Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 88


__ADS_3

Malam hari Max mencoba masuk kedalam kamar istrinya, ia berharap istrinya mau di dekati olehnya, hatinya resah seharian ini tidak melihat istrinya, apalagi kondisi istrinya yang sedang tidak baik-baik saja.


CEKLEK....


Max membuka pintu kamarnya dengan pelan, ia takut mengganggu istrinya. Namun ternyata dugaannya salah, istrinya juga hendak keluar dari kamarnya.


"Kamu tidak boleh masuk, kamu tidur diluar saja" ucap Emma sambil memberikan bantal dan juga selimut kepada suaminya.


Max menganga menatap tak percaya istrinya, belum sempat dia membuka mulutnya, Emma sudah menutup pintu kamarnya.


BRAK......


Max kaget sambil mengusap dadanya sabar. Max mencoba mengetuk pintu istrinya, siapa tahu istrinya itu berubah pikiran.


"Huff.....biarlah malam ini aku tidur diluar, daripada aku memaksanya masuk nanti dia muntah lagi" gumam Max mengalah.


Max melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga yang ada di lantai yang sama dengan kamarnya. Max sengaja tidak tidur di kamar tamu, dia takut istrinya akan mencarinya.


Max menjatuhkan tubuhnya di sofa, dia menata bantalnya kemudian merebahkan tubuhnya di sofa.


Karena merasa lelah Max pun langsung memejamkan matanya tidur terlelap, tadi sebelum menghampiri kamar istrinya Max menyempatkan mandi terlebih dahulu di kamar bawah, sehingga tidurnya menjadi lebih nyaman.


Sementara di dalam kamar Emma gelisah tidak bisa memejamkan matanya, dia merasa ada sesuatu yang hilang.


"Kenapa susah sekali di pejamkan sih" keluh Emma.


Emma mencoba membalikan tubuhnya mencari posisi yang pas, tapi tetap saja tidak menemukan posisi yang pas, padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam tapi wanita itu masih terjaga.


Mungkin karena biasanya dia tidur selalu di peluk oleh suaminya, sementara malam ini dia tidur sendiri tidak ada yang menemaninya.


Emma yang kesal akhirnya beranjak dari ranjangnya, dia membawa selimutnya sambil berjalan kearah pintu. Emma membuka pintu dan keluar dari kamarnya.


Sambil memeluk selimut Emma mencari keberadaan suaminya. Perempuan itu mencoba masuk kedalam ruang kerja suaminya yang berada disebelah kamarnya.


Ceklek...


Pintu terbuka lalu Emma melongok kan kepalanya masuk kedalam ruangan itu yang gelap gulita.


"Sepertinya dia tidak tidur disini" ucap Emma, pasalnya suaminya tidak suka tidur dalam keadaan gelap gulita, suaminya lebih suka ada cahaya lampu meskipun tidak terlalu terang.


Emma menutup kembali pintunya. Kemudian Emma mencoba mencari suaminya di kamar tamu yang ada di lantai bawah. Namun saat akan melangkahkan kakinya menuruni tangga Emma melihat ruang keluarga yang masih terang, Emma yakin kalau suaminya di sana.


Emma mengurungkan niatnya turun kelantai bawah, dia beralih melangkahkan kakinya keruang keluarga


"Ternyata dia enak-enakan tidur disini" decak Emma.


Wanita itu mendekati suaminya dan ikut merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya, Max menggunakan sofa bed sehingga muat untuk dua orang.

__ADS_1


Emma menelusupkan kepalanya kelengan suaminya dan memeluknya. Hanya butuh waktu sebentar wanita itu sudah tidur nyenyak, padahal tadi didalam kamar dia sulit untuk memejamkan matanya, tapi setelah memeluk suaminya wanita itu langsung tidur.


Max yang merasakan ada pergerakan pun membuka sedikit matanya, sudut bibirnya terangkat melihat sang istri mencarinya. Max membenarkan selimut istrinya kemudian Max kembali memejamkan matanya sambil memeluk sang istri.


***


Sinar mentari mulai masuk ke sela sela jendela membuat seorang wanita yang sedang terlelap di pelukan suaminya pun merasa terusik, perlahan Emma membuka matanya.


Lagi-lagi perut Emma mual mencium aroma tubuh suaminya, Emma segera menyingkirkan tangan suaminya dari tubuhnya, dia lari begitu saja mencari toilet yang ada di kamarnya.


Max membuka matanya karena pergerakan istrinya. Dia melihat sang istri berlari menjauh dari ruang keluarga.


"Dia kenapa? Apa dia mual lagi" tanya Max, dia menyingkap selimutnya lalu turun dari sofa dan menyusul istrinya masuk kedalam kamar.


Terdengar suara orang yang sedang muntah dari dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Max berlari dan masuk kedalam kamar mandi.


"Yaampun sayang" panik Max ketika melihat tubuh istrinya limbung. Beruntung dia datang dan langsung menangkap tubuh istrinya.


Wajah Emma terlihat pucat tak seperti biasanya.


"Tutunkan aku Max, tubuhmu bau" ucap Emma sambil menutup hidungnya.


Huekk....


Perut Emma kembali mual, Max segera menurunkan tubuh istrinya.


Huekk...


Huekk...


Lagi-lagi Emma memuntahkan semua isi perutnya.


"Aku harus bagaimana sayang" tanya Max frustasi.


"Keluarlah Max, aku tak bisa mencium bau tubuhmu" lirih Emma sambil bersandar di wastafel.


Max keluar dari kamar, dia menuju kekamar adik iparnya, semalam dia sudah meminta Clarissa menginap di mansionnya.


Tok


Tok


Tok


Max mengetuk pintu kamar Clarissa hingga tiga kali.


Ceklek....

__ADS_1


Clarissa membuka pintu dalam keadaan mata yang masih terpejam dan rambut yang berantakan.


"Ada apa" tanya Clarissa dengan suara serak khas bangun tidur.


"Buka matamu Rissa, dan segera tolong kakakmu, dia kembali muntah-muntah" titah Max.


Mendengar kakaknya kembali muntah pun Clarissa langsung membuka matanya.


"Di mana kak Emma nya kak" tanya Clarissa panik, saking paniknya dia sampai bolak balik keluar masuk kamarnya sendiri, maklum saja nyawanya belum sadar sepenuhnya.


Max menepuk keningnya melihat tingkah konyol adik iparnya.


"Dia ada dikamarnya Rissa, kau cepatlah kesana" ucap Max.


"Baik kak" sahut Clarissa langsung berlari kencang menuju kamar kakaknya.


Sesampainya di depan kamar Emma Clarissa langsung masuk begitu saja kedalam kamar.


Sedangkan Max mencari keberadaan ponselnya, dia hendak menghubungi dokter pribadinya, sudah cukup kemarin dia membiarkan istrinya muntah dan menjauhinya, kalau dibiarkan terlalu lama bisa-bisa dia berubah jadi gila.


"Hallo, ada apa" tanya seseorang dari sebrang telpon.


"Segera datang ke mansion ku, lima belas menit belum sampai maka aku akan memindahkanmu ke Afrika" perintah Max dan memberinya sedikit ancaman.


"Haiss... Kauil ini gila ya, aku baru bangun tidur kau suruh langsung ke tempatmu, biarkanlah aku... " belum selesia orang itu berbicara Max sudah mematikan telponnya secara sepihak.


Max tak peduli, yang penting saat ini istrinya harus cepat di tangani.


"Kak, kak Emma pingsan" ucap Clarissa dengan nafas ngos-ngosan menghampiri Max.


"Apa" kaget Max.


"Iya kak, kak Emma pingsan, cepat bantu aku mengangkatnya" pinta Clarissa.


Max langsung berlari kedalam kamarnya, dia melihat tubuh istrinya tergeletak di lantai.


"Kamu ini kemana, aku memintamu menolong istriku tapi kau malah membiarkannya sendirian" omel Max sambil mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya diatas ranjang.


"Tadi aku turun kebawah sebantar Kak, soalnya kak Emma minta dibikinkan teh hangat, makanya aku membuatkannya" sahut Clarissa tak mau disalahkan.


"Kemana lagi ini si Devan, kenapa dia lama sekali sih" gerutu Max sambil bolak balik kesana kemari seperti setrikaan.


Mendadak otak cerdas Max tidak berfungsi, dia seperti orang b*doh yang tidak tahu harus ngapain.


Bersambung


Jangan lupa like, komen, vote, gift 🙏

__ADS_1


__ADS_2