
"Istri anda baik-baik saja, tapi janin yang ada di perut istri anda tidak dapat kami selamatkan" ucap Dokter.
DHUARR.....
"Hamil?" tanya Max lirih.
Bak di sambar petir, tubuh Max langsung lemas tubuhnya hampir limbung kalau tidak di pegangi oleh Clarissa.
Tubuh Max luruh ke lantai, dia menyembunyikan wajahnya di lututnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Maaf sayang, Maafkan aku yang tak bisa menjaga kalian, aku memang suami sekaligus ayah yang tak berguna...hikss" ucap Max di sela-sela tangisnya.
Ia merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan calon bayinya yang ada di perut istrinya, yang lebih parahnya lagi di tidak tahu dengan kehamilan istrinya.
Max mendongakkan wajahnya dan menatap dokter yang masih berdiri di hadapannya, dokter dan Clarissa bisa melihat air mata yang masih menetes dari mata Max.
"Lalu apakah istri saya masih bisa hamil lagi dok?" tanya Max sambil berdiri dan menghapus air matanya.
"Bisa tuan," sahut dokter. Membuat Max lega mendengar jawaban dari dokter.
Setidaknya mereka berdua masih ada kesempatan untuk bisa mempunyai keturunan.
"Tolong rahasiakan kejadian ini pada istri saya, karena saya tidak ingin melihat istri saya sedih." pinta Max.
"Baiklah tuan, kalau begitu saya akan memindahkan istri anda ke ruang rawat inap" ucap Dokter.
"Pindahkan dia ke kamar VIP, aku ingin yang terbaik untuk istriku" titah Max.
Dokter mengangguk lalu masuk kembali kedalam ruang IGD.
Kini Max menatap tajam kearah Clarissa, membuat Clarissa takut melihat Max yang menatapnya dengan tatapan permusuhan.
"Jangan kamu bilang sama Emma kalau dia mengalami keguguran.!" tegas Max.
"Dan satu lagi, tolong jaga dia karena saya akan pergi sebentar" imbuhnya, dia meminta Clarissa untuk menjaga istrinya.
"Tunggu!" cegah Clarissa ketika melihat Max ingin pergi, Max menoleh kebelakang.
"Apa benar anda suami kakak saya? Kalau memang benar kapan anda menikahi kakak saya" tanya Clarissa mencoba memberanikan diri, pasalnya dia sejak tadi sudah sangat ingin tahu tentang status mereka berdua.
Dia baru tahu kalau kakak tirinya ternyata sudah menikah tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1
"Kau tidak perlu tahu, tugasmu saat ini hanya menjaga istri saya dan juga merahasiakan tentang apa yang terjadi pada istri saya" tegas Max tak suka dengan Clarissa yang ingin tahu tentang status pribadinya.
Clarissa hanya membalasnya dengan anggukan, ia begitu takut dengan aura yang di keluarkan oleh Max, wajah Max di penuhi dengan amarah dan juga dendam.
Max pergi meninggalkan rumah sakit, dia mengemudikam mobilnya menuju ke markas Cosa Nostra.
Tiba di markas Cosa Nostra Max langsung masuk kedalam.
Para mafioso langsung menunduk hormat ketika melihat mantan pimpinanya itu masuk kedalam markasnya.
Dengan tergopoh gopoh Paul berlari menghampiri Max.
"Pau, siapkan pasukan kita akan menyerang ke markas King Dargon saat ini juga, mereka harus membayar semua yang sudah ia lakukan kepada istriku" tegas Max dengan wajah bengisnya.
"Siap tuan" sahut Paul patuh. Dia bisa melihat perubahan di wajah Max, aura yang saat ini Max keluarkan itu sama saat dia masih memimpin Cosa Nostra dulu.
Paul belum tahu kalau istri bosnya itu mengalami keguguran.
Tak mau banyak tanya Paul langsung menyiapkan 200 pasukan khususnya untuk ikut dengan Max menyerang Markas king Dargon.
Tak lupa Paul juga menyiapkan senjata yang akan mereka bawa untuk penyerangan.
🌹🌹🌹
Sementara di markas King Dargon mereka sedang berkumpul dan saling menyalahkan satu sama lain.
"Hanya menangkap seorang wanita lemah saja anggotamu tidak becus, aku sudah membayar mahal tapi ternyata kamu gagal juga" maki Darso yang merasa di rugikan.
Pyar...
Ketua King Dargon membanting gelasnya yang ia pegang, ia tidak terima di maki oleh Darso.
Dia pikir dia siapa berani memakinya pikir James.
"Apa kamu bodoh hah!!, sebenarnya siapa wanita itu kamu biilang dia hanya wanita lemah. Tapi asal kamu tahu karena wanita itu aku harus berurusan dengan mafia Cosa Nostra" sentak pimpinan King Dargon yang bernama James.
"Wanita anak tiri saya, dan wanita itu memang tidak memiliki kekuatan apa-apa" timpal Eva.
"Bodoh!! kalian semua sudah di kelabuhi oleh wanita itu, wanita itu di lindungi oleh anggota Cosa Nostra"
"Hampir saja anggotaku berhasil membawa wanita itu kalau tidak ada anggota Cosa Nostra yang datang, bahkan anak buahku banyak mati karena melawan mereka" ucap James sambil menghisap rokoknya.
__ADS_1
Eva memicingkan matanya tak percaya dengan apa yang di katakan James, bagaimana bisa Emma di lindungi oleh kelompok mafia, setahu dia putri sambungnya itu hanya gadis biasa yang ngga neko-neko.
"Anda jangan asal bicara tuan, saya ibu sambungnya jadi saya tahu kehidupan wanita itu, tidak mungkin kalau dia di lindungi oleh kelompok mafia." ucap Eva ngeyel.
"Terserah, yang jelas kalian harus hati-hati karena tidak menuntun kemungkinan mereka akan menuntut balas, mereka pasti sudah tahu kalau kalian lah dalang di balik insiden ini" ucap James membuat Eva ketakutan.
Wanita paruh baya itu sebelumnya tidak pernah berurusan dengan mafia, jadi dia takut saat James bilang kalau kelompok Mafia Cosa Nostra akan menuntut balas.
Blammm.....
Dhuarrrr.....
Belum juga James berhenti bicara markasnya sudah di serang.
Salah satu orang kepercayaan james masuk ke ruangan mereka.
"Markas kita di serang tuan" ucap anak buah James.
"Shittt......siapkan semua senjata, mau tidak mau kita harus melawan mereka" perintah James.
Anak buah James langsung keluar dari ruangan itu dan berlari menuju ke ruang persenjataan.
Sedangkan di ruang james, Eva sudah gemeteran mendengar markas King Dargon telah di serang.
"Bagaimana ini tuan" tanya Eva takut.
"Kita menyelamatkan diri masing-masing, karena semua ini terjadi karena kesalahan kalian yang sudah megusik mereka" sahut James.
Bukan dia egois, pasalnya James juga tidak yakin kalu kelompoknya akan menang melawan Cosa Nostra, dia sudah tahu track record kelompok mafia tersebut.
James keluar dari ruangan tersebut menuju ke kamarnya, di membuka lemarinya dan mengambil dua pistol yang ia selipkan di pinggangnya.
Dia mengendap-ngendap keluar dari kamarnya menuju ke belakang rumah, di belakang ada pintu rahasia untuk kabur kalau sedang terjadi kejadian seperti ini, tidak ada yang tahu tentang pintu rahasia tersebut kecuali dirinya dan juga tangan kanannya, James ingin melarikan diri sebelum Max mengetahui keberadaannya.
Dia turun ke lantai dasar untuk, terlihat anak buah Max sudah mulai berhasil masuk kedalam markasnya.
Bersambung
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏
Happy reading guys🙏
__ADS_1