Suamiku Mantan Mafia

Suamiku Mantan Mafia
BAB 71


__ADS_3

"Paul siapkan pesawat untuk besok siang, aku dan istriku akan pergi liburan" perintah Max dari sambungan telponnya.


"Baik tuan" sahut Paul.


Setelah itu Max mengakhiri panggilannya, Max berfikir tak ada salahnya mengajak istrinya liburan, toh sudah lama dia tidak mengajak istrinya berlibur. Max melakukan ini juga sebagai bentuk permintaan maaf kepada sang istri karena selama ini sudah tidak jujur kepadanya.


Max naik keatas ranjang dan masuk kedalam selimut yang di pakai istrinya untuk menutupi tubuh polosnya, ia mendekap tubuh istrinya dari belakang. Max ikut memejamkan matanya menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mimpinya.


Pagi hari Max bangun lebih dulu, ia merasakan tubuhnya sangat pegal karena posisi tidurnya yang miring sambil memeluk istrinya sepanjang malam, ia menarik tangannya yang terasa kebas karena dari semalam buat bantalan kepala istrinya.


Pergerakan Max membuat tidur Emma merasa terganggu hingga membuat wanita itu membuka matanya.


Max yang melihat istrinya terbangun pun merasa bersalah.


"Maaf, aku mengganggu tidurmu" ucap Max dengan wajah bersalah.


"Tak apa, aku memang sudah ingin bangun" sahut Emma membuat Max menarik sudut bibirnya, ia merasa senang karena istrinya sudah mau berbicara dengannya.


Ia mengurungkan niatnya untuk bangun, Max kembali merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh istrinya.


"Apa kau sudah tidak marah padaku hmm" tanya Max sambil mencium pipi istrinya.


"Bagaimana aku bisa marah jika kau terus menghukum ku dengan keni*matan" rajuk Emma mengerucutkan bibirnya.


Max tertawa kecil sambil mengeratkan pelukannya.


"Berarti semalam kamu menikmatinya, kalau begitu lain kali aku akan melakukan cara yang sama" ucap Max.


"Tidak, aku tidak mau kau mengikat tanganku, kau membuatku tersiksa karena tidak bisa menyentuhmu" protes Emma cepat.


Semalam Max benar-benar menghukum istrinya, Max menggempur istrinya sepanjang malam tapi dia tak membiarkan istrinya menyentuh tubuhnya, bisa di bayangkan bagaimana tersiksanya Emma.


"Aku mencintaimu" ucap Max.


"Sayang" panggil Max.


"Hmm"


"Maafkan aku, tolong jika aku punya salah katakan padaku aku akan berusaha memperbaiki diriku, tapi tolong jangan diamkan aku." ucap Max sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Emma.


Emma menghela nafas pelan. Sebenarnya dia bukan marah tapi kecewa kepada suaminya yang tidak jujur kepadanya.

__ADS_1


"Aku hanya kecewa kepadamu, bukankah kita sebagai suami istri harusnya bisa saling terbuka satu sama lain, tapi kenapa kau malah menyembunyikan semuanya dariku? apa kamu takut hartamu di makan habis olehku hah"


"Karena aku takut kamu kabur kalau tahu aku seorang mantan Mafia" sahut Max, " Kalau masalah harta kamu bisa menghabiskannya jika kau ingin, bila perlu aku akan merubah semua asetku menjadi atas namamu" lanjutnya enteng , langsung dapat pukulan dari Emma.


"Apa kau bo*oh hah, semudah itu kau memberikan semua hartamu kepadaku, apa kau tak takut aku kabur darimu" seru Emma tak habis pikir dengan suaminya.


Dia sih mau-mau saja di kasih harta sebanyak itu, lagian mana ada orang yang menolak di kasih harta. Tapi yang membuat ia heran apa suaminya itu tak takut dirinya kabur dan pergi dengan pria lain.


"Memangnya kamu berani kabur dariku?" tanya Max sambil memicingkan matanya menatap sang istri.


Haisss..... Emma lupa kalau suaminya mantan mafia, mau sejauh mana dia kabur pasti dengan mudah suaminya itu akan menemukannya.


"Tentu saja aku tidak akan berani kabur darimu. Baru rencana saja kau sudah menghukum ku" cebik Emma sebal.


"Ayo mandi, hari ini aku ingin membawamu ke suatu tempat" ajak Max.


"Kemana? jangan bilang kau ingin membuangku" Emma asal yang langsung dapat pelototan dari Max.


"Kamu ini bisa berpikir positif sedikit tidak sih, kalau aku ingin membuangmu sudah dari dulu aku lakukan" kesal Max.


Emma menutup mulutnya cekikikan.


"Kemarin aku memang sibuk, tapi hari ini tidak karema sekolah Reva libur" sahut Max.


"Kamu mau tidak? jika mau cepatlah bangun dan mandi"


"Gendong, badanku sakit semua gara-gara semalam" pinta Emma manja.


"Dasar manja" ucap Max tapi tetap menuruti keinginan istrinya.


ia menyibak selimutnya dan mengangkat tubuh istrinya ala bridal, Max membawa istrinya masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh yang masih sama-sama polos.


Max mendudukan tubuh istrinya diatas meja wastafel, lalu dia mengisi bak mandi dengan air hangat tak lupa dia menuangkan sedikit sabun dan aroma therap. ia sengaja untuk mengajak istrinya berendam agar tubuhnya merasa rileks.


Dia mengangkat tubuh Emma dan memasukkannya kedalam bak mandi, Max juga ikut masuk dan duduk di belakang Emma, ia membantu menggosok punggung Emma menggunakan sabun, setelah itu ia membersihkannya dengan menggunakan air.


Setelah cukup puas berendam mereka pun keluar dari dalam bak mandi dan memakaikan bathrobe ketubuh Emma. Barulah mereka berdua keluar dari dalam kamar amndi menuju ke walk in closet untuk memakai pakaian.


"Ayo kita makan dulu" ajak Max setelah selesai memakai bajunya.


"Kau ingin mengajakku pergi kemana? kenapa kau tak menyuruhku untuk membawa perlengkapan kita nanti, apa disana kita tidak butuh baju ganti" tanya Emma heran.

__ADS_1


"Kita bisa beli sayang, tidak ada waktu untuk berkemas" sahut Max.


"Ck, mentang-mentang orang kaya" decak Emma.


"Aku tidak kaya, yang kaya kamu karena sebentar lagi aku akan menyuruh Paul untuk merubah semua asetku atas namamu" ucap Max.


"Dasar gila"


Lalu Emma keluar lebih dulu meninggalkan suaminya.


Max tertawa kecil, sekarang istrinya sudah berani mengajaknya berdebat dan itu terasa menyenangkan bagi Max.


Max berjalan menyusul istrinya menuju ke ruang makan.


Mereka sarapan lebih dulu, usai sarapan mereka pergi menuju ke bandara.


"Selamat datang tuan, pesawatnya sudah siap" sambut Paul ketika melihat kedatangan Max.


"Terima kasih Pau, kau memnag selalu bisa aku andalkan" ucap Max sambil merangkul pinggang istrinya dan membawanya masuk kedalam pesawat.


"Kau ini sebenarnya ingin mengajakku kemana? kenapa harus naik pesawat segala" tanya Emma yang sudah sangat penasaran, dari tadi suaminya ditanya tapi tidak memberitahunya.


"Kau tidak perlu tahu sayang, kau cukup duduk manis sambil menikmati perjalanan" sahut Max tak sesuai.


Emma masuk kedalam pesawat dan duduk sambil melengoskan wajahnya kesamping, ia malas melihat wajah suaminya yang menyebalkan.


Max duduk disamping sang istri, ia melihat istrinya yang sedang merajuk.


"Kalau aku memberitahu mu sekarang yang ada bukan kejutan lagi sayang" ucap Max.


"Aku sedang tidak berulang tahun, jadi kau tak perlu memberiku kejutan" sahut Emma ketus.


"Siapa bilang aku memberimu kejutan untuk ulang tahunmu, aku memberimu kejutan untuk tanda permintaan maafku kepadamu" ucap Max.


Emma menghela nafas, bagaimana dia bisa memaafkan kalau suaminya itu malah membuatnya kesal, apa suaminya itu tidak tahu kalau menahan rasa penasaran itu tidak enak.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote, gift 🙏


Happy reading guys

__ADS_1


__ADS_2