
Mobil Paul sampai di gedung perusahaan J'MO, keluar dari mobil Paul langsung masuk kedalam perusahaan.
Kedatangan Paul menarik perhatian seluruh karyawan J'MO. Namun mereka semua tidak ada yang berani menyapa Paul, wajah Paul terlihat begitu mengerikan.
Paul masuk ke lift menuju kelantai 20 dimana ruangan Lucas berada.
Ting
Lift sampai di lantai dua puluh, Paul keluar dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Lucas.
Ceklek....
"Kau sudah datang, mana tuan Max?" tanya Lucas ketika melihat Paul masuk kedalam ruangannya.
Lucas bangkit dari kursinya dan menuju ke sofa yang ada di ruangannya.
"Tuan Max masih dalam perjalanan pulang" jawab Paul dan mendudukan bokongnya di sofa single yang ada di hadapan Lucas.
"Bagaimana situasi di kantor" tanya Paul.
"Sudah aman, bukankah kau sendiri yang sudah membloknya. Tapi aku mencurigai sesuatu, apa kau juga sama sepertiku" sahut Lucas sambil menyesap rokoknya.
Paul mengangguk dan berkata. "Sepertinya ada penyusup di perusahaan ini, hingga dia mampu meretas data perusahaan kita" ucap Paul.
Lucas mengepalkan tangannya dan wajahnya berubah merah karena marah. Selama ini dia sudah ketat dalam menyeleksi karayawan tapi masih saja ada penyusup di perusahaannya.
"Apa disini ada karyawan baru?" tanya Paul.
__ADS_1
Paul sangat yakin kalau ada karyawan baru yang masuk ke perusahaan, kalau karyawan lama Paul rasa tidak mungkin karena mereka semua tahu apa hukumannya bagai seorang penghianat.
Lucas tak segan-segan memenggal kepala orang-orang yang berani berhianat di perusahaannya.
Dan Lucas berani melakukan itu semua atas persetujuan dari Max.
"Ada, tiga bulan yang lalu" jawab Lucas.
"Kalau begitu mari kita keruang IT" ajak Paul seraya bangkit dari tempat duduknya.
Lucas mengangguk setuju, mereka berjalan secara beriringan keluar dari ruangan Lucas dan menuju ke ruang IT.
Sampai di ruang IT, para karyawan yang sedang bekerja langsung berdiri menyambut kedatangan Lucas dan Paul.
Tak sedikit dari mereka sudah tahu siapa Paul, karena Paul sudah beberapa kali datang ke perusahaan bersama Max.
"Jelaskan bagaimana bisa ada yang menerobos masuk kedalam sistem keamanan perusahaan kita" tanya Paul sambil memindai satu persatu pekerja yang ada di ruangan tersebut.
"Kami tidak tahu tuan, tapi dilihat dari alamatnya IP selalu berpindah tempat tuan"
Paul tersenyum miring, tentu mereka kesulitan menemukan tempat lokasinya karena hacker mengubah alamat IP nya.
Paul duduk di depan komputer dan jari-jarinya langsung bergerak lincah diatas keyboard.
Tiba-tiba muncul banyak kode di layar monitor. datanya bergerak begitu cepat. Netra Pria itu memindai semua pergerakan data.
Entah apa yang Paul ketik tiba-tiba terdengar bunyi "Blam" dari salah satu komputer yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Ahh.... " pekik salah satu karyawan laki-laki yang kaget karena tiba-tiba komputernya meledak mengeluarkan asap.
"Rupanya penyusupnya ada di ruangan ini" ucap Paul menyeringai seraya mematikan komputernya.
Mata Lucas membelalak, ia tak menyangka ternyata dia benar-benar menerima penyusup kedalam perusahaan milik Max yang ia kelola.
Paul menghampiri pria tersebut dan menarik kerah bajunya lalu ia hempaskan ke lantai.
"Siapa yang menyuruhmu hah?" sentak Paul.
"Ampun tuan, saya terpaksa" mohon pria itu sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Paul tak peduli dengan rengekannya, ia memanggil penjaga untuk membawa orang itu ke markas.
"Bawa dia cepat" titah Paul kepada penjaga yang ada di perusahaan Max.
Sementara karyawan lain bergidik ngeri melihat kemarahan Max.
*****
Sore hari Max dan Emma sampai di tanah air, kedatangan mereka langsung di jemput Paul di Bandara.
"Bagaimana? apa kau sudah tahu siapa yang meretas perusahaan" tanya Max sambil merangkul pinggang istrinya.
"Pelakunya adalah karyawan di perusahaan tuan sendiri, tapi sepertinya di hanya suruhan seseorang" sahut Paul sambil berjalan menuju ke mobil.
"Apa kau sudah menangkapnya?" tanya Max.
__ADS_1
"Saya sudah membawanya ke Markas tuan, tapi sampai sekarang orang itu tidak mau mengaku siapa yang menyuruhnya" sahut Paul.
Max mengangguk, dan membiarkan istrinya masuk terlebih dahulu, setelah itu barulah dirinya masuk kedalam mobil.