
Pagi hari perusahaan AA milik Emma yang di kelola Eva mengalami penurunan, saham perusahaan itu mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Para petinggi pemegang saham mendesak Eva untuk melakukan rapat darurat, mereka tidak bisa menunggu hingga besok, mereka takut kalau perusahaan akan benar-benar jatuh bangkrut.
"Sial, ada apa dengan nilai saham perusahaan ini, kenapa tiba-tiba mengalami penurunan, jangan sampai Emma memanfaatkan ini untuk mengusirku dari perusahaan ini. Aku harus secepatnya mencari solusi" gumam Eva tak bisa diam sambil modar mandir kesana kemari.
Ceklek.....
Tina masuk kedalam ruangan Eva dengan wajah yang terlihat panik.
"Bagaimana ini bu, kalau terus begini perusahaan kita akan mengalami kerugian dan tak lama akan bangkrut" ucap Tina mendesak Eva untuk segera mencari solusi.
"Kenapa kamu tanya saya, harusnya kamu tahu apa yang harusnya kamu lakukan, percuma saya bayar mahal kamu tapi tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini" Bukannya menjawab Eva justru memarahi Tina.
"Lho kenapa jadi saya bu, perusahaan ini mengalami kemunduran karena ibu sendiri yang selalu kalah dalam memenangkan tender, bahkan banyak klien yang membatalkan kerja sama nya dengan perusahaan ini." ucap Tina tak terima dirinya di salahkan.
"Kamu berani menyalahkan saya hah, apa kamu mau saya memecatmu hah" sentak Eva tak terima dengan ucapan Tina.
"Pecat ya tinggal pecat, saya juga sudah muak bekerja dengan anda yang hanya bisa menyalahkan karyawannya saja, padahal permasalahannya ada pada diri anda sendiri yang tidak becus mengelola perusahaan"
"Detik ini juga saya keluar dari perusahaan ini" tegas Tina mengundurkan diri dari perusahaan
Dia sudah pusing bekerja dengan Eva yang apa-apa harus dirinya yang mengerjakannya, dia hanya tau tanda tangan dan minta uang perusahaan saja.
"Pergi kamu dari perusahaan ku, aku tidak butuh pegawai yang kurang ajar seperti kamu" Eva mengusir Tina.
BRakkkk....
Tanpa banyak kata Tina langsung keluar pergi meninggalkan ruangan Eva.
__ADS_1
"Arghhh...."
Eva mengamuk, menjauhkan semua barang yang ada di atas meja kerjanya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" teriak Eva dari dalam ruangannya.
Sekretaris Eva pun masuk setelah mendapatkan ijin dari Eva.
Klekk...
Sekretaris Eva masuk, dia kaget ketika melihat ruangan kerja Eva yang terlihat kacau dan berantakan.
"Para pemegang saham sudah datang bu, mereka meminta anda untuk segera menuju ke ruang rapat" ucap Lia.
"Hmmmmm" gumam Eva sambil bangkit dari tempat duduknya.
Jabatan Tina masih sama menjadi seorang asisten. Jika dulu ia menjadi asisten Emma, lalu setelah perusahaan Emma di pegang Eva, Tina berubah menjadi asisten Eva. Namun sekarang dia sudah resign dari perusahaan tersebut.
Dengan langkah berat Eva menuju ke ruang meeting, dia harus bisa meyakinkan oara pemegang saham supaya mereka tak melengserkan dirinya dari kursi jabatannya.
Ceklek....
Pintu terbuka membuat semua orang yang ada di ruangan itu beralih menatap keasal suara.
__ADS_1
Mereka melihat wajah Eva dengan raut wajah tak terbaca.
"Maaf, saya terlambat" ucap Eva.
Lalu Eva duduk di kursi yang masih terlihat kosong.
"Apa solusi anda melihat nilai saham kita yang kian lama kian menurun nyonya Eva? Kalau tetap di biarkan begini terus yang ada perushaaan ini akan bangkrut" tanya salah satu pemegang saham langsung kepada Eva.
"Selama perusahaan di ambil alih oleh anda kinerja perusahaan ini menjadi menurun, semua itu bermula dari tidak adanya tender dan kontrak kerjasama baru yang anda dapatkan, yang ada malah para klien yang membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan ini" timpal pemegang saham yang lain.
"Sabarlah tuan-tuan, saya juga tidak berdiam diri saja, dari tadi saya juga sedang memikirkan solusi untuk permasalahan ini" ucap Eva.
"Lantas apa solusi anda untuk menangani masalah ini" tanya pemegang saham membuat Eva bungkam.
Pasalnya sedikitpun Eva belum mempunyai ide untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di perusahaannya.
"Kenapa diam saja nyonya Eva, bukankah harus beripikir cepat untuk menyelesaikan masalah ini, karena tiap menit harga saham kita semakin turun" desak mereka kepada Eva.
"Kalau begini terus dengan terpaksa saya akan mencabut saham saya di perusahaan ini"
Brakkk.....
Tiba-tiba pintu ruang meeting di buka dengan begitu kasar.
"Tunggu!" ucap Emma ketika sudah masuk kedalam ruangan tersebut.
Semua menoleh kearah pintu, mereka semua tercengang menatap Emma datang ke acara meeting.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏