juga perusahaan ini atas nama saya, jadi saya akan tetap bertahan di perusahaan ini" ucap Eva yang sudah sangat emosi ketika melihat smeua orang lebih memihak dengan anak sambungnya ketimbang dirinya.
"Memangnya apa yang bisa dia lakukan untuk membuat perusahaan ini menjadi stabil, dulu perusahaan ini stabil karena dia di bantu oleh ayahnya, sekarang tanpa ayahnya dia bisa apa" ucap Eva mulai mempengaruhi semua orang yang ada di situ.
Dan ucapan Eva berhasil membuat sebagian orang ragu dengan Emma.
"Kalau saya kembali memegang perusahaan ini, saya akan menawarkan kerjasama dengan perusahaan Global Group dan juga perusahan J'MO company." ucap Emma yakin.
Membuat semua orang yang ada di situ tercengang, pasalnya kedua perusahaan itu terkenal sulit untuk di ajak kerjasama.
"Apa anda yakin nona Emma, setahu saya perusahaan itu sangat sulit untuk di ajak kerjasama"
"Tapi saya bisa menjamin itu semua tuan-tuan" ucap Emma yakin.
*Flasback On*
"Ada apa" tanya Max ketika Emma selesai menerima panggilan dari temannya yang tak lain Tina.
"Pergilah, kamu harus bisa meyakinkan para pemegang saham untuk bisa mengembalikan keadaan perusahaan seperti semula" ucap Max.
"Tapi aku bingung caranya Max, karena kata Tina perusahaan mengalamin penurunan akibat Eva yang tidak pernah mendapatkan tender, dan sebagian klien juga membatalkan kerjasamanya."
"Kalaupun aku bisa mengembalikan perusahaan seperti dulu, tentu aku membutuhkan banyak waktu untuk mengembalikan kepercayaan klien yang sudah di buat kecewa oleh Eva" ucap Emma.
Tentu Emma tidak bisa langsung pergi perusahaannya begitu saja, ia harus mencari solusi untuk meyakinkan mereka semua.
"Buat proposal pengajuan kerjasama baru dengan perusahaan Global Group dan juga J'MO company" ucap Max mengejutkan Emma.
"Apa kamu yakin Max, setahuku tuan Arsen tidak sembarangan menerima perusahaan lain untuk di ajak kerjasama. Apalagi perusahaan JMO Company yang pemilik aslinya saja sampai sekarang masih sangat misterius" ucap Emma.
"Aku akan membantumu meyakinkan tuan Arsen, kalau untuk J'MO kau terima beres saja karena aku yang akan menyelesaikannya" sahut Max.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke perusahaanku terlebih dahulu" pamit Emma.
__ADS_1
"Pergilah, nanti aku akan menyusulmu" ucap Max"
*Flasback Off*
"Biarkan nona Emma yang memimpin perusahaan ini nyonya Eva, karena selama ini anda tidak becus mengelola perusahaan ini"
Semua para pemegang saham mengangguk mengiyakam ucapan rekannya, kemudian mereka semua meminta Eva untuk memberikan jabatan kepemimpinan kepada Emma.
"Saya tetap tidak akan pergi dari perusahaan ini, karena saya pemiliknya bukan dia" bentak Eva sambil menunjuk kearah Emma.
"Cukup Eva, karena sayalah pemilik aslinya bukan kamu, dokumen yang kamu miliki itu palsu," tegas Emma sambil melemparkan dokumen perusahaan yang ia dapatkan dari pengacara Dion.
"Tidak, punyamu yang palsu tidak mungkin pengacara Dion menipu saya, kamu yang penipu" sentak Eva tak terima.
"Jangan maling teriak maling Eva, pengacara Dion hanya mengikuti permainanmu, tapi dia tidak benar-benar memberikan dokumen aslinya sama kamu, dia membuat dokumen palsu untuk mengelabuhimu" ucap Emma.
"Tidak, aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi, perusahaan ini harus menjadi milikku" ngotot Eva masih tak mau meninggalkan perusahaan ini.
"Scurity" teriak Emma dari dalam ruangan.
Dua scurity yang sudah jaga di depan ruangan tersebut langsung masuk kedalam ruangan meeting.
"Seret dia keluar dari perusahaan ini" perintah Emma kepada dua scurity tersebut.
"Baik bu Emma"
Mereka berdua maju, dan memegangi kedua tangan Eva lalu menyeretnya.
"Lepaskan tangan saya, saya ini pimpinan kalian, harusnya kalian menyeretnya bukan menyeret saya" bentak Eva.
Namun kedua scurity itu menulikan telinganya, dia menyeret Eva keluar dari ruangan tersebut.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
__ADS_1
Happy reading guys🙏