Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 55


__ADS_3

Waktu berlalu bergitu cepat, hari ini Emma sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, Clarissa membantu kakaknya membereskan barang bawaannya.


"Udah kak" ucap Clarissa.


"Yasudah ayo kita pulang" sahut Emma.


Clarissa membantu membawakan tas milik Emma yang berisi perlengkapan selama di rumah sakit.


Max dan Paul masuk kedalam kamar untuk menjemput istrinya, hampir saja Emma dan Clarissa ingin naik taksi karena suaminya terlalu lama menjemputnya.


"Kalian berdua mau kemana" tanya Max yang melihat Clarissa dan Emma sudah meneteng tas nya masing-masing.


"Kau ingin pulang, habisnya kamu di tungguin lama" rajuk Emma.


Max tersenyum merangkul bahu istrinya, dia dan Paul baru saja menyiapkan sesuatu untuk memberikan kejutan kepada istrinya.


"Maaf sayang, aku barusan ada urusan" ucap Max masih menutupi identitasnya kepada sang istri.


Emma mengangguk kecil. kini mereka berempat pergi meninggalkan rumah sakit, Paul membawa mobilnya melewati jalan yang berbeda menuju ke apartemen Max.


"Kita mau kemana honey" tanya Emma.


"Rahasia sayang," jawab Max.


"Jangan bilang kamu ingin ngajak aku kerumah istri barumu" tebak Emma asal.


PLETAKKK....


Max menyentil kening Emma kesal, entah dari mana istrinya mempunyai pemikiran konyol seperti itu.


"Awww....sakit" ringis Emma.


"Makanya kalau ngomong jangan ngasal, siapa juga yang punya istri baru, punya istri satu aja ngjaganya pusing" ucap Max sambil mengusap kening istrinya yang merah karena ulahnya.


"Ya kan aku hanya menebak aja, lagian di tanyain benar-benar malah jawabnya begitu" cicit Emma.


"Kalau aku kasih tahu namanya bukan kejutan lagi sayang" ucap Max dan mencium kening istrinya.

__ADS_1


Clarissa dan Paul hanya diam saja menikmati drama suami istri itu, mereka berdua hanya diam saja tidak terlibat obrolan sama sekali.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mobil yang di tumpangi mereka tiba di depan rumah yang terlihat begitu besar dan mempunyai halaman yang begitu luas.


"Ayo masuk" ajak Max setelah mereka semua turun dari mobil.


"Masuk kemana? memangnya ini rumah siapa?" tanya Emma ragu.


"Ini rumah kamu sayang" jawab Max tersenyum begitu manis sambil melihat wajah kaget istrinya.


"Hah? rumahku?" tanya Emma kaget, "aku tidak pernah beli rumah, honey" imbuhnya yang masih bingung.


Max menarik hidung istrinya gemas, tentu saja bukan istrinya yang beli, tapi dia lah yang beli rumah untuk istrinya.


Max sengaja membeli rumah baru untuk alasan keamanan istrinya, dia takut ada misi balas dendam yang akan di lakukan oleh pihak Darso atau James yang tidak terima atas penahanan yang di lakukan Max kepada mereka berdua.


"Bukan kamu yang beli sayang, tapi aku yang membelinya untukmu" ucap Max gemas melihat istrinya begitu lemot.


"Ayo kak Masuk, Rissa sudah capek ini bawa-bawa tas kakak" rengek Clarissa sambil menenteng tas milik Emma.


Paul yang peka pun, mengambil alih tas tersebut dari tangan Clarissa.


Clarissa menoleh menatap jengkel wajah datar Paul, Pria itu tidak merasa bersalah sama sekali padahal sudah membuatnya marah.


"Sampai kapan kalian berdua akan terus berdiri di situ" tanya Emma menoleh kebelakang, dia melihat adik serta orang kepercayaan suaminya itu masih berdiam di tempat.


"Iya kak" sahut Clarissa lalu menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu jalan berdua bersama suaminya.


Mereka berdua masuk kedalam rumah tersebut. Emma dan Clarissa di buat menganga saat melihat bagian dalam rumahnya.


"Ini indah sekali" puji Emma menatap takjub rumahnya.


Emma menarik tangan adiknya dan mengajaknya mengelilingi rumahnya.


"Apa semua wanita seperti itu Paul, dia melupakanku begitu saja" Max mendengus sebal sambil menatap istrinya yang sibuk bersama adiknya.


__ADS_1


Paul merotasi bola matanya malas. Sejak kapan mantan mafia itu berubah bucin seperti itu, setahu Paul dulu Max paling anti dengan namanya wanita, namun saat menikah pria itu jadi bucin akut sama istrinya.


Saat sedang mengikuti menemani Max mengikuti istrinya keliling rumah, tiba-tiba ponsel milik Paul berbunyi, Lucas yang mengurusi masalah perusahaan milik Max menghubunginya.


"Siapa Pau" tanya Max.


"Lucas tuan" jawab Paul.


"Angkatlah siapa tahu penting" titah Max.


Paul mengangguk, lalu sedikit menjauh dari mereka, Paul tak ingin istri tuannya itu mendengar obrolannya.


"Ada apa?" tanya Paul setelah mengangkat panggilan tersebut


"......"


"Baik, aku dan tuan Max akan segera kesana" ucap Paul, setelah itu mematikan panggilannya.


Paul menghampiri Max, lalu dia membisikkan sesuatu ke telinga Max.


"Dasar ceroboh" umpat Max.


Paul memberi tahu kalau ada penghianat di perusahaan J'Mo yang sedang melakukan korupsi besar-besaran, Max yang mendengarnya pun langsung marah.


"Sayang aku tinggal dulu, aku ada urusan sebentar sama Paul" pamit Max sambil mengecup kening istrinya.


Belum sempat Emma bertanya suaminya itu sudah lebih dulu pergi bersama Paul.


"Sebenarnya ada urusan apa, kenapa dia sering pamit tiba-tiba seperti ini" batin Emma curiga dengan suaminya.


"Kamu kenapa kak" tanya Clarissa saat melihat kakaknya melamun, dia menepuk bahu kakaknya untuk menyadarkannya.


"Kakak tidak apa-apa" jawab Emma seolah tidak terjadi apa-apa.


Padahal dalam benaknya dia masih memikirkan sesuatu tentang suaminya dan anak buahnya itu, mereka berdua terlihat mencurigakan menurut Emma.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏


Happy reading guys 🙏


__ADS_2