Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 72


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, pesawat yang mereka tumpangi akhirnya landing di Negara yang di tuju oleh Max, Emma diam saja karena dia tidak tahu dia dibawa kemana sama suaminya.


Max merangkul pinggang istrinya turun dari peswat.


Untuk sampai di pulau yang Max tuju, Max lebih memilih menggunakan speedboat untuk sampai di pulau daripada menggunakan pesawat domestik.


"Kamu ini sebenarnya ingin bawa aku kemana" oceh Emma sambil naik keatas speedboat.


"Kamu nikmati saja sayang, pasti nanti kamu akan suka dan juga berterima kasih kepadaku" ucap Max percaya diri.


"Awas aja jika kau berniat ingin membuangku" ancam Emma.


"Mana mungkin aku tega membuang istri sendiri, lagiam nanti aku sama siapa" sahut Max geleng-geleng dengan ucapan istrinya yang tak masuk akal.


Max duduk sambil memeluk istrinya. speedboat pun mulai jalan menuju ke sebuah resort tempat Max menginap.


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam setengah akhirnya mereka tiba di sebuah pulau yang begitu indah yang terletak di sebelah selatan barat daya India.


"Ayo turun, kita sudah sampai" ajak Max.


Emma hanya begong saja menatap takjub pemandangan yang ada di hadapannya.



"Kenapa bengong, ayo turun" ucap Max menyadarkan sang istri.


"Wow..ini indah sekali honey" puji Emma takjub.


Dalam hati Emma berterima kasih kepada suaminya karena sudah mengajak ke tempat yang begitu indah dan sangat menakjubkan, Emma sampai tidak bisa berkata apa-apa saking takjubnya dengan tempat tersebut.


Lantas Max membawa istrinya ke sebuah hotel aquarium yang ada di pulau tersebut.


Setelah melakukan cek in Max membawa Emma kesebuah kamar.


Klek...


Max membuka pintu kamar, mereka berdua pun masuk kedalam, Emma kembali dibuat tercengang dengan pemandangan yang ada di kamarnya.



"Wow, kita seperti tidur didasar laut honey" ucap Emma sambil melihat ikan yang sedang berenang kesana kemari.


"Apa kamu suka hmm" tanya Max sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Emma membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengan suaminya.


"Aku sangat suka honey, terima kasih" ucap Emma dan memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat.


"Baguslah kalau kamu suka sayang" sahut Max menghela nafas lega. Tak sia-sia ia mengikuti saran dari Nino kemarin.


Flasback On.


Setelah selesai bercinta Max menghubungi Nino Asisten Arsen.


"Ada apa kau malam-malam menghubungiku, menganggu saja" omel Nino dari sebrang telpon.


"Ada hal penting yang ingin aku tanyakan sama kamu" ucap Max.

__ADS_1


"Apa? " tanya Nino.


"Kau tahu tidak bagaimana caranya membujuk wanita yang sedang marah" tanya Max menahan malu.


Dari sebrang telpon terdengar suara orang tertawa, ia yakin kalau Nino sedang menertawakan dirinya.


"Kau ajak bercinta saja, aku pun begitu kalau Dewi lagi marah aku ajak bercinta pasti langsung hilang marahnya" ucap Nino.


"Sudah, tapi aku takut setelah ini istriku masih marah" sahut Max.


"Kalau begitu kau ajak aja si Emma pergi liburan" usul Nino.


"Liburan kemana? aku tidak begitu tahu tempat-tempat yang indah yang ada di dunia ini" tanya Max lagi.


Terdengar Nino menghela nafas lelah, sebenarnya apa yang rekannya ini tahu.


"Kau ajak aja ke Maldives" saran Nino.


"Tempat apa itu" tanya Max membuat Nino kesal dengan ketidaktahuan rekannya.


"Kau cari saja di google" jawab Nino langsung mematikan sambungan telponnya secara sepihak.


Max mau tak mau akhirnya mencari informasi sendiri di google, setelah ketemu barulah dia menghubungi Paul untuk menyiapkan pesawatnya.


Flasback Off


****


Sedangkan di negara lain Paul sedang menunggu Clarissa di depan cafe, selama Emma dan Max pergi liburan Paul di tugaskan untuk menjaga Clarissa.


Tak lama Clarissa keluar dari Cafe, ia clingak clinguk seperti sedang mencari sesuatu. Mendadak pandangan Clarissa berhenti kesalah satu mobil yang terparkir di depan Cafe.


Tok


Tok


Tok


Clarissa mengetuk kaca mobil Paul, Paul akhirnya membuka matanya, tadi ia memejamkan matanya sebentar seraya menunggu Clarissa keluar.


"Ada apa kamu kesini" tanya Clarissa setelah kaca mobil dibuka oleh Paul.


"Masuklah" titah Paul.


"Aku tanya kamu ngapain kesini" tanya Clarissa kesal.


"Menjemput mu memangnya apa lagi" sahut Paul ikut kesal.


"Bilang dari tadi" seru Clarissa dan membuka pintu mobil di sambil kursi penumpang.


Setelah Clarissa masuk mobil Paul langsung melajukan mobilnya, suasana di dalam mobil hening karena mereka berdua tidak ada yang mau memulai membuka obrolan terlebih dahulu.


Paul melihat kearah spion belakang, ia tak sengaja melihat mobil yang seperti sedang mengikutinya.Tapi dilihat dari mobilnya Paul yakin kalau itu bukan mobil musuhnya.


Paul sengaja memelankan laju mobilnya, ia ingin memastikan mobil itu benar-benar mengikutinya atau tidak.


Dan ternyata dugaannya benar, mobil itu ikut melambat itu artinya memang mobil itu sedang mengikutinya.

__ADS_1


"Apa kau punya musuh" pertanyaan Paul yang tiba-tiba membuat Clarissa menoleh kearahnya.


"Musuh apa? musuhku cuma satu yaitu Kau" ketus Clarissa membuat Paul menghela nafas sabar.


Sifat Clarissa memang sedikit kekanakan dan manja.


"Lihatlah kebelakang, apa kau mengenali mobil itu" ucap Paul.


Clarissa pun menatap kearah spion belakang, ia memperhatikan mobil yang berada tepat di belakangnya.


"Bukankah itu mobil Leon (Mantan kekasih Clarissa)" gumam Clarissa.


"Kau mengenalnya" tanya Paul.


"Cepat ngebut, aku tidak ingin dia sampai menangkapku" ucap Clarissa panik.


Ia tak menyangka ternyata Leon mengikutinya, berarti dari tadi Leon sudah mengamati dirinya sejak berada di cafe pikir Clarissa.


"Dia siapa? kenap kau terlihat takut" tanya Paul penasaran, ia masih santai megemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Dia mantan kekasihku, sudah lama aku menghindarinya tapi ternyata ketahuan juga" sahut Clarissa sambil sesekali menoleh kebelakang.


"Lalu kenapa kamu harus menghindarinya" desak Paul.


"Karena dia butuh uangku, karena dulu saat aku masih kaya akulah yang menghidupinya, dan sampai sekarang dia berusaha memerasku" ucap Clarissa.


Ia sadar kalau dulu dia begitu bodoh mau di manfaatkan oleh laki-laki brengsek seperti Leon.


"Ck, ternyata selain manja kau bodoh juga" decak Paul.


Tiba-tiba dari arah belakang Leon melajukan mobilnya dengan kencang dan langsung menghadang mobil Paul.


Cittttttttt.......


Paul langsung ngerem mendadak, membuat tubuh Clarissa terpental kedepan hingga keningnya terbentur dasboard.


"Aww...." ringis Clarissa sambil memegangi keningnya yang terasa berdenyut.


"Shitt..... " umpat Paul kesal.


Tok


Tok


Tok


Leon mengetuk kaca mobil di sebelah Clarissa.


"Biarkan saja jangan di buka" ucap Paul.


Leon terus menggedor-nggedor kaca mobil Paul sambil berteriak meminta Clarissa untuk keluar.


"Rissa keluar kamu" teriak Leon.


"Bagaimana ini" tanya Clarissa panik sambil melihat kearah Paul.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏


__ADS_2